NEWS ONE

Penyelundupan 70 Kg Sabu Dan 49 Ribu Ekstasi Diungkap Polisi.

Written By Berita One on Rabu, 19 Desember 2018 | 06.02.00

Teks foto: Petugas dan barang bukti.

Jakarta,BERITA-ONE.COM-Tujuh pengedar narkoba jaringan Malaysia-Indonesia ditangkap Polisi Polda Metro Jaya  dengan  barang bukti sabu sebesat 70 Kg  serta 49 ribu  butir ekstasi diamankan. Mereka berinisial YH, N, M, AS, H, AB, HG. Mereka ditangkap di lokasi berbeda di Jakarta.

“Polda Metro Jaya menggagalkan distribusi narkoba dengan menyita sabu 70,7 kg, ekstasi 49.000 Butir, alat komunikasi, lima unit mobil, dua unit motor dan tujuh tersangka. Narkoba berasal dari Malaysia lewat Palembang didistribusikan ke Jakarta,” kata Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat di Jakarta, Rabu 19/12/2018.

Menurut Wakapolda, pengungkapan bermula dari investigasi Tim Subdit II Reserse Narkoba Polda Metro Jaya selama satu bulan. Polisi awalnya menangkap seorang pelaku di Apartemen Season City, Senin.

Dari situ, polisi mengembangkan dan menangkap pelaku lain yang tengah mendistribusikan narkoba dari Malaysia ke Indonesia. Narkoba disimpan di dalam sound system mobil dibawa dengan jalur darat lewat Palembang.

“Mobil mewah ini kita sita terkait dalam kegiatan distribusi narkoba. Masuk dari Malaysia dalam bentuk besar dan dilebur lagi dalam ukuran kecil,” ujar Wakapolda.

Humas PMJ mengatakan, Polisi saat ini masih mengembangkan kasus tersebut. Penyidik mengidentifikasi ada 3 tersangka lain yang saat ini masih DPO. Salah satunya berkewarganegaraan Malaysia. Sementara untuk tersangka yang tertangkap, polisi menjerat pasal 114, 115, dan 112 UU No 35 Tahun 2009. Ancaman hukuman mati. “Alatnya masih diselidiki, ada DPO tiga orang, salah satunya WNA Malaysia,” ucap Wakapolda. (SUR).


Desa Mekar Jadi Raih Penghargaan Penyelenggara Good Governance Pengelolaan Keuangan Desa


PALEMBANG, BERITA-ONE.COM-Berhasil menerapkan pengelolaan keuangan desa yang transparan dan akuntabel pada tahun anggaran 2018, Desa Mekar Jadi Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin mendapatkan penghargaan 
Desa Prospektif Good Governance dalam Pengelolaan Keuangan Desa di Wilayah Sumsel dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Wilayah Sumsel. 
Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Perbendaharaan Sumsel, Taukhid di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Selasa (18/12/2018). Hal tersebut diberikan dalam bentuk pengakuan dari Ditjen Perbendaharaan Sumsel sebagai apresiasi bagi perangkat desa. 

"Terima kasih kami ucapkan kepada Desa Mekar Jadi yang sangat transparan dan akuntabel dalam mengelola keuangan desa," ujar Kakanwil) Ditjen Perbendaharaan Sumsel, Taukhid. 
Dikatakan, pihaknya menghimbau supaya desa-desa lain termotivasi untuk mengelola keuangan desa yang baik dan tepat. "Kami berharap desa-desa lain bisa termotivasi dengan penghargaan yang kami berikan ini," ulasnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Mekar Jadi, Sadrin menyebutkan atas penghargaan tersebut pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin yang selalu mensupport dan memberikan arahan untuk melakukan pengelolaan keuangan desa yang baik dan transparan. 

"Aplikasi siskeudes juga sangat membantu kami, peran serta Pemkab Muba khususnya pak Bupati sangat mendukung kami dan mensupport supaya pengelolaan keuangan desa berjalan transparan dan akuntabel," ujarnya. 

Lanjutnya, perangkat desa sangat termotivasi dengan diraihnya penghargaan tersebut. "Kami akan terus berusaha semaksimal mungkin dalam melakukan pengelolaan keuangan desa yang baik dan benar," tuturnya. 

Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin meminta supaya desa-desa lainnya termotivasi untuk melakukan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. "Dimulai dari desa-desa ini harus dimaksimalkan, supaya terwujudnya pengelolaan keuangan yang transparan," kata Dodi.

