NEWS ONE

Heboh Dan Sadis Nobon Dibantai Di Tempat Tidur.

Written By Berita One on Senin, 20 Agustus 2018 | 19.24.00

Heboh tewasnya Nobon, 30 tahun tragisnya korban tewas di tempat tidur dekat isterinya.
MUBA,BERITA-ONE.COM- Selang dua hari kejadian di dusun lll desa Tanjung Raya kecamatan Sanga Desa kabupaten Musi Banyuasin terjadi pembunuhan Ika Nirwana (35) yang lagi hamil tujuh bulan tewas di dalam kamarnya sabtu (18/8/18) pukul 00.30 WIB.

Kini terjadi lagi yang menimpa warga Rt 003 Desa Seratus Lapan Kecamatan Babat Supat (Batsu) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mendadak dihebohkan tewasnya Nobon, 30 tahun tragisnya korban tewas di tempat tidur dekat isterinya.

Menurut Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, SE.MSi melalui Kapolsek Batsu Iptu Marzuki S.sos. didampingi Kanit Reskrim Ipda Sujana saat dikonfirmasikan membenarkan tentang kejadian tragis tersebut.

Menurutnya, diduga kuat korban tewas dibunuh Pasal 338 KUHPidana, sesuai dengan Laporan Polisi
No.Pol.LP/B- /VIII/2018/SUMSEL/MUBA/SEKBS.Tanggal 20 Agustus 2018.

Tempat Kejadian Perkara (TKP)Rt. 003 Desa Seratus Lapan Kec. Babat Supat Kab. Muba, dikediaman korban.Menurut Perwira Balok 2 di pundak ini memaparkan kronologis kejadian Berawal Senin (20/8) sekira jam 01.00 Wib Istri Korban Samsinar Bin Usman, 26 tahun, IRT mengatakan sebelumnya tidur disamping korban terbangun karena tangan korban menyentak menimpah dada istrinya, lalu istrinya terbangun melihat suaminya berlumuran darah, isterinya kaget sontak langsung menjerit memanggil tetangga.

Mendapat Laporan Personil Polsek Batsu dipimpin Kapolsek Batsu langsung mendatangi TKP.Tanpa buang waktu membawah korban kerumah Sakit Umum Sungai Lilin.
Namun nahas berdasarkan pengecekan di Rs umum Sei Lilin korban telah meninggal dunia dan pada leher korban terdapat luka lebar sampai ke dagu serta luka sedang pada Lengan kiri.

Kemudian memeriksa saksi saksi Muji Bin Bariman, 42 Th, Tani, Dsn I Desa seratus lapan Kec. Batsu Kab. Muba,
Nasron bin Jamani, 52 Thn, Tani, Dsn I Desa seratus lapan Kecamatan. Batsu Kabupaten. Muba.
Mislan Bin Jamani, 48 Th, Tani, Dsn I Desa seratus lapan Kec. Batsu Kab. Muba dan isteri korban Samsinar Binti Usman, 26 Thn, IRT, Dsn I Desa Seratus Lapan Kec. Batsu Kabupaten. Muba, untuk pelaku dan motif pembunuhan ini masih dilakukan penyelidikan. (ROM)

Dua Desa Di Kecamatan Jeumpa Bireuen ,Terancam Tengelam Akibat Abrasi Pantai.

Camat Jeumpa Zulbahri.S.Sos  turun kelokasi
BIREUEN,BERITA-ONE.COM-Abrasi pantai Desa Mon Jambee Kecamatan Jeumpa  setiap harinya terus meluas dan mengancam Pemukiman masyarakat, kasus ini sudah lama terjadi dan Bupati sebelumnya sudah turun kelokasi dan  melihat langsung peristiwa itu sehinga menjadi pusat perhatian Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Sesuai pantauan media berita-one.com senin (20/8/018)Abrasi pantai bukan menimpa hanya Desa Mon jambee akan tetapi  Desa Batee Timoh sebagai Desa tetangapun  ikut terancam tengelam .begitu juga dengan usaha milik mereka, misalkan tempat pendaratan ikan(TPI)

Untuk sekian kalinya pada awal Agustus 2018, berdasarkan keluhan masyarakat dan laporan Geuchik Desa Mon Jabee,Camat Jeumpa Zulbahri.S.Sos kembali turun kelokasi dimana terjadinya Abrasi Pantai itu, menurut Camat Zubahri.S.Sos peristiwa ini memang sudah sangat lama terjadi, dan sudah menjadi program perioritas Pemerintah namun masyarakat diminta untuk bersabar sejenak  sambil menunggu anggaran yang tersedia.insya allah " Kata Camat saat dikonfirmasi berita-one.com senin ( 20/8/2018). Menjelaskan bahwa persoalan ini akan segera ditindaklanjuti dan menjadi Pekerjaan rumah bagi pihak Pemerintah Kabupaten Bireuen dan Camat.karena Abrasi pantai yang terus meluas menghambat perekonomian masyarakat nelayan khususya.( Hendra ).

