NEWS ONE

KPK-IKAPI Luncurkan 167 Buku Anti Korupsi

Written By Berita One on Kamis, 29 September 2016 | 07.56.00


Buku-buku terbitan IKAPI


Jakarta, BERITA-ONE.COM. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkolaborasi dengan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) guna mendorong sejumlah penerbit untuk menerbitkan buku-buku bertema antikorupsi. Ini dilakukan melalui program “Indonesia Menggagas dan Menerbitkan Buku Melawan Korupsi” (Indonesia Membumi), yang diluncurkan pada Selasa (28/9) melalui ajang Indonesia International Book Fair 2016 yang digelar di Assembly Hall JCC, Jakarta.

Program ini merupakan salah satu upaya pencegahan korupsi melalui literasi guna meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat. Dari sinergi ini, terdapat 36 penerbit yang berpartisipasi dengan menerbitkan 167 judul buku bertema antikorupsi dengan berbagai format, seperti fiksi, nonfiksi dan faksi. Segmentasi dan sasaran pembacanya pun beragam, mulai dari anak, remaja, dewasa, hingga sasaran pembaca yang spesifik seperti mahasiswa dan aparatur sipil negara.

Kreativitas pesan antikorupsi melalui medium literasi, bisa terlihat dari buku-buku yang diterbitkan. Misalnya buku yang ditujukan bagi pembaca anak, pesan antikorupsi disajikan melalui pendekatan fiksi, seperti dongeng, kisah teladan dan cerita pendek. Sementara segmen pembaca remaja, menyajikan novel atau kisah nonfiksi yang berisi kearifan lokal dan pendidikan antikorupsi dengan penjelasan yang ringan.

Menurut Ketua KPK Agus Rahardjo, program ini digulirkan sebagai bagian dari tugas pendidikan, sosialisasi, dan kampanye antikorupsi kepada masyarakat. Bersama IKAPI, KPK berharap mampu menjangkau masyarakat lebih luas dengan buku-buku bermutu dan sarat nilai yang bisa menginspirasi masyarakat.

KPK percaya bahwa buku adalah jendela pengetahuan. “Dari buku, akan tertanam pengetahuan dan kesadaran tentang nilai-nilai kebaikan yang bisa melahirkan karakter berintegritas,” katanya. Agus menekankan dengan penyajian yang berbeda pada setiap segmen, diharapkan pendidikan antikorupsi bisa dicerna dengan mudah. Sehingga pada akhirnya, masyarakat akan terlibat aktif dalam upaya pemberantasan korupsi.

Sebelumnya pada pertengahan Mei lalu, KPK dan IKAPI telah menyelenggarakan workshop pembelajaran antikorupsi yang diikuti para penulis dan editor dari setiap penerbit. Ini bertujuan untuk menyamakan visi dan misi dalam melahirkan buku yang bermutu.

“Kami harap, ini merupakan langkah awal sebagai bagian dari gerakan partisipasi masyarakat yang lebih luas lagi dalam melawan korupsi,” katanya.

Dalam kesempatan ini, program Indonesia Membumi juga akan memberikan sejumlah penghargaan untuk Penulis Terbaik, Editor Terbaik serta Desainer Buku Terbaik pada setiap kategori, Buku Anak, Buku Remaja dan Buku Umum.

Siaran pers KPK menyebutkan, selain itu, penghargaan khusus juga akan diberikan untuk kategori Penerbit Buku Anak Terbanyak, Penerbit Judul Buku Terbanyak, Penerbit Novel Remaja Terbanyak, Penerbit yang Mengangkat Kearifan Lokal, Ide Kreatif Antikorupsi, serta Pegiat Literasi Antikorupsi. (SUR).


Tiga Pencuri Uang Nasabah Bank 165 Juta Dibekuk .


Uang hasil kejahatan.

Jakarta,BERITA-ONE.COM-Petugas Polsek Cimanggis berhasil membekuk komplotan pelaku spesialis pencuri uang nasabah bank di kawasan Perumahan Grand Cikarang City Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (28/9/2016) pagi.

Ketiga pelaku yang berhasil ditangkap yaitu HA,48 tahun, AC,27 tahun, dan AS,27 tahun. Mereka tidak berkutik saat dicokok anggota dipimpin Kapolsek Cimanggis Kompol Agung di tempat persembunyiannya setelah sempat buron hampir sebulan.

