NEWS ONE

Ratusan Masyarakat Ikuti Ruqiya Massal Dimasjid Agung Muara Enim

Written By Berita One on Minggu, 22 Juli 2018 | 05.36.00

Tim Ruqyah Rehab Hati Tanjung enim.
MUARA ENIM, BERITA-ONE. COM-Ratusan masyarakat memadati Masjid Agung Kota Muara enim mengikuti Ruqyah Massal, Sabtu (21/7/2018), yang diselenggarakan Yayasan Masjid Agung Muaraenim, ikatan remaja masjid dan Tim Ruqyah Rehab Hati Tanjung enim.

Sebelum pelaksanaan ruqyah, Tim Ruqyah Rehab Hati yang diketuai Ust Zarkoni dan Ust Angga Adryansyah memberikan materi mengenai ruqyah, doa dan cara ruqyah serta manfaat yang didapat dari ruqyah.

“Selain dibantu oleh orang lain, ruqyah juga bisa dilakukan secara mandiri. Jadi saat ada gangguan dan penyakit di badan kita sendiri maupun anggota keluarga, kita dapat melakukan sendiri cara-cara dan doa ruqyah tersebut,” ujar Ust Zarkoni.

Selain abtusiasme dari warga Muara enim, kagiatan itu juga diikuti warga dari kabupaten lain. Salah satunya dari Kota Pagaralam. “Saya ikut ruqyah ini karena ingin sembuh dari gangguan jin dan penyakit di badan lainnya, seperti susah tidur dan perasaan selalu was-was,” ujar seorang ibu dari Kota Pagaralam yang enggan disebutkan namanya.

Hal senada disampaikan Candra. Dirinya mengatakan sudah sangat lama sekali ingin melakukan ruqyah, karena sering merasa ada gangguan pada dirinya, teruma dengan hal-hal yang ghoib. Dirinya mengaku, dirinya dua kali kesurupan dan muntah-muntah. “Saya berharap setelah mengikuti ruqyah ini semoga diberikan kesehatan dan kesembuhan lahir dan bathin,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Harian Yayasan Masjid Agung Muara enim Herwan Kahlawi didampingi Sekretaris Kms. Ahmad Malian dan Ketua Pelaksana Ruqyah SYAR "IYYAH" Firdaus, mengatakan acara ruqyah tersebut dihadiri 500an warga dari dalam Kota maupun dari luar Kabupaten Muara enim. Dirinya mengapresiasi antusiasme masyarakkat yang telah mengikuti ruqyah tersebut.

“Kedepan, Pengurus Masjid Agung akan melakukan Program Ruqyah dan program lainnya yang dapat bermanfaat, baik untuk jamaah Masjid Agung Muara enim maupun kepada masyarakat Muara enim. Yang pasti program-program yang bisa memakmurkan Masjid Agung Muara enim,” pungkasnya.(Tas)

Hartono Tanuwidjaja SH,MH,MSI : Indonesia Bukan Negara Hukum, Tapi Negara Dagang Hukum. Sekarang Harus Dirubah Sistem Hukumnya.

Hartono Tanuwidjaja SH,MH,MSI.
Jakarta,BERITA-ONE.COM-Pengacra senior Hatono Tanuwidjaja SH, MH, MSI berpendapat;  bahwa  Sistem Hukum negara Indonesia harus dirubah.  Dari Sistem Hukum Eropa Konstinental dirubah menjadi Sistem Hukum Anglo Saxson. Karena Sistem Hukum Anglo Saxson lebih baik kalau diterapkan di Indonesia. Apa salahnya kalau kita coba, sebab Sistem Politik dan Ekonomi sudah sering berubah, katanya.    Berikut wawancara lengkapnya.

Seperti kita ketahui, dalam kontek menyejahterakan rakyat, di Negara  Indonesia ini ada istilah yang disebut  Trisula, yaitu  Polotik, Akonomi dan Hukum. Dalam bidang Poitik Indonesia sudah beberapa kali mengalami perubahan. Waktu itu, ketika baru merdeka,  kita menggunakan UUD'45 sebagai  Dasar Negara   Republik Indonesia.