Dodi menambahkan, dirinya terus memaksimalkan dan merangkul peran perangkat desa untuk mewujudkan Muba Maju Berjaya 2022. "Jadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus berbuat yang positif dan benar serta berkontribusi untuk masyarakat," pungkasnya.
Diketahui, terdapat 14 Desa di Sumsel yang mendapatkan penghargaan tersebut dan 13 desa lainnya yakni Desa Mulya Jaya Kecamatan Mesuji OKI, Desa Payakubung Kecamatan Indralaya Utara OI, Desa Talang Batu Kecamatan Rambang Kapak Tengah Prabunulih, Desa Penilikan Kecamatan Oeninjauan OKU, Desa Pulau Beringin Kecamatan Pulau Beringin, Desa Pahang Asri OKU Timur, Ulak Lebar Lahat, Desa Pagar Gunung Muara Enim, Desa Pasar Talang Padang Empat Lawang, Desa Betut Barat Pali, Rejosari Musi Rawas, Desa Bingin Rupit Muratara, dan Desa Talang Buluh Banyuasin.  (RM)

Lantik 8 Kades, Dodi Tekankan Kelola Keuangan Desa Secara Trasnparan

MUBA,BERITA-ONE.COM- Bupati Musi Banyuasin (Muba), H Dodi Reza Alex melantik Delapan Kepala Desa (Kades) terpilih Periode 2018-2024 dalam Kecamatan Plakat Tinggi, Jirak Jaya, Lawang Wetan dan Sanga Desa. Dalam Pelantikan tersebut, Dodi menekankan kepada Para Kades untuk transparan dan akuntabel dalam kelola keuangan desa.

"Saya tekankan kepada Kades yang baru saja dilantik, dalam hal pengelolaan keuangan desa yang dari tahun ketahun mengalami kenaikkan yang diberikan dari Pemerintah Pusat ke Daerah, hendaknya dilakukan dengan penuh tanggung jawab, transparan, perencanaan yang matang dan akubtabel serta jangan sekali-kali melanggar hukum sesuai peraturan yang berlaku, "pesannya.

Bupati juga berpesan, agar para Kades baik yang baru saja dilantik maupun yang telah bertugas dapat melaksanakan Perda Pesta Malam yang telah ditetapkan, Perda tersebut harus ditegakkan dan diterapkan di desa masing-masing yang mereka pimpin.

"Saya perlu tekankan tiga hal kepada Kades yang baru dilantik, pertama sebagai Kades harus selalu eksis dan loyal kepada Pemerintah dalam segala bidang, memberi motivasi kerja kepada perangkatnya, sehingga tercipta pelayanan masyarakat yang prima dan menciptakan suasana hubungan yang harmonis kepada BPD dan lembaga desa serta tokoh masyarakat lainnya, "Ucapnya pada Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Kades terpilih, bertempat di Lapangan Serba Guna Desa Sidorahayu (B2), Rabu (19/12/2018).

Menurut Laporan Sekretaris Daerah Kabupaten Muba sekaligus Ketua Pelaksana, Drs H Apriyadi MSi menyampaikan, Delapan Kades yang dilantik pada tahap dua hari ini meliputi, Kecamatan Plakat Tinggi yaitu Kades Sukamaju, Imam Ayatullah dan Kades Sumber Rejeki, Musgani. Kecamatan Jirak Jaya yaitu Kades Jirak, Iskandar Kamarullah, Kades Talang Simpang, Darmadi, Kades Sinar Jaya, Alexander dan Kades Bangkit Jaya, Sidik. Kecamatan Lawang Wetan yaitu, Kades Ulak Paceh, Marzuani dan Kecamatan Sanga Desa yaitu Kades Macang Sakti, Aripai.

Acara turut dihadiri, Ketua DPRD Kabupaten Muba, Abusari SH MSi, Dandim 0401 Muba Letkol CZi  Mulyadi SIp, Wakapolres Muba, Kompol Ade Hardiansyah SIk, Perwakilan Kajari Muba, Perwakilan Ketua Pengadilan Negeri Sekayu, Ketua Pengadilan Agama, Saiful Anshari SAg MAg, Para Asisten, Para Staf Ahli, dan Seluruh Kepala Perangkat Daerah Kabupten Musi Banyuasin. (RM)

Raih Skor Tertinggi Di Sumsel Dan Penuhi Tujuh Poin, Muba Terima Penghargaan APE

JAKARTA,BERITA-ONE.COM-Setelah mendapatkan penilaian oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) bersama Tim Independen, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dinyatakan berhak mendapatkan Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya

 (APE) Tahun 2018 di Istana Wakil Presiden, Rabu (19/12/2018) yang diserahkan secara Langsung oleh Menteri PPPA Yohana Yembise dan diterima oleh Wakil Bupati Muba Beni Hernedi.