Diduga Pembangunan Pasar Rakyat Desa Tambangan Kelekar Kecamatan Gelumbang Asal Asalan

MUARA ENIM, BERITA-ONE. COM-Belum genap 1 tahun Pembangunan Pasar di Desa Tambangan Kelekar Kecamatan Gelumbang yang dikerjakan oleh CV . Mutiara Indah telah terjadi kerusakan , bangunan yang menggunakan Dana APBD tahun 2017 sebesar 279 . 640 . 000 . - melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PEMDES ) Kabupaten Muara Enim diduga Asal-Asalan saja.
 
Eddy Yusuf salah satu masyarakat pemerhati Pembangunan di Kabupaten Muara Enim mengatakan bahwa dia mendapatkan laporan dari masyarakat yang tinggal diberdekatan dengan pasar , menurut warga setempat pasar ini belum pernah dipergunakan dan umurnya , lebih kurang belum 1 tahun , tapi keadaan lantainya sudah mengalami kerusakan .

Mendapat laporan dari masyarakat tersebut, saya turun langsung cek lokasi dimana pasar dibangun dan memang benar apa yang telah dilaporkan masyarakat tersebut , diduga pekerjaan lantai dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis , sehingga mengakibatkan lantai mudah hancur ” . ungkap Eddy .(Tas)

Meriahkan HUT Kemerdekaan R I Ke- 73,PTBA Gelar Pertandingan Bola U-40

kejuaraan pertandingan sepak bola ceria U -40 plus yang diselenggarakan oleh PT Bukit Asam
MUARA ENIM, BERITA-ONE. COM-Akhirnya Persatuan Sepak Bola (PS) Kelurahan Pasar Tanjung Enim berhasil meraih juara 1 pada pertandingan sepak bola ceria Umur 40 keatas PT Bukit Asam (PTBA) setelah menundukan PS Tanjung Enim 1-0 pada laga final dilapangan sepak bola Saringan Tanjung Enim, Minggu (19/08/2018).

Adapun hasil kejuaraan pertandingan sepak bola ceria U 40 plus yang diselenggarakan oleh PT Bukit Asam sejak Sabtu (18/08/2018) hingga Minggu (19/08/2018) adalah Juara 1 PS Pasar Tanjung Enim, Juara II PS Kelurahan Tanjung Enim, Juara III PS Kelurahan Tanjung Enim Selatan, Juara IV PS Keban Agung.
 
Pada pertandingan Sepak bola ceria U 40 plus PT Bukit Asam ini, panitia memberikan hadiah uang pembinaan masing masing untuk juara 1 Rp 5.000.000,-, juara 2 Rp 3.500.000,-, juara 3 Rp 2.500.000,-, dan juara 4 Rp 1.500.000,-

Satria, Ketua Panitia pelaksana Pertandingan sepak bola ceria U 40 plus PT Bukit Asam menyampaikan dalam sambutannya bahwa pertandingan sepak bola ceria U 40 plus ini merupakan serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 73 di tingkat Kecamaran Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim.
 
Tiada lain tujuannya agar tetap terjalin silahturahmi dan persatuan antar warga di Kecamatan Lawang Kidul khususnya. Ucap Satria, ” Ucapan terima kasih kami kepada pihak pihak yang sudah mensukseskan kegiatan ini tanpa kendala terutama dari Kecamatan Lawang Kidul dan Management PT Bukit Asam (PTBA) ” Ujar Satria pada acara penutupan Pertandingan sepak bola ceria U 40 plus PTBA dilapangan sepak bola Saringan Tanjung Enim, Minggu (19/08/2018) pukul 17.00 WIB. (Tas)

PTBA Serahkan Sapi Korban Ke Desa-Desa Sekitar Tambang Bukit Asam

PT Bukit Asam Tbk menyerahkan sapi korban 
MUARAENIM.BERITA-ONE.COM-PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyerahkan sapi korban ke desa – desa di sekitar Tambang bukit Asam, dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha tahun 1439 H/2018 M, Senin 20/8/2018.

Penyerahan hewan Qurban yang di laksanakan di depan kantor PTBA di hadiri menejer pertambangan non swakelola MTBU, Arfesi, Muhammad Saman dari humas, Camat Lawang Kidul Kades dan Lurah yang menerima Hewan Qurban, dan instasi terkait.

Di tahun ini PT Bukit Asam membagikan Hewan kurban berupa sapi sebanyak 69 ekor yang akandi bagiakan di beberapa wilayah kecamatan/ Desa dan kelurahan.

Di Kabupaten Muara enim Khsusnya di Kecamatan Lawang Kidul sebanyak 37 ekor, (54% dari total hewan qurban), untuk 7 Desa dan Kelurahan, terdiri dari panitia Qurban sebanyak 32 ekor dan dari Direksi sebanyak 5 ekor. Direktur utama: satu ekor untuk masjid at Taqwa Dusun Tanjung. Diekrtur Niaga: 1 ekor untuk masjid Al Iksan saringan. Direktur Keuangan: 1 ekor untuk Langgar Istiqomah Bedeng Obak. Diretur Pengembangan Usaha: satu ekor untuk masjid Aliklas Desa Lingga. Direktur SDM dan umum: satu ekor untuk masjid Al Amin Bara Lestari 1.

Sedangakan Kecamatan Tanjung Agung sebanyak 11 Ekor untuk10 Desa/ kelurahan. Kecamatan Muara Eni sebanyak 6 ekor Untuk 3 Desa/ kelurahan. Kecamatan Merapi Timur sebanyak 9 ekor untuk 8 Desa/ kelurahan. Kecamatan Merapi Barat sebanyak 1 ekor untuk 1 Desa/kelurahan. wilayah lain untuk intansi Sebanyak 5 ekor untuk 5wilaya Desa/ Kelurahan,(Lapas Muara Enim, Legiun Veteran RI Kabupaten Muara Enim, Persatuan pensiun PTBA).

Pada tahun 2017, pengadaan hewan Qurban berasal dari kecamatan Lawang Kidul sebesar 59% dan luar Tanjung Enim, ( Lampung dan Banyu Asin) sebanyak 50%. Sedangkan untuk tahu 2018, 97% atau sebanyak 67 ekor hewan Qorban di pasaok dari para peternak yang berada di wilayah Kecamatan Lawang Kidul, (12 orang peternak) dan 3% atau sebanyak 2 ekor dari Kecamatan Tanjung Agung. Peningkatan jumlah Hewan qurban pada tahun 2018 sebesar 157% dari tahun 2017 dengan rician. Tahun 2017 sebanyak 44 ekor dengan Biaya lebih kurang RP 700 juta. Tahun 2018 sebanyak 69 ekor, (Dari rencana 59 ekor) dengan biaya RP 1.107 Miliyar.

Sobri meneger penambangan non swakelola muara tiga besar, (MTB) menjelaskan , manajemen dari jenjang GM sampai direksi ada di jakarta rapat di kementrian ESDM. Bahwa khusus ptba. Kami harapkan mohon doa kepada masyarakat sekitar agar ptba lebih banyak lagi berbuat.

“PT Bukit asam mengambil sapi dari luar daerah dan alhamdulilah tahun ini 90 persen dari lawang kidul. Ini semua mitra binaan ptba yang ada. Ptba tidak hanya meningkatkan dari segi jumlah namun juga meningkatkan lualitas,” Katanya.

Berdasarkan pemantauan Wartawan di lapangan kantor PTBA , sebanyak 69 ekor sapi kurban di serahkan ke Kades dan lurah yang menerima dan sapi di antar ke tempat – tempat dan langsung di serah terimakan yang menerima kepada panitia pengurus desa maupun kelurahan.(Tas)

Presiden Jokowi Beri Hadiah Kepada Joni Rumah, Sepada dan Jadi Tentara.

Presiden saat berdialog dengan Joni di Istana Merdeka, Jakarta.
Jakarta,BERITA,ONE.COM-Presiden Joko Widodo (Jokowi) memenuhi permintaan Yohanes Ande Kala alias Joni, siswa kelas 1 SMP Negeri Silawan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang telah melakukan aksi heroik memanjat tiang bendera setinggi 20 meter untuk membetulkan tali bendera yang tersangkut saat upacara HUT ke-73 Kemerdekaan RI, di Belu, NTT, Jumat  lalu.

Saat bertemu dalam acara silaturahim dengan para teladan di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/8) siang, Presiden Jokowi sempat bertanya kepada Joni minta apa saja kepada dirinya. Yang dijawab Joni, dengan kata-kata sepeda, minta bikinin rumah, dan jadi tentara.

“Sudah itu saja. Sepeda sama rumah. Ya sudah. Nanti saya tanya lagi tambah lagi nanti kamu. Ya sudah, nanti saya titip ya, belajar yang baik. Kan juga sudah dapat beasiswa kan. Belajar yang baik, bekerja keras hingga bisa meraih cita-citamu,” kata Presiden menjawab permintaan Joni.

Saat Presiden kembali bertanya ingin jadi apa? Joni buru-buru menjawab tentara.

“Jadi tentara. Ya sudah nanti langsung daftar ke Panglima. Langsung diterima kamu. Jaga kesehatan. Kesehatan dijaga semua ya,” jawab Presiden Jokowi.

Dialog Presiden dengan Joni

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi mengaku kaget melihat rekaman video Joni memanjat tiang bendera setinggi 20 meter. Ia meyakini, mereka yang hadir dalam acara silaturahim dengan para teladan tidak akan ada yang berani menirukan Joni memanjat tingga bendera setinggi itu.

“Jon, kamu tahu ya. Apa yang kamu lakukan menaiki tiang itu adalah bahaya loh, bahaya. Terus terang saya waktu melihat itu mikir khawatir dan cemas. Gimana, kok enggak takut menaiki yang tiangnya kecil dan katanya itu pas kamu sakit perut gitu ya. Gimana, gimana?” tanya Presiden Jokowi membuka diaog dengan Joni.

Joni menceritakan, sebenarnya dirinya sakit perut saat mengikuti upacara HUT ke-73 Kemerdekaan RI di Belu itu. Ia lantas disuruh masuk ke ruang UKS (Usaha Kesehatan Sekolah), namun tidak diobati. Namun diberi minum. Karena itu, ia lantas tidur di ruang UKS.

Saat itulah, lanjut Joni, dirinya mendengar suara Wakil Bupati Beli yang sedang memimpin upacara, yang menanyakan siapa yang bisa naik tiang bendera (untuk membetulkan tali yang tersangkut.

“Langsung saya bangun, lari, buka sepatu langsung manjat tiang,” kata Joni.

Presiden sempat bertanya kepada Joni yang terlihat sempat ngos-ngsan waktu memanjang separo tiang. Namun setelah berhenti, Joni kembali melanjutkan memanjat tiang.

“Kamu sebelumnya sudah sering manjat-manjat tiang atau manjat apa gitu, manjat pohon atau?” tanya Presiden, yang dijawab langsung oleh Joni, “Manjang pinang biasa”.

Presiden Jokowi menilai aksi heroik yang dilakukan Joni adalah sesuatu yang membahayakan. Dan juga harus diingatkan. Tapi Presiden menilai, itulah keberanian dan pengorbanan tanpa pamrih Joni, ingin agar merahputih terus berkibar di Kabupaten Belu.

Humas Seskab  mengatakan, Presiden kemudian meminta Mensesneg Pratikno, agar membawa Joni meliha-lihat Dunia Fantasi dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). (SUR).

Lima Belas Calo Tiket Bola Asian Games Dibekuk Polisi.

Para calo yang diamankan.
Jakarta,BERITA -ONE.COM-Sebanyak 15   calo tiket Asian Games di Stadion Patriot Chandrabaga, dibekuk Reserse Kriminal Polres Metro Kota Bekasi.

Para  calo itu digelandang ke kantor Polres Metro Bekasi Kota, lantaran kedapatan menawarkan tiket masuk pertandingan bola seharga Rp120.000, di momen HUT RI ke-73.

Barang bukti yang disita.
Kelima belas orang itu masing-masing, Karma Setiadi, Edi Prasetyo, Usman Coleng, Andy Purnomo, Fajar Permadani, Cece Setiawan, Junaedi, Tatang Sutisna, Iqbal Batiyah, Nurdin, Suratno, Bambang Raharjo, Indra, Sidoarjo, Dian Rusdiana.

"Selain itu juga diamankan 5 orang penonton yang kedapatan memiliki tiket masuk pertandingan yang berbeda, antara tiket dengan potongan tiket tersebut. Penonton itu mengaku membeli tiket pertandingan di tiket box dan calo yang berada di sekitar stadion," kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing, Minggu kemarin.

Humas PMJ mengatakan, adapun barang bukti yang diamankan, antara lain karcis masuk seharga Rp75ribu sebanyak 160 lembar, uang hasil penjualan karcis sebesar Rp2.635.000, karcis masuk yang diduga palsu sebanyak 9 lembar.

Permasalahan calo ini memjadi perhatian serius pihak keamanan setempat selama Asian Games 2018 berlansung .(SUR).

Tiga Mantan Petinggi PT. Sang Hyang Seri Mulai Diadili

.Tiga mantan pejabat PT SHS yang diadili.
JAKARTA,BERITA-ONE.COM-Pengadilan Tipikor Jakarta  mulai mengadili 3 mantan petinggi PT. Sang Hyang Seri (PT. SHS) Persero  yang mengkorup uang negara sebesar Rp 7 milyar. Mereka itu adalah Direktur Utama PT. SHS kantor regional I Sukamandi, Syaiful Bahri,  Kepala Divisi Keuangan PT. SHS Pusat/Jakarta Drs Kitot Prihartono.S,MM dan Kabag Keuangan PT. SHS   Herman Sudianto.

Para terdakwa yang sidangnya diseplit menjadi tiga, namun malah digabung dalam satu persidangan dengan majelis hakim yang sama,  Jaksa Dr. Erianto .N.SH, MH dalam dakwaannya mengatakan, mereka melamggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU NO: 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan UU NO:20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Para penasehat hukum terdakwa Kitot Prihartono.
Dihadapan mejelis hakim yang diketuai Fadlan Hendrik SH, jaksa dalam dakwaannya mengatakan,   mereka secara bersama pada waktu bulan Februari 2012 sampai pada bulan Juli 2012 di kantor PT. SHS   Jakarta dan PT. SHS kantor refional I Sukamandi, Subang Jawa Barat, telah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi yang merugikan keuangan negara Rp 7 milyar.

Perbuatan itu dilakukan dengan cara sebagai berikut; pada tahun 2012 PT. SHS mengelola Kredit Modal Kerja (KMK) dari fasilitas kredit BRI dan BNI dengan masing masing peruntukan antara lai; usaha pembenihan tanaman pangan dan holtikultuta, bantuan  benih subsidi, dan bantuan pupuk PSO  APBN  2011.

Dana program peperintah yang akan diperuntakan dikelala oleh bidang keuangan PT.SHS, dimana Kitot sebagai kepala duvisi keuanga PT SHS Pusat/Jakarta, Dan Herman sebagai kepala keuangan tahun 2012,  telah menyetujui penggunaan dana KMK  PT. SHS untuk dikirim sebagai biaya oparasionan PT. SHS Regional I Sukamandi dengan cara, terdakwa Herman memaraf beberapa kali surat permohonan permohonan untuk droping dana ke PT . SHS Regional I Sukamandi.

Hal ini dikabulkan, hingga terdakwa Kitot dari Jakarta   tiga kali  mendroping/mengirim dana ke PT SHS Regional I Sukamandi antara lain;
1. Pada 8 Februari 2012 Sebesar Rp 6 milyar.
2. Tangal 21 Februari 2012 Rp 5 milyar dan
3. Pada 24 Juli Rp 8,5 milyar.

Tapi dalam setiap pengiriman/droping,   sebagian uang  disisakan untuk dikrim kembali ke kantor pusat di Jakarta, atas perintah Kitot selaku pengirim/pendroping yang juga telah disetujui Syaiful Bahri. Uang yang dikembalikan ini yang dikorup oleh para terdakwa dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,  hingga negara rugi Rp 7 milyar .

Atas dakwa Jaksa, terdakwa Kitot  yang didamping oleh pengacara antara lain ; Rona Murni SH,Ludya Maulina Simamora SH, Sumita SH, Achsan Hafis Achmad Nasution SH, Amir Kautsar SH dan A. Rahman SH   menyatakan,  akan mengajukan eksepsi atau nota keberatan terahadap dakwaan, satu minggu mendatang. Begitu juga  terdakwa lainnya. (SUR).

 
Support : WebMaster | Jun Manurung Copyright © 2011. Berita One - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group Proudly powered by Blogger