Empat  tahun kemudian,  berubah memjadi negara Republik  Indonesia Serikat (RIS),  tahun 1949. Tujuh tahun kemudian yaitu tahun 1956,  kembali ke UUD'45.

Dan dibidang Ekonomi pun,  Indonesia  sudah melakukan perubahan, dari Ekonomi Kerakyatan, Ekonomi Gotong Royong dan  Ekonomi Pancasila.
Sebagai contoh; Pada pemerintahan lama, masalah bongkar muat barang di pelabuhan Tanjung Priok ( Dwelling Time),  sebuah kapal yang akan bongkar barangn,  memakan  waktu tunggu antara 1 sampai 3 bulan , baru bisa bongkan. Tapi dimasa pemerintahan Joko Widodo( Jokowi ) hanya butuh waktu 3 hari. Suatu perubahan yang sangat luar biasa,  atau sangat  darastis.

" Dibidang Hukum Indonesia sisebut Negara Hukum, tapi faktanya, dalam praktek melenceng, menjadi Negara Dagang Hukum", kata Hartono Tanuwidjaja SH,MH,MSI.

Karena, realita dalam masyarakat, masih kata Hartono Tanuwidjaja,  di Polisi orang lapor kehilangan ayam, tapi malah jadi kehilangan kambing atau sapi. Kemudian orang mau gugat pihak lain kepengadilan biayanya  murah,    hanya  sekitar Rp 1 juta saja sudah bisa daftarkan  gugatan ke pengadilan untuk menggugat  pihak lain yang nilainya Rp 100 juta, Rp 10 milyar bahkan sampai  triliunan  rupiah.

Tapi kalau sudah mulai proses persidangan,  akan ketemu istulah HAKIM. Yang artinya " Hubungi Aku Kalau Ingin  Menang". Ini terjadi di Pengadilan. Maksudnya, disini ada proses Ekonomi, tapi dilakukan atau tidak terserah para pihak. Tapi   yang pasti, semuanya pihak  ingin menang.

Begitu juga di Kejaksaan, sama. Jaksa yang seharusnya sebagai pihak  negara yang mewakili korban, malah dagang hukum. Dari P-18, P-19,  P-21 sampai besar kecilmya tuntutan, juga diperdagangkan.

Semuanya ini realita yang menurunkan wibawa hukum di Indonesia. Orang luar negeri tahu bahwa orang orang Indonesia bisa disuap atau disogok. Ada beberapa kasus yang teruangkap untuk menbuktikan masalah ini.

Kalau kita bicara hukum di Indonesia sekarang, pasti korup dan terjadi suap. Walaupun buka perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disetiap ibu kota Propinsi, tetap saja begitu, karena Sistem Hukumnya Korup.

"Kontek yang kita bicarakan inikan sudah 426 tahun Hukum Warisan Belanda berlaku di Indonesia. Dan Rancangan Undang Undang  Kitap Undang Undang Hukum Pidana ( RUU-KUHP)  sudah beulangkali diolah untuk diganti. Tapi mengolahnya seperi mengolah dodol, sodok sana-sini,  kanan kiri dan maju mundur. Tidak pernah jadi tuh, refisi KUHP. Padahal masalah ini pernah dilakukan mulai jamannya Prof. Muladi, Prof Andy Hamsah, Sahetapi dan lainya.

Dengan sistem hukum kita  seperti sekarang ini, ( cenderung korup), lalu timbul pertanyaan, " Mengapa kita yang selama ini menggunakan Sistem Hukum Eropa Konstinental (Belanda) tidak mencoba mengganti dengan sistem hukum Anglo Saxon,  yang selama ini digunakan Inggris dan negara negara Persemakmuran ( Commonwealth of Nation)  serta (AS) Amerika Serikat?