Diketahui, Kabupaten Muba satu-satunya di Sumsel bersama 158 Kabupaten/Kota lainnya di luar Sumsel yang mendapatkan penghargaan APE Tahun 2018 dan Kabupaten Muba mendapatkan capaian skor tertinggi di Sumsel dari penilaian Kementerian PPPA bersama Tim Independen yakni dengan skor 7980.5. 

"Kabupaten Muba dinilai telah memenuhi tujuh poin indikator capaian APE, dan untuk di Sumsel Muba menjadi satu-satunya Kabupaten yang mendapatkan penghargaan APE Tahun 2018 ini," ungkap Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi usai menerima penghargaan APE Tahun 2018.

Dikatakan Beni, tujuh Komponen kunci terdiri dari Komitmen, Kebijakan, Kelembagaan, Sumber Daya Manusia dan Anggaran, Alat Analisis Gender, Data Gender, dan Pasrtisipasi masyarakat. "Alhamdulillah, ketujuh poin ini sudah dipenuhi oleh Pemkab Muba dan terealisasi," ucapnya.

Lanjutnya, selama dua tahun berturut-turut Kabupaten Muba juga dinobatkan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) oleh Kementerian PPPA dan saat ini Kabupaten Muba menjadi KLA Tingkat Madya setelah sebelumnya pada Tahun 2017 lalu menyandang KLA Tingkat Pratama.

"Ini menunjukan kalau Kabupaten Muba dari tahun ke tahun terus meningkatkan komitmen dalam memperhatikan pemberdayaan dan perlindungan bagi perempuan dan anak khususnya," tuturnya.

Kepala Dinas PPPA Pemkab Muba, Dewi Kartika mengatakan peraihan APE Tahun 2018 ini akan terus ditingkatkan dan berkomitmen untuk selalu antusias mendokumentasikan dan menyampaikan informasi secara online mengenai upaya hasil yang telah dilakukan dalam pelaksanaan pembangunan pemberdayaan perempuan dan anak (PP-PA). "Peraihan APE Tahun 2018 ini juga berkat support dan arahan dari bapak Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin serta dukungan penuh masyarakat Muba," ujarnya. 

Sementara itu, Menteri PPPA Yohana Yembise menyebutkan Pemberian penghargaan APE Tahun 2018 merupakan salah satu rangkaian Peringatan Hari Ibu dan menjadi hal yang bersejarah bagi setiap Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam menyabet penghargaan Anugerah Prahita Ekapraya (APE). 
"Penghargaan ini diberikan atas komitmennya dalam melaksanakan pembangunan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Kami ucapkan selamat bagi Kabupaten/Kota yang mendapatkan penghargaan APE Tahun 2018 ini dan selalu komitmen dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di daerah masing-masing," pungkasnya. (RM)

Bupati Muba Terima DIPA Dan Dana Desa Tahun 2019

PALEMBANG,BERITA-ONE.COM- Penyerahan DIPA Petikan, Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2019 resmi diterima Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, Selasa (18/12/2017) di Hotel Swarna Dwipa yang diserahkan secara langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru. 


Diketahui, guna memaksimalkan pelayanan publik dan percepatan pembangunan di bumi Serasan Sekate pada 2019 mendatang, Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin sudah menyiapkan lima program prioritas.

"Tahun 2019 nanti program prioritas pembangunan dan pelayanan di Muba tetap memperhatikan program prioritas pemerintah pusat dan pemerintah provinsi agar berjalan selaras," ungkap Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin.

Dikatakan, adapun lima program prioritas tersebut yakni diantaranya peningkatan sumber daya manusia, pengurangan angka kemiskinan dan kesenjangan, produktifitas sektor daerah, produktifitas penjagaan lingkungan, dan stabilitas reformasi birokrasi. 

"Postur tahun 2019 masih dinilai sehat dan wajar. Karena akan menjadi bagian untuk mewujudkan Muba Maju Berjaya 2022," ulasnya.

Sebelumnya, Penyusunan dan kesepakatan APBD Kabupaten Muba menjadi yang tercepat di Indonesia dan untuk Tahun Anggaran 2019 ini Muba sudah masuk tahun kedua menjadi daerah yang tercepat dalam membahasan dan mengesahkan APBD. 