Terungkap kasus ini berawal ketika para pelaku mengincar korbannya sedang mengunjungi mal Cimanggis Square, pada Jumat (26/8/2016) sekira pukul 13:00 WIB. Saat korban Rizky Dwi Oktavianto,23 tahun, berdua bersama bapaknya sedang memarkir mobil Honda CRV B 1149 EJB di parkiran mal, terekam cctv ketika sedang melancarkan aksinya dengan mencongkel pintu mobil lalu membawa tas berisi uang Rp165 juta.

Menurut Kapolresta Depok, Kombes Pol Harry Kurniawan, para pelaku sudah mengikuti korban dari bank BCA cabang Gandaria Jakarta Timur, ketika korban mengambil uang Rp. 165 juta. Seorang pelaku AC bertugas mengintai dalam bank berpura-pura menjadi nasabah langsung memberitahui teman-temannya sedang menunggu diluar.

“Pelaku menggunakan dua sepeda motor mengikuti mobil korban usai mengambil tas. Ketika korban singgah ke mall lalu memarkirkan mobil, pelaku langsung mencongkel pintu depan kanan mobil menggunakan kunci leter T dan langsung mengambil tas ransel berisi uang Rp. 165 juta,”ujar Kapolres didampingi Kapolsek Cimanggis Kompol Agung di Mapolresta Depok, Rabu (28/9/2016).

“Uang Rp.165 juta yang dicuri pelaku rencana sama korbannya akan digunakan untuk membayar gaji pegawainya,” tambah Kapolres.

Kapolres mengatakan, saat pelaku melancarkan aksinya terekam kamera cctv dan terekam plat nomor sala satu pelaku dan langsung dilakukan penyelidikan.

“Pada saat ditangkap tidak ada perlawanan dari pelaku. Rumah yang menjadi teempat persembunyian pelaku adalah rumah kontrakan. Kepada penyidik, pelaku mengaku sudah lima kali beraksi dengan sasaran mengincar korbannya usai mengambil uang di bank,”kata Kapolres.

Para pelaku mengaku telah melakukan aksinya di wilayah Depok satu kali, sisanya di wilayah Bekasi, Cileungsi dan Tambun.

“Korban yang telah menjadi target pelaku tidak hanya nasabah bank yang membawa mobil, namun motor juga pernah dimainkan pelaku , kerugian antara Rp. 10 hingga 20 juta,”ungkapnya.

Kawanan pelaku yang dikenal sadis ini, lanjut Kapolres tidak segan-segan akan melukai korbannya jika langsung berpapasan. “Uang yang dicuri sudah habis digunakan masing-masing pelaku. Uang tersebut ada yang digunakan untuk beli burung hias, judi game online, dan dikirim ke kampung halaman didaerah Palembang,”paparnya.

Penggeledahan yang dilakukan tempat kontrakan pelaku, lanjut Kapolres, menyita satu unit motor honda beat hitam D 5396 ZDX dan sebuah kunci letter T yang digunakan untuk mencongkel pintu mobil korban.
Humas Polda Metro Jaya (PMJ) menjelaskan,pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan ancaman lima tahun penjara,” kata Kapolres sempat.(SUR).


KPK Melakukan Pembuatan Melawan Hukum, Digugat.


Para penggugat.

Jakarta,BERITA-ONE.COM-Advokat Ir. Tonin Tachta Singarimbun SH, rupanya tidak pernah merasa lelah dalam  menegakkan hukum di   bumi Pertiwi yang tercinta ini,  dengan jalan begitu seringnya  menggugat Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK). Menurutnya, lembaga super body ini sering bertindak tidak sesuai koridor hukum.

Sebagai contoh, kini KPK sedang digugat putra asal Tanah Karo Sumatra Utara ini besama Ratna Sarumpaet, musisi Ahmad  Dhani , dan 12 penggugat lainya di Pengadilan  Negeri Jakarta Pusat (PN. Jakpus) 28/9/2016. Mereka sebagai penggugat menilai, KPK  selaku tergugat. bersama 7turut tergugat lainya telah melakukan perbuatan melawan hukum (PMH).

Dan yang sebagai  turut tergugat, Ketua  Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta , Budi Tjahjono Prawiro Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Tionghoa Indonesia Raya, Ny.  Ika Lestari Aji mantan Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Provinsi DKI  Jakarta, Ny. Kartini Mulyadi, Presdir PT. Agung Podomoro Land Tbk, dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI), mereka ini adalah turut tergugat I sampai denganVII.

Dalam posita gugatannya para penggugat menyatakan, bahwa patut diketahui di Pemerintahan Daerah Provinsi DKI Jakarta setidaknya ada 3 perkara tindak pidana korupsi yang antara lain pembelian RS Sumber Waras oleh Gubernur DKI Jalarta, Pembelian lahan di  Cengkareng Barat, dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)  terentang zona wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Provinsi DKI Jakarta dan Raperda tentang kawasan tataruang strategis pantai Jakarta Utara yang telah diselesaikan Gubernur DKI.Jakarta.

Sebagaimana diketahui melalui  media,  turut tergugat VII , BPK, telah melakukan pemeriksaan/audit terhadap pembelian terhadap RS Sumber Waras yang merugikan keuangan negara. Namun demikian temuan  BPK ini tidak lagi terdengar ,KPK/ tergugat  tidak menindaklanjuti perbuatan  Ir. Basuki Tjahaja Punama/turut tergugat V yang merugikan keuangan negara tersebut. Padahal "Kartini Sumber Waras" turut tergugat IV,  mengaku hanya menerima Rp 355 milyar. Sisanya?

Begitu juga terhadap pengadaan lahan di Cengkareng Barat, dapat terjadi karena adanya disposisi Gubernur DKI Jakarta, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, sehingga Kadis dapat   menjalankan tugasnya, yang kemudian dapat diduga   merugikan negara Rp 200 milyar. Hal ini terjadi akibat tergugat tidak menjalankan tugasnya sesuai dengan pasal 6 UU NO.30 tahun 2002. Kala itu Kadis Ika Lestari turut tergugat IV,  diberitakan Ketakutan dapat duit Rp 10 milyar dan Ahok minta dilaporkan ke  KPK.Dengan demikian adanya kepastian tentang masalah gratifikasi.

Selain itu tergugat KPK, telah  menetapkan  M.Sanusi Ketua Komisi D DPRD DKI terima gratifikasi, termasuk Ahok, kata Prof. Romli seperti yang dimuat pada website Toropongsenayan.com.
Dari uraian   masalah seperti yang telah tersebut diatas terlihat jelas adanya penyalah gunaan wewenang yang dilalukan tergugat karena tidak menjalankan pasal 20 UU NO. 30 tahun 2002, maka harus diakui sebagai perbuatan melawan hukum (PMH).

Karena tergugat belum pernah menjalankan pertanggung jawaban publik terjadap 3 kasus yang telah tersebut diatas,  maka tergugat supaya diperintahkan untuk membuat pertanggung jawaban publik terhadap pelanggaran Ir. Basuki Tjahaja Purnama  alias Ahok terhadap 3 kasus diatas.

Untuk itu, penggugat meminta agar majelis hakim menjatuhkan putusan anata lain; tergugat telah melakukan perbuatan melawan hulum, merintahkam tergugat untuk membuat  peryamggung jawaban publik, memerintahkan turut tergugat I menolak pencalonan Ir. Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.   Demikian gugatan diajukan dan mohon dikabulkan, ujar Tonin mengakhiri gugatannya. (SUR).




Artis Cilik Sinetron "Cinta Yang Tertukar" Diancam Dibunuh


Korban bersama petugas di PMJ

Jakarta, BERITA-ONE.COM-Nabil Musyafa Hail Lunggana, artis cilik di sinetron Cinta yang Tertukar, sempat diancam akan dibunuh.

Ancaman dilakukan melalui aplikasi pesan singkat Whatsapp secara berulangkali dalam kurun waktu sebulan belakangan ini.Setelah menerima laporan dari keluarga Nabil, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku berinisial FR.

"Ini kejahatan yang tidak bisa dibiarkan. Apalagi korbannya anak kecil yang belum mengerti apa-apa," kata Kombes Pol Mohammad Fadil Imran, Direktur Direktorat Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro Jaya (PMJ).

Dalam jumpa pers di Markas Polda Metro Jaya, Selasa (27/9/2016) siang kemarin, Kombes Pol Fadil mengungkapkan motif pelaku. "Tersangka mengaku ingin bertemu Nabil. Namun karena susah menemuinya mungkin, pelaku tidak bisa bertemu lalu mengancam," katanya.

FR berusia 21 tahun, tidak memiliki pekerjaan tetap. Tersangka diancam dengan hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara dan denda 2 miliar rupiah.

Sementara itu, Ricka Debby, ibunda Nabil, merasa lega dengan ditangkapnya pelaku. Sebelumnya, Ricka mengaku tak bisa tenang.

Humas PMJ mengatakan orang tua korban Ricka menjelaskan,"Kami bahkan sampai pakai pengawal. Soalnya setiap jam dia lakukan teror. Mau sekolah dan syuting jadi takut," ungkap Ricka.(SUR).



Jessica Dalam Sel Bersama Kalajengking Dan Kecoak


Jesaica didampingi pengacaranya, Otto Hasibuan SH.

Jakarta,BERITA-ONE.COM-Pengujung sidang dan masyarakat luas yang mengikuti jalannya persidangan Sessica Kala Wongso ,  terkesima mendengar  penderitaan yang dialaminya selama 4 bulan dalam sel tahanan Polda Metro Jaya.

Terdakwa Jessica Kumala Wongso yamg begitu tenang dan tegar meski terus dicecar berbagai pertanyaan oleh jaksa penuntut umum, namun begitu  menceritakan penderitaan yang dialami Jessica  tak bisa lagi menahan tangisannya yang saat bercerita soal kondisi sel tahanannya di Polda Metro Jaya, kemarin 28/9

Dia mengatakan, "Saat itu hari Sabtu, saya ditangkap polisi di kamar hotel. Saat itu saya sedang berada di hotel bersama keluarga. Saya lalu dibawa ke kantor Polda," kata Jessica dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa di PN Jakpus, Jl Bungur Besar Raya, Jakpus.

Wanita muda ini, Jessica, l menjelaskan, setelah sampai Polda Metro Jaya dirinya lalu diperiksa. Pemeriksaan berlangsung panjang hingga malam. Hal ini tidak pernah dibayangkan olehnya.

"Polisi saat itu bilang kepada saya, 'sudah jes akui saja, kami ada rekaman CCTV dan jelas kamu naruh sesuatu ke kopi'.  Saat itu saya diperiksa hinggamalam hari ," kata 

Akhirnya  tidak berapa lama kemudianJessica dijebloskan ke penjara. Letak penjaranya berada di kompleks Mapolda Metro Jaya.

Kondisi selnya,  kataJessica memprikhatinkan. Dia langsung tersedu. Suaranya yang begitu tenang berubah menjadi berat. Jessica terdengar menangis.

"Saya dimasukkan ke dalam ruangan yang sangat gelap, kotor, banyak kalajengking dan kecoak. Saya sangat takut," tutur Jessica dengan suara bergetar.

Keadaan ruangan itu gelap dan sempit, hanya ada ventilasi dengan ukuran kira-kira  A4, sangat kotor. Keasaan yang begitu kotor membuat  saya menjadi sangat stress" katanya.

Jadi kini telah terungkap dengan  jelas kalau selama 4 bulan lamanya Polisi Polda Metro Jaya, menaruh Jessica didalam sel tahanan yang sungguh tidak manusiawi. Dan tentu  saja merupakan pelanggaran HAM.

Seperti diketahui kemarin persidangan Jessica merupakan yang ke-25 kalinya dang persidangannya bisa sampai larut malam bahkan hingga dinihari.Sungguh sangat melelahkan.

Jessica didakwa oleh Jaksa   melakukan  pembunahan berencana terhadap Mirna. Dengan demikian oleh penuntut umum terdakwa disebut melanggar pasal 340 tentang pembunuhan berencana yang amcaman hukumannya seumur hidup. (SUR).



 
Support : WebMaster | Jun Manurung Copyright © 2011. Berita One - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group Proudly powered by Blogger