" Kita kan boleh mencoba. Kenapa tidak mencoba? Politik dan Ekonomi saja  sistemnya boleh dirubah. Masak Sistim Hukum Indonesia tidak boleh berubah. Dan,   kalau sudah dirubah namun tidak cocok, ya kembali lagi ke Sistem Hukum yang lama, kan tidak apa-apa. Tapi kita musti coba" kata Hartono Tanuwidjaja SH,MH ,MSI, dengan  tegas.

Ditambahkan, untuk merubah Sistem Hukum kita yang korup ini apakah harus menunggu 500 tahun atau 1000 tahun lagi? Kalau begini terus tidak ada habis-habisnya, tiap hari ada berita operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK.

Kita lihat tentang kesadaran hukum masayarakat kita. Dalam berlalu lintas, semua marka jalan akan dilewati, dulu-duluan. Entah duluan sampai, ketabrak, atau duluan mati. Semua inginya duluan.

Sebagai perbamdingan. Di Bangkok, Thailand, kabel listriknya paling semrawut, kayaknya orang disana  tidak bisa mengaturnya. Tapi, begitu lampu lalu- lintas menyala merah, semua berhenti. Jangankan manusia, semut pun tidak ada yang jalan. Orang-orangnya bisa tertip.

Begitu juga di Singapura, di jalan Tol, mobil berjalan tidak boleh melebihi 90 km/jam. Lebih dari itu ditilang, dan surat tilangnya langsung dikirim kerumah. Tapi kalau di Indonesia, surat tilang dikirim kerumah, silahkan. Kan,  tempat   tinggalnya tidak sama dengan alamat rumah.

Jadi semuanya itu karena Sistem Hukum kita belum berubah. Belum dipikirkan atau belum ada keberamian untuk mencoba berubah dari Sistem Hukum Eropa Konstinentak ke Sistem Hukum Angglo Saxon. Yok , kita coba untuk berubah. Sistem Politik dan Sistem Ekonomi  saja boleh berubah. Kalau tidak cocok, ya kembali lagi ke sistem hukum yang lama, kan boleh. Tapi kan, pernah coba untuk berobah.

Banyak contoh,  dibidang agama misalnya,  orang mau kawin,  yang semula beragama Islam atau Kristen berganti agama. Yang semuala  beragama Islam masuk ke agama Krieten atau sebaliknya. Sebagai contoh, ada seorang artis A beragama Kristen, akan menikah dengan laki-laki B beragama  Buda. Dan jadi menikah setelah salah satunya  berganti agama.

Di negara Brunai Darusalam, negara ini bekas jajahan Inggris, tapi Sultan Brunai menerapkan sistem Hukum dinegeri ini dengan sistem Hukum Islam, tidak menggunakan sistem Hukum Anglo Saxon. Nyatanya bagus juga.

Di Aceh, setiap orang yang beragama Islam  merupakan subyek hukum Islam, dasarnya  ( Qanun Jinayat) / Perda Syariah Islam yang memberlakukan hukum Islam  tersebut. Tapi orang yang  beragama Islam yang melanggar. Contoh,  dengan ditangkapnya Gubernur Aceh  Irwandi Yusuf oleh KPK seperti  sekarang ini, apakah dia mau kalau tangannya dipotong? Pasti tidak mau.

Sekarang masyarakat Indonesia mayoritas beragama Islam, melaui teferendum atau surfai, maukah menggunakan hukum Islam sebagai penggantinya?  Dengan demikian harus mau juga  konskwensinya.  Kalau mencuri, potong tangannya. Apakah ada yang mau? Pasti tidak ada yang mau.

Kita ini dijajah Belanda 350 tahun, dibegok-begoin. Di Belanda tidak ada suap menyuap,  atur-atur vonis,  jam kerja karet,  dan lainya. Dan di Singapura, tidak ada orang yang foto-foto di pengadilan, dilarang. Tapi di Indonesia, nenek, kakek, dan cucu serta lainnya boleh datang ke pengadilan untuk menyaksikan saudaranya yang sedang diadili. Seolah bangga. Inilah masalah yang harus kita rubah.