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru menyebutkan dengan penyerahan DIPA tersebut diharapkan Pemerintah Kabupaten/Kota dapat membangun daerah lebih awal dan baik untuk masyarakat banyak. "Gunakan untuk pembangunan sebaik mungkin yang menyentuh ke semua lapisan masyarakat," tuturnya. (RM)

BPJS Prabumulih Sosialisasikan Perpres 82 Tahun 2018 Sempurnakan Payung Hukum JKN-KIS

Sosialisasikan Perpres 82 Tahun 2018 
PRABUMULIH, BERITA-ONE. COM- Kehadiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 membawa angin segar bagi implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Tak hanya menyatukan sejumlah regulasi yang awalnya diterbitkan masing-masing instansi, Perpres ini juga menyempurnakan aturan sebelumnya. 

Kepala BPJS Kesehatan Dessy Maya Malinda menerangkan, Perpres tersebut menjabarkan beberapa penyesuaian aturan di sejumlah aspek. Secara umum, ada beberapa hal yang perlu diketahui masyarakat seperti berikut ini:

Pendaftaran Bayi Baru Lahir Dalam Perpres Nomor 82 Tahun 2018, bayi baru lahir dari peserta JKN-KIS wajib didaftarkan ke BPJS Kesehatan paling lama 28 hari sejak dilahirkan. Aturan ini mulai berlaku 3 bulan sejak Perpres tersebut diundangkan. Jika sudah didaftarkan dan iurannya sudah dibayarkan, maka bayi tersebut berhak memperoleh jaminan pelayanan kesehatan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Khusus untuk bayi yang dilahirkan dari peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), maka secara otomatis status kepesertaannya mengikuti orang tuanya sebagai peserta PBI.

“Untuk bayi yang dilahirkan bukan dari peserta JKN-KIS, maka diberlakukan ketentuan pendaftaran peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) pada umumnya, yaitu proses verifikasi pendaftarannya memerlukan 14 hari kalender, dan setelah melewati rentang waktu itu, iurannya baru bisa dibayarkan. Oleh karenanya, kami mengimbau para orang tua untuk segera mendaftarkan diri dan keluarganya menjadi peserta JKN-KIS, agar proses pendaftaran dan penjaminan sang bayi lebih praktis,” papar Dessy, Rabu (19/12).

Status Kepesertaan bagi Perangkat Desa
Kehadiran Perpres ini juga membuat status kepesertaan JKN-KIS bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa menjadi lebih jelas. Kedua jabatan tersebut ditetapkan masuk dalam kelompok peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang ditanggung oleh pemerintah.

“Perhitungan iurannya sama dengan perhitungan iuran bagi PPU tanggungan pemerintah lainnya, yaitu 2% dipotong dari penghasilan peserta yang bersangkutan dan 3% dibayarkan oleh pemerintah,” kata Dessy.

Status Peserta yang ke Luar Negeri
Masih terkait kepesertaan, dalam Perpres tersebut juga dijelaskan bahwa seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah menjadi peserta JKN-KIS dan tinggal di luar negeri selama 6 bulan berturut-turut, dapat menghentikan kepesertannya sementara. Selama masa penghentian sementara itu, ia tidak mendapat manfaat jaminan BPJS Kesehatan.

“Jika sudah kembali ke Indonesia, peserta tersebut wajib melapor ke BPJS Kesehatan dan membayar iuran paling lambat 1 bulan sejak kembali ke Indonesia. Jika sudah lapor, ia pun berhak memperoleh kembali jaminan kesehatan. Aturan ini dikecualikan bagi peserta dari segmen PPU yang masih mendapatkan gaji di Indonesia,” ujar Dessy.

Aturan Suami Istri Sama-Sama Bekerja
Jika ada pasangan suami istri yang masing-masing merupakan pekerja, maka keduanya wajib didaftarkan sebagai peserta JKN-KIS segmen PPU oleh masing-masing pemberi kerja, baik pemerintah ataupun swasta. Keduanya juga harus membayar iuran sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Suami dan istri tersebut berhak memilih kelas perawatan tertinggi.

“Jika pasangan suami istri tersebut sudah mempunyai anak, maka untuk hak kelas rawat anaknya, dapat ditetapkan sejak awal pendaftaran dengan memilih kelas rawat yang paling tinggi,” kata Dessy.

Tunggakan Iuran
Perpres tersebut juga memberi ketegasan mengenai denda bagi peserta JKN-KIS yang menunggak. Status kepesertaan JKN-KIS seseorang dinonaktifkan jika ia tidak melakukan pembayaran iuran bulan berjalan sampai dengan akhir bulan, apalagi bila ia menunggak lebih dari 1 bulan. Status kepesertaan JKN-KIS peserta tersebut akan diaktifkan kembali jika ia sudah membayar iuran bulan tertunggak, paling banyak untuk 24 bulan. Ketentuan ini berlaku mulai 18 Desember 2018.(B1)

Serahkan DIPA Dan TKDD Ke Perangkat Daerah, Bupati Muba Minta OPD Tidak Tunda Proses Pencairan Keuangan

MUBA,BERITA-ONE.COM- Setelah menerima DIPA Petikan, Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2019 Rabu (18/12/2018) dari Gubernur Sumsel, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Rabu (19/12/2018) langsung menyerahkan DIPA dan TKDD ke perangkat daerah di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate.

Tercatat, untuk Tahun 2019, Kabupaten Musi Banyuasin menerima 22 DIPA yang diperuntukkan bagi 17 Satker dengan total alokasi anggaran sebesar Rp.218.038.786.000, dengan rincian DIPA – Kantor Daerah (KD) : 21 DIPA untuk 16 Satker dengan nilai Rp. 214.463.970.000, DIPA – Tugas Pembantuan (TP) : 1 DIPA untuk 1 Satker dengan nilai Rp. 3.574.816.000. Kemudian, pada tahun 2019 Kabupaten Musi Banyuasin juga mendapatkan alokasi dana Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp. 3.244.684.504.000. Alokasi ini meningkat signifikan dibandingkan TA. 2018, yaitu sebesar Rp. 704,45 milyar atau meningkat 27,73%.

"Untuk mendukung akselerasi pelaksanaan pembangunan saya telah mengeluarkan Instruksi Bupati Musi Banyuasin Nomor 2 Tahun 2018 tentang Percepatan Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Tahun Anggaran 2019," ujarnya.

Dikatakan Dodi, instruksi tersebut dikeluarkan intinya memberikan perintah kepada seluruh Perangkat Daerah agar segera selesaikan dokumen administrasi dan teknis terkait pelaksanaan kegiatan, segera laksanakan dan selesaikan pengadaan barang/jasa (lelang) dengan mengoptimalkan e-procurement
dan e-purchasing, percepat pelaksanaan dan penyelesaian kegiatan pembangunan, tingkatkan pengendalian dan pengawasan.

"Dan tidak menunda proses pencairan keuangan untuk mengoptimalkan penyerapan anggaran dan menghindari penumpukan anggaran pada akhir tahun," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Muba Yusuf Amilin, menyebutkan selaras dengan Tema APBN Tahun 2019, penyerahan DIPA & TKDD Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2019 memiliki tema Peningkatan Produktivitas Berbasis Inovasi dan Teknologi Untuk Mendorong Investasi dan Daya Saing Daerah.

"Penyerahan ini sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan kegiatan yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019 di kabupaten Musi Banyuasin," pungkasnya. ( RM )

Kreung Jeunieb Meluap,4 Desa Terendam Banjir.

BIREUEN,BERITAZ-ONE.COM-Hujan deras yang melanda di Kecamatan Jeunieb Kabupaten Bireuen,selasa malam (18/12/2018)pukul 24.00 Wib,menyebabkan terjadinya luapan krueng Jeunieb,peristiwa itu menghayutkan sedikitnya 4 Desa diwilayah itu  terendam  banjir dengan ketingian air  mencapai 20 hingga 30 cm.

Berdasarkan laporan posko tagana Dinsos Kabupaten Bireuen,rabu ( 19/12/2018)Desa yang terendam banjir,1. Mns. Kupula (ketinggian air mencapai 30 cm di pemukiman)2. Mns. Tambo 3.Janggot sungko 4. Mns.Keutapang.

Dalam musibah tersebut,tidak terjadinya korban jiwa hingga rabu (19/12/2018》kondisi terakhir ketinggian air mulai merata memasuki ke pemukiman penduduk. kondisi air krueng Jeunieb meningkat dan arus kencang serta membawa material sampah dan kayu.

Dalam musibah  itu,upaya yang dilakukan pihak Dinas Sosial Kabupaten Bireuen,diantaranya melakukan pendataan,Menghimbau kepada warga agar selalu waspada dan siaga mengingat wilayah Bireuen saat ini masih saja di guyur hujan,disamping itu Kadinsos Bireuen,Drs.Murdani kepada media beritaone selasa kemarin,terkait berbagai terjadinya peristiwa banjir dirinya selalu mengingatkan warga untuk melakukan pengungsian ke tempat yang aman apabila air terus bertambah,terutama bagi masyarakat yang dilanda banjir di Kecamatan Jeunieb,Kadinsos Bireuen juga meminta kepada petugas tagana untuk terus monitor di wilayah  secara keseluruhan bertujuan antisipasi terjadinya korban jiwa.( Hendra).

 
Support : WebMaster | Jun Manurung Copyright © 2011. Berita One - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group Proudly powered by Blogger