NEWS ONE

Kejagung Tahan 4 Mantan Pejabat PT. PANN.

Written By Berita One on Senin, 15 Oktober 2018 | 21.35.00

Para tengngka saat digiring katahanan.
Jakarta,BERITA-ONE.COM-Kejaksaan Agung melalui Tim Tindak Pidana Khusus ( Pidsus) menahan  4 mantan pejabat PT. PANN, antara lain  “GLT” mantan Kepala Divisi Keuangan PT. PANN (Persero), Tersangka FX.K  mantan Kepala Divisi Usaha PT. PANN (Persero)/ mantan Kepala Divisi Pengembangan Bisnis PT. PANN (Persero),  “BW”  mantan Direktur Administrasi dan Keuangan PT. PANN (Persero)/ mantan Direktur Operasi PT. PANN (Persero) serta “EWK” mantan Direktur Utama PT. Kasih Industri Indonesia,  karena korupsi yang merugikan negara Rp 55 milyar lebih, Senin kemarin.

Mereka disangkakan  melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kapala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung DR Mukri menjelasakan, keempat tersangka “EWK”, “GLT”, “FX.K” dan “BW” ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung RI selama 20 (dua puluh) hari terhitung mulai tanggal 15 Oktober 2018 sampai dengan 3 Nopember 2018.

Dijelaskan Kapuspenkum, pada tanggal 31 Juli 2007, PT. PANN (Persero) melakukan perjanjian jual-beli piutang (cessie) dengan PT. Kasih Industri Indonesia dimana, salah satu perubahannya invoice diganti dengan bill of loading (surat pengangkutan jalan) yang mengakibatkan PT. Kasih Industri Indonesia dapat menjual piutangnya di PT. Indonesia Power kepada PT. PANN (Persero), 9 meskipun hak tagih PT. Kasih Industri Indonesia belum timbul.

Dalam addendum perjanjian PT. PANN (Persero) mempunyai hak melakukan pengecekan langsung kepada PT. Indonesia Power mengenai tagihan kepada PT. Kasih Industri Indonesia terhadap tagihan dari PT. Kasih Industri Indonesia yang jatuh tempo dan terhadap hal tersebut, PT. PANN (Persero) telah mengetahui jika PT. Kasih Industri Indonesia telah memperoleh pembayaran dari PT. Indonesia Power, hal ini sesuai dengan surat yang disampaikan oleh PT. Kasih Industri Indonesia kepada PT. Indonesia Power dan PT. PANN (Persero) mengetahui bahwa pembiayaan anjag piutang PT. Kasih Industri Indonesia telah jatuh tempo dan PT. Kasih Industri Indonesia tidak memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran.

Akibatnya, pembiayaan PT. Kasih Industri Indonesia dinyatakan macet namun, tetap memberikan persetujuan untuk diberikan pembiayaan kepada PT. Kasih Industri Indonesia, dan PT. Kasih Industri Indonesia tidak pernah membayarkan anjag piutang kepada PT. PANN (Persero).

Kerugian keuangan negara senilai Rp 55 lebih  berdasarkan hasil audit dari Kantor Akuntan Publik Pupung Heru. Dalam  pengungkapan kasus dugaan tindak pidana korupsi ini penyidik  telah memeriksa saksi sebanyak 20 orang.(SUR).

Bupati Muara Enim Bangga Atas Prestasi Yang Diraih Oleh Jendi Panggabean Yang Telah Harumkan Nama Kabupaten Muara Enim

Jendi Panggabean, salah satu putra terbaik yang menjadi  kebangaan maayarakat Kabupaten Muara Enim telah mengukir prestasi,
MUARA ENIM, BERITA-ONE.COM-Jendi Panggabean, salah satu putra terbaik yang menjadi  kebangaan maayarakat Kabupaten Muara Enim telah mengukir prestasi, dengan mempersembahkan 4 medali di ajang Asian Para Games 2018 untuk Indonesia,dan Jendi Panggabean ini mengharumkan nama baik Bumi Serasan Sekundang ini dikanca internasional.


Bupati Muara Enim Ir. H. Ahmad Yani, MM dan Wakil Bupati Muara Enim H. Juarsah, SH mengucapkan selamat atas prestasi Jendi Pangabean dalam meraih prestasi ajang Asian Para Games 2018, Senin (15/10/2018).

“Terimaksih, telah mengharumkan nama Indonesia dan khususnya Kabupaten Muara Enim di kanca dunia,”ujar Ir. H. Ahmad Yani, Bupati Muara Enim di ruang kerjanya.

“Teruslah berjuang, dan harumkan nama Kabupaten Muaraenim, untuk Sumatera Selatan, dan untuk Indonesia,”tambahnya.

Sementara, Jendi Pangabean menuturkan dirinya hidup dengan satu Kaki ini sejak usia 11 tahun, karena musibah kecelakaan.

“Saya tidak kepikiran bakal menjadi anak difabel. Di pikiran saya akan baik-baik saja. Tetapi, ketika melihat ke orang tua terpukul dengan keadaan saya itu. Dan baru mulai tidak percaya diri justru saat menuju SMA,”ungkapnya.

“Saya baru sadar, seperti ini kondisi saya sekarang. Ke depan akan seperti apa? Apakah saya bisa diterima masyarakat banyak atau begini terus. Tapi, dari situ saya termotivasi karena ingin memberikan yang terbaik untuk saya dan orang sekitar saya,”pungkasnya.(Tas)

PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field Penghasil Gas Tertinggi Diseluruh Indonesia

Munir Yunus Field Manager PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field jadi pembicara dan narasumber saat seminar MASIKA ICMI Sumatera Selatan (Sumsel) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
PALI,BERITA-ONE.COM - Munir Yunus Field Manager PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field jadi pembicara dan narasumber saat seminar MASIKA ICMI Sumatera Selatan (Sumsel) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Saat seminar ia mengharapkan bahwa nilai - nilai kecendikiaan haruslah tumbuh yang di kembangkan kemasyarakat melaluli pengurus majelis sinergi kalam MASIKA ICMI Sumsel maupun pemgurus ORDA PALI demi untuk mepertegas kencedikian kaum  muda untuk Indonesia masa depan

Dalam paparan seminarnya, Munir Yunus FM PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field Menyebutkan sebagai anak dari pada PT PERTAMINA (PERSERO) ,PT Pertamina EP terus berupaya meningkatkan hasil produksi minyak dan gas meskipun era dahulu lebih tinggi hasil produksinya dibandingkan saat ini

Fakta tersebut dapat kita lihat yang mana dahulunya indonesia selain memakai, juga menjadi negara pengekspor minyak dan gas terbesar dunia sedangkan saat Indonesia untuk kebutuhan energi saja tidak cukup sehingga menjadi negara - negara menyandang setatus importer minyak

" Pergerakan produksi minyak indonesia berbanding terbalik dahulu pada masa orde baru, selain menyandang setatus produsen eksportir  minyak sedangkan sekarang jadi pengimpor minyak untuk memenuhi kebutuhan energi indonesia " Kata Munir Yunus FM Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field dihadapan peserta seminar Sabtu (13/10/2018).

Untuk meningkatkan kembali hasil minyak dan gas itu menjadi bagian dari tanggung jawab kami PT Pertamina EP mencari sumber cadangan minyak baru demi meningkatkan produksi

" Untuk meningkatkat produksi Pertamina EP sendiri terus melakukan tender - tender proyek perwilayah kerja  migas untuk itu kepada masyarakat maupun pemerintah kami mohon Suporting, karena kalau ada dukungan otomatis akan menambah produksi migas dilapangan," harapnya

Masih kata dia, untuk saat ini PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field menyandang setatus penghasil gas terbesar seluruh indonesia ,Kalau terjadi penyetopan ataupun sabotase pemotongan pipa tentu produksi menurun

" Wilayah kerja PT Pertamina EP asset 2 Pendopo Field saat ini menjadi penghasil gas tertinggi diseluruh indonesia ,dengan ini merupakan bagian kami untuk mempertahankanya oleh karena itu kepada masyarakat, kami mengharapakan dukungannya, karena apa yang dihasilkan pertamina bukan untuk pertamina sendiri melainkan untuk kita semua,"tutupnya. (SH)

Heri Amalindo Ajak Masyarakat Ciptakan Menu B2SA

Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo Ajak Masyarakat Ciptakan Menu B2SA
PALI,BERITA-ONE.COM - Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo mengajak masyarakat di Bumi Serepat Serasan terutama masyarakat desa agar kreatif menciptakan menu makanan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman dikonsumsi (B2SA), Hal ini disampaikannya pada saat Heri Amalindo Ajak Masyarakat Ciptakan Menu B2SA
di Gelora November Komperta Kecamatan Talang Ubi, Senin (15/10/2018).

Dikatakan Bupati, Masyarakat harus terus berinovasi untuk mengantisipasi kebosanan mengonsumsi makanan sehari-hari, serta memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang dalam keluarganya masing-masing. Sebagai contoh, kita sebenarnya tidak harus makan nasi terus. Ada bermacam alternatif lain. Karena nasi itu terkenal dengan kadar gulanya yang tinggi. Jadi konsumsi nasi putih berlebihan bisa menyebabkan diabetes, ujarnya.

Selain itu, lanjut Bupati, ada banyak makanan pengganti beras atau nasi, yang mempunyai kandungan karbohidrat yang sama, antara lain singkong, ubi jalar, kentang, dan sebagainya. Jika pandai memasaknya, olahan makanan tersebut bisa sangat enak serta menarik untuk menjadi pengganti nasi, katanya.

Heri juga minta kegiatan lomba ini jangan setahun sekali, karena sumber daya lokal pangan di Kabupaten PALI cukup banyak, dan kegiatan ini harus dimasyarakatkan untuk mendongkrak PAD maupun beragam olahan makan non beras dan bagi pemenang lomba menunya harus di patenkan dan berikutnya yang menang tidak boleh lagi mengikuti lomba kedepan, namun kita suruh mereka menciptakan menu yang baru, supaya terciptanya menu - menu yang baru, jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PALI Agen Eleidi mengatakan, Kegiatan lomba B2SA bertujuan mengapilkasikan menu makanan non beras dan mensosialisasikan ke masyarakat jangan sampai ketergantungan dengan beras, karena Kabupaten PALI ketersediaan bahan pangan cukup banyak dan terjangkau serta mendorong kreatifitas menciptakan menu B2SA berbasis sumber daya lokal, katanya.

Selain itu, tambahnya. Peserta berjumlah 31 yang terdiri dari tingkat SMP 10 peserta, tingkat SMA/SMK 11 peserta, dan PKK desa maupun kelurahan berjumlah 10 peserta se Kabupaten PALI. Bagi pemenang lomba khusus PKK akan dikirim ke tingkat Provinsi mewakili Kabupaten PALI, tandasnya.

Adapun pemenang lomba B2SA tahun 2018 tinkat SMP yakni. Harapan 3 diraih SMP 1 Tanah Abang. Harapan 2 diraih SMP 2 Penukal, Harapan 1 diraih SMPN 4 Penukal dan Juara 3 diraih SMPN 1 Abab, Juara 2 diraih SMPN Tanah Abang, Juara 1 diraih SMPN 1 Penukal.

Tingkat SMA.
Harapan 3 diraih SMKN 1 Talang Ubi, Harapan 2 diraih SMAN Tanah Abang, Harapan 1 diraih SMA PGRI Tanah Abang, dan Juara 3 diraih SMK 1 Penukal, Juara 2 diraih SMAN 1 Penukal, Juara 1 diraih SMAN 1 Talang Ubi.

Tingkat Desa maupun Kelurahan. Harapan 3 diraih Desa Tanah Abang Selatan, Harapan 2 diraih Desa Betung Selatan, Harapan 1 diraih Desa Tanah Abang Utara dan Juara 3 diraih Kelurahan Talang Ubi Timur, Juara 2 diraih Kelurahan Talang Ubi Barat, Juara 1 diraih Kelurahan Talang Ubi Selatan.(SH/ADV)

Seorang Sopir Diduga Tewas Tersengat Listrik Di Julok.

ACEH TIMUR,BERITA-ONE.COM-Sugiarto (21) warga Dusun Sisiro, Desa Simpang Kiri, kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang dinyatakan meninggal dunia oleh petugas Puskesmas Julok pasca ia tersengat kabel aliran listrik
.
AKP Suparwanto, S.H, M.H,Kapolsek Julok menjelaskan bahwa korban (Sugiarto) merupakan sopir truck dengan Nomor Polisi  BK 8040 UH yang pada saat kejadian sedang  memasang tenda untuk menutupi cangkang sawit yang baru saja ia muat di PT. PKS Teupin Lada. Setelah memuat korban memarkirkan mobilnya di luar area PKS.

Selanjutnya Korban yang memasang tenda sendirian,diduga pada saat menarik tenda anggota tubuh korban mengenai kabel PLN dan tersangkut,hingga tersengat listrik.

Setelah arus listrik dimatikan korban baru dapat ditolong ddan kemudian dibawa ke Puskesmas Julok, dan sesampainya di Puskesmas Julok korban diketahui telah meninggal dunia. Terang Kapolsek Julok AKP Suparwanto, S.H, M.H.

Ditambahkanya, atas kejadian tersebut kami telah meminta keterangan beberapa saksi di lokasi kejadian dan kami sudah beroordinasi dengan Satreskrim Polres Aceh Timur untuk dilakukan penyelidikan. (SU/IG).

PP 43 Tahun 2018, Basi, Tidak Mendidik Dan Menyesatkan.

Written By Berita One on Minggu, 14 Oktober 2018 | 08.38.00

Pengacara senior Hartono Tanuwidjaja SH.MH.MSI
Jakarta,BERITA-ONE.COM-Pengacara senior Hartono Tanuwidjaja SH.MH.MSI menilai,  dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP)   NO: 43 Tahun 2018 tangal 18 September lalu, yang    mengatur peran serta  masyarakat untuk  melaporkan kasus korupsi dan  akan mendapatkan hadiah uang  Rp 200 juta, murupakan  hal yang basi, tidak mendidik  dan menyesatkan. Dan kalau ini dibilang  idenya pemeritah Joko Widodo (Jokowi) atau  Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK), adalah omong kosong.

Sebab,  menurutnya, 18 tahun lalu tepatnya 21 Agustus 2000, atau sebelum adanya  Undang Undang KPK, Presiden Adulrahman Wahid alias Gusdur, telah menerbitkan PP serupa,  yaitu PP NO: 71 Tahun 200,  tanggal 21 Agustus. Dalam PP ini antara lain mengatur, akan memberikan perlindungan hukum, akan memberikan  piagam  dan atau premi bagi  orang yang  melaporkan masalah korupsi.

" Dan PP semacam itu kini terbit lagi, yaitu Tapi  PP NO: 43 Tahun 2018 ini, mengiming-imingi masyarakat yang  melaporkan  adanya  tindak pidana kurupsi  akan diberi hadiah uang Rp 200 juta.
Sekarang tentang iming-iming hadiah Rp 200 juta itu , perlu dipertanyakan kembali", kata Hartono Tanuwidjaja SH.MH.MSI.

Sebab, masih kata Hartono, niat seseorang melaporkan adanya sebuah tindak pidana korupsi itu bukan karena mengejar hadiah, tapi sebagai warga negara yang baik, jiwa raganyapun akan  diberikan untuk memberantas  terjadinya  tindak pidana korupsi tersebut.

Tapi kalau orang melapor kasus korupsi semata-mata hanya untuk  mengejar hadiah Rp 200 juta, lebih baik tak usah lapor saja,  karena yang akan dilaporkan itu  mau memberikan uang tutup mulut lebih besar, 2 milyar,  misalnya. Jadi,   iming-iming hadiah Rp 200 juta ini  adalah prosesi yang salah.

Kalau ingin membentuk Pemerintahan yang bersih, dan bebas dari unsur Korupsi, Kolosi dan Nepotisme (KKN), tidak perlu menjajikan hadiah semacam itu. Masih  banyak masyarakat yang rela mengorban jiwa dan  raga guna memberantas  terjadinya tindak pidana korupsi.

Kemudian Hartono Tanuwidjaja SH.MH.MSI  menceritakan pengalamannya tentang melaporkan  sebuah kasus korupsi ke KPK, tapi klienya malah diancam dan digugat kepengadilan dan di hukum.  KPK yang semula akan memeberikan Perlindungan Hukum, hanya omong kosong belaka.

Dikisahkan, pada tahun 2004, Hartono Tanuwidjaja selaku kuasa hukum Ir Helly Weror MSI melaporkan Bupatati  Nabire, Papua, Drs. Aselmus Petrus Youw ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena melakukan korupsi.

Namun berbuntut panjang, karena kliennya Ir. Helly Weror MSI malah mendapatkan intimindasi secara fisik dan diperiksa oleh Polisi setempat. Dan kami minta perlidungan hukum ke KPK dengan suat  Ref NO: 31 tanggal 17 Maret 2014. Sayangnya,  KPK yang kami minta untuk melindungi secara hukum, tidak ada gunanya,  klien kami tetap mendapatkan intimindasi,

Selain itu, dia bersama klienya malah digugat untuk membayar ganti rugi Rp  1 triliun lebih,  karena dinilai telah mencemarkan nama baik Terlapor di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Anehnya, hakim mengabulkan gugatan Penggugat sebagian, dan menghukum Tergugat  untuk minta maaf kepada Penggugat dengan cara memasang iklan permintaan maaf di 10 harian nasional.

"Ini kan aneh, masak ada hakim pro koruptor. Selanjutnya  saya banding. Ditingkat banding saya yang menang. Ketika akan kasasi, berkasnya hilang. Inikan  lebih aneh lagi", kataHartono Tanuwidjaja menambahkan.

"Saat gugatan berjalan,  saya lapor ke KPK dengan surat NO: 005 /APH/2004 tanggal 17 September perihal permohonan petunjuk/pengarahan menyangkut gugatan perdata dari Bupati Nabire. Jawaban dari KPK mengecewakan, karena malah menganjurkan kepada kami untuk dikonsultasikan dengan asosiasi Advokat, dimana saya  bergabung. Jadi tidak ada gunanya dengan laporan permohonan  perlindungan hukum kami ke KPK, karena tidak  ada yang membela", tambahnya.

Dengan iming-iming  imbalan Rp 200 juta, seperti yang disebut  dalam PP 43 itu,  apakah orang akan menjadi Bangga? Saya rasa kebanggaan itu bukan dari situ. Tapi kasus korupsi yang dilaporkannya itu memenuhi tujuan akhir pelapor,  yaitu pelaku korupsinya dipidana. Dengan demikian PP 43 Tahun 2018  dengan iming-iming hadiah Rp 200 juta tersebut sudah basi, tidak mendidik dan menyesatkan", kata Hartono Tanuwidjaja SH.MH.MSI diakhir pendaptnya. (SUR).

Si Jago Merah Lalap Empat Rumah Di Tungkal Muara Enim

MUARA ENIM,BERITA-ONE.COM-Si jago merah lalap  empat unit rumah yang berada di Kelurahan Tungkal, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim hangus terbakar, Minggu(14/10/2018).

Kebakaran berawal dari salah satu rumah warga sekitar pukul 19.30, kemudian api langsung membesar dan menjalar ke rumah lain yang ada di sekitar.

Yoga,salah satu warga setempat mengatakan, api pertama timbul dari rumah penduduk yang berada di belakang.

“Mungkin karena konsleting listrik, api cepat membesar, laju keno galo rumah yang lain,” ujarnya kepada wartawan.

Saat ini, tiga unit mobil damkar Kabupaten Muara Enim beserta masyarakat dan dibantu satu unit damkar dari PTBA berjibaku memadamkan api. Untuk sementara, tidak ada korban jiwa namun kerugian ditaksir hingga ratusan juta rupiah. (Tas)

Tim Opsnal Polsek Prabumulih Barat Berhasil Tangkap Gunadi Dalang Perampokan Di Nibungan

Gunadi Bin Behusan (58) berhasil ditangkap  tim Opsnal Polsek Prabumulih barat. Modus kejahatan penodongan warga Nibungan,
PRABUMULIH,BERITA-ONE.COM-Keterlibatan Gunadi Bin Behusan (58) dalam aksi penodongan berhasil diungkap tim Opsnal Polsek Prabumulih barat. Modus kejahatan pelaku terbongkar setelah petugas kepolisian mendalami keterangan saksi saksi dan melakukan Pra rekonstruksi di tempat kejadian perkara.

Sebelumnya, Pelaku yang mengaku warga Nibungan, jalan Gunung Kemala, Kelurahan Anak Petai ini, ditangkap atas laporan korban AJ (29) yang sedaerah dengan pelaku lantaran curiga pelaku adalah dalang penodongan terhadap dirinya. Itulah awal mula penangkapan terhadap tersangka. Dari penggerbekan, petugas mendapati puluhan amunisi aktif namun belum menemukan Senpira pada pelaku.

Setelah digelandang ke mapolsek Barat dan diintrerogasi, Pelaku tetap tidak mengakui perbuatanya. Hingga akhirnya, pelaku tidak dapat beralibi lagi setelah petugas menghadirkan saksi saksi yang pernah menjadi korban kejahatannya.

Dari pemeriksaan lanjutan, Pelaku menunjukkan tempat dimana Ia membuang beberapa alat Bukti pendukung aksinya. Tanpa menunggu, Petugas langsung menuju tempat yang yang dikatakan pelaku dan berhasil menemukan Senjata Api 6 Peluru, Penutup Muka, dan Helm yang digunakan pelaku. Selanjutnya pelaku dan alat bukti digiring kembali ke tahanan sementara polsek Prabumulih Barat.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH, Melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP Mursal Mahdi SE menerangkan, Pelaku awalnya ditangkap lantaran memiliki, menyimpan dan menguasai Amunisi tanpa Izin dari pihak kepolisian.

"Semula kita menagkap pelaku atas dasar UUD darurat no.12 thn.1951 ayat 1 dan 2 tentang Kepemilikan Peluru Aktif dan Senjata tajam," ungkap AKP Mursal Mahdi, Minggu (14/10).

Dikatakan Kapolsek, Usai melakukan penelusuran lebih dalam dan mengumpulkan keterangan saksi. Gunadi dinyatakan sebagai tersangka kasus tindak pidana percobaan pencurian dengan kekerasan.

"Adapun hasil olah di TKP Kita menemukan barang bukti yang menguatkan keterlibatan pelaku dalam tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Atas perbuatanya itu, pelaku juga akan dijerat pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan," ujarnya.

Sementara itu, korban AJ dalam kesaksianya mengatakan, kejadian ini bermula saat dirinya ingin menutup kios bensin didepan rumahnya, tiba tiba pelaku datang menodongkan senjata dan memaksanya untuk menyerahkan uang hasil dagangan.

"Pelaku sempat menembakkan pistolnya namun tidak meledak kemudian pelaku juga memukul kepala saya dengan gagang pistol. Melihat kejadian itu, Istri saya keluar dan ikut merangkul pelaku. Sempat mencekik leher istri saya, namun seketika itu saya pukul pelaku ke arah tangan dengan batu bata sebanyak dua kali. Sudah itu pelaku melarikan diri," tandasnya.(MK)
 
Support : WebMaster | Jun Manurung Copyright © 2011. Berita One - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group Proudly powered by Blogger