Oleh karena itu, mental yang perlu dirubah.  Dan  saya senang ketika pemerintahan Jokowi membentuk departemen baru, Menko Pembangunan mental dan budaya untuk memulihkan mental dan budaya bangsa Indonesia. Sebagai contoh; Australia, dulu tempat pembuangan penjahat/marapidana  dari Inggris. Sekarang, keadaan disana tertip.

Jadi sekali lagi, mental orang Indonesia yang perlu diperbaiki atau dirubah, tapi realisasinya yang susah. Program pembangunan Revolosi Mental,  tak jelas. Tapi mengapa, mereka yang ada di DPR tak berani merubah setem hukum kita? Padahal Sistem Hukum kita yang harus dirubah, lalu mentalnya.
Misalnya, orang korupsi dihukum 10 tahun penjara, paling paling nantinya mati didalam penjara. Tapi tidak ada recovernya. Hukum kita hanya untuk memghukum, melaksanakan balas dendam. Padahal dampak dari korupsi itu luas, dana besar  yang dikorup itu bisa digunakan untuk pembangunan apa saja.

Kenapa orang orang di negeri lain itu kok bisa tertip. Di kita hukum boleh dilanggar, meminum minuman keras boleh, merokok  disembarang tembat boleh. Padahal sudah ada  Perda yang melarangnya. Kan, jadi susah kalau semuanya serba boleh dilanggar.

Kita semua mau maju, tapi mental kita masih terbelakang. Sebenarnya kita harus melihat sistem hukum adat kita, di Palembang, Madura dan Makasar,  misalnya. Disana mereka mengikuti hukum adat warisan  leluhurnya untuk mempertahankan kehormatan yang berkaitan dengan harga diri, karena harga diri merupakan  hal yang nomor satu. Tapi dihukum nasional kita tidak ada yang seperti itu, tidak ada yang bisa kita banggakan.

Prinsip prinsip hukum adat tersebut diatas sebenarnya bisa kita pertahanakan. Kenapa kita tidak mempertahankan pronsip prinsip itu, padahal bagus. Apa lagi yang harus kita rubah? Untuk merubah diri kita sendiri saja susah. Misalnya dari miskin menjadi kaya, dari kaya menjadi lebih kaya lagi.

Hartono Tanuwidjaja  menabahkan, Politik , Ekonomi boleh berupah, tapi kuhum kita tidak berubah-rubah walau sudah 426 tahun. Masalahnya kita  tidak berani  merubah Sistim Hukum kita. Apakan ada orang lain yang  kepentingan dibalik sistem Hukum yang korup ini. Kita tidak tahu.

Kalau kita bandingkan dengan sistem kukum di Singapura, orang mengajukan gugatan, akan ditanya sudah siap atau belum, dan isinya bisa dipertanggung atau tidak. Kalau tidak bisa dipertanggung jawabkan,bisa masuk penjara.  Kalau sudah lengkap dan mekenuhi tententuan,  hakimnya ditentukan, 3 orang, termasuk semua biayanya, dideposit. Orang tidak bisa bermain main dengan hukum. Tapi di Indonesia tidak, sudah tujuh  kuasapun masih bisa diganti.

Jadi hukum kita ini tidak dihargai. Hukum kita kalau dilihat dari luar bagus, Rechtsstaat ( negara hukum),  faktanya Negara Dagang Hukum, yang dijual keadilan. ini harus dirubah, seperti orang lain yang telah bisa berubah.

Diakhir wawancaranya Hartono Tanuwidjaja SH,MH,MSI menegaskan, sudah waktunya  Sistem Hukum dan mental kita dirubah.  Dari Sistem Hukum Eropa Konstinental menjadi Sistem Hukum  Anglo Saxon yang selama ini digunakan oleh negara negara persemakmuran dan  Amerika Serikat, katanya. (SUR).

Melalui DD/ADD, Desa Suka Damai Membangun

Kepala Desa (Kades) Rudianto,
PALI,BERITA-ONE.COM - Pesatnya pembangunan bukan dilakukan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang ilir (PALI) saja akan tetapi disetiap pelosok desa dalam membangun daerah di era sekarang ini sangat di prioritaskan terutama infrastruktur.

Semua itu bisa berjalan karena ada kepedulian pemerintah terhadap kemajuan desa di seluruh wilayah bumi nusantara dengan mencanangkan anggaran dana desa DD / ADD ke setiap daerah pedesaan di seluruh Indonesia dimana dana tersebut bersumber dari anggaran APBN dan APBD.

Salah satunya Desa Suka Damai Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI dibawah kepemimpinan Kepala Desa (Kades) Rudianto, anggaran yang turun dari pemerintah di terapkan dengan sebaik mungkin untuk pembangunan desa khususnya di Desa Suka Damai

Ketika di temui dikediamannya, Minggu (22/7/2018) mengatakan, dalam mengemban amanah dari masyarakat dalam kinerja selalu di terapkan kedisiplinan dan penuh rasa tanggung jawab agar bisa mengayomi dan menjalin hubungan baik antara pemerintahan desa dengan masyarakat.

Dijelaskannya, Hal tersebut di terapkan agar dalam pembangunan sarana prasarana akan cepat terwujud sesuai yang di harapkan. Dalam pengerjaan pembangunan fisik maupun nonfisik anggaran yang di gelontorkan oleh pemerintah di alokasikan dengan sesuai harapan khususnya bagi masyarakat yang ada di Desa Suka Damai.

Adapun menurut Rudianto yang kerap disapa Anto tersebut, selaku kepala desa Suka Damai, pada tahan pertama dan kedua anggaran DD/ADD pihaknya telah melakukan pengerjaan sarana dan prasarana yang menyentuh masyarakat.

" alhamdulilah manfaatnya sudah di rasakan oleh masyarakat, dengan Membangun Desa Melalui DD/ADD, " Diantara program pekerjaan yang telah diselesaikan Bidang Pembangunan Dan Pemberdayaan, diantaranya. pembuatan Drainase sepanjang 400 meter melalui DD, Jalan Setapak sepanjang 390 Meter dengan lebar 1/2 (Satu setengah meter) melalui DD, dan Jalan setapak sepanjang 29 Meter dengan lebar 3 Meter serta pembangunan Paud dan Lapangan bola Volii sebanyak 2 unit.

Selain itu, pembangunan sumur bur 7 unit dan WC (jamban sehat) sebanyak 100 unit melalui dana ADD, dan juga kita sudah melayangkan surat ke pemerintah daerah untuk memintak penambahan Jamban sehat di Desa Suka Damai.

Kepala Desa berharap agar masyarakat maju dan sejahtera dan pelayanan terhadal warga lebih ditingkatkan, ujarnya.

Kedepan Lanjut Rudianto, selaku aparatur pemerintahan desa dalam menjalan roda pemerintahan untuk kedepan bisa lebih di tingkatkan lagi agar bisa terwujud dan terlaksana membangun daerah untuk kesejahteraan juga meningkatkan tarap hidup perekonomian di kalangan masyarakat dengan menjadi desa yang mandiri serta mewujudkan PALI cemerlang Sumsel Gemilang, tutupnya.(Suhardi)

Warga Dusun 3 Desa Muara Gula Lama Abdul Hamza (Bedul) Hilang Hingga Sekarang Belum Pulang Kerumahnya.

Abdul hamza (Bedul) Bin Herli umur 27 tahun,Hilang
MUARA ENIM, BERITA-ONE. COM-Warga Dusun 3 Desa Muara Gula Lama, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, yakni Abdul hamza (Bedul) Bin Herli umur 27 tahun,Hilang dan sampai sekarang belum kembali kerumahnya,Minggu (22/07/2018)


” Berawal keluarganya mengetahui anaknya hilang belum kembali kerumah 2 hari habis lebaran hari raya Idul fitri 1439 H.keluarganya sudah mencari kemana mana tapi tidak membawakan hasil.


” Adapun Ciri Fisik Abdul Hamza Bin Heli atau sering di sapa (Bedul) kurus tinggi badan 165 cm rambut lurus mempunyai jiwa kurang normal siapa yang menemukan anak tersebut bisa menghubungi secepatnya pihak keluarganya lewat Ponsel Hp.085273140603.


Ripul selaku kepala desa muara gula lama kecamatan ujan mas Kabupaten Muara Enim mengatakan kepada awak Media ,memang benar ada warganya hilang panggilan (Bedul) belum kembali kerumah orang tuanya sampai sekarang, bagi masyarakat yang menemukan anak tersebut tolong secepatnya menghubungi pihak keluarganya atau bisa menghubungi pemerintah Desa Muara Gula lama Kecamatan Ujan Mas .” kata Ripul.(Tas)

Cukup Bukti, KPK Tetapkan Kalapas Sukamiskin Dan Lainya Jadi Tersangka.

Written By Berita One on Sabtu, 21 Juli 2018 | 16.40.00

Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen sebagai tersangka.
JAKARTA,BERITA-ONE.COM-Usai melakukan oparesi tangkap tangqn (OTT) Sabtu  21 Juli 2018,  KPK menetapkan Kepala Lebaga Permasyarakatan  (Kalapas) Sukamiskin Wahid Husen,  Fahmi Darmawansyah, Hendra Saputran dan, Andi  Rahmat , ditetapkan sebagai tersangka ", kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers di gedung KPK,  Jakarta Selatan, Sabtu 21 Juli 2018.

"Mereka ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus  suap fasilitas napi korupsi di Lapas Sukamiskin . Tersangka Wahid Husein  Kalapas  Sukamiskin dan Hendry Saputra diduga sebagai penerima. Sedang  sebagai pemberi, adalah Fahmi Darmawansyah, napi koruspi dan  Andi Rahmat, narapidana kasus pidana umum/tahanan pendamping Fahmi Damawansyah.

Kalapas Sukamiskin dan stafnya diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Terpidana Fahmi Darmawansyah dan istrinya,  Inneke Kusherawaty.
Sedangkan Fahmi, suami artis  Inneke Kusherawari , dan Andi Rahmat disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Kepala Lapas Sukamiskin Bandung,  Wahid Husen yang baru saja dilantik 4 bulan ,  bersama   lainnya  ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dirumahnya, di Bandung Jawa Barat,

" Dalam OTT ini  total ada 6 orang  diamankan,  dan barang bukti uang  tunai rupiah dan uang  mata uang asing . Ketentuan di KUHAP, KPK diberikan waktu paling lama 24 jam sebelum penentuan status hukum pihak-pihak yang diamankan tersebut, dan 4 orang yang menjadi tersangka.

Dalam penggeladahan di  Lapas Sukamiskin ini
selain Wahid, Tim Satuan Tugas KPK juga menangkap supir Wahid, Hendri. Mereka kemudian dibawa ke Lapas Sukamiskin untuk menyaksikan KPK melakukan penyegelan dan penggeledahan.

Dalam  melakukan penggeledahan, pertama dilakukan terhadap kamar tahanan Fahmi Darmawansyah, (terpidana  kasus Bakamla)  dan Andri seorang narapidana tipikor yang sedang mendekam di lapas tersebut yang selnjutnya Tim Satgas KPK  menggeledah kamar tahanan narapidana tipikor lainnya.

Dan selanjutnya petugas
menggeladah ruang kantor Bagian Perawatan dan ruang Kepala Lapas serta  melakukan penyegelan terhadap filing kabinet yang ada di ruang perawatan dan ruang kalapas. Masih dinihari,  KPK  membawa Wahid, Hendri, Fahmi, dan Andri ke Jakarta,  yang kini sudah jadi tersangka.

Dan menurut catatan;
sejak lama, Lapas Sukamiskin diketahui sering memberi perlakuan istimewa terhadap napi tipikor yang bebas keluar masuk lapas, antara lain mantan direktur PT Masaro Radiokom, Anggoro Widjojo, yang tersangkut kasus korupsi di Kementerian Kehutanan.
Kemudian, mantan Wali Kota Palembang, Romi Herton dan mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin.
Mereka diduga memanfaatkan izin berobat ke luar lapas untuk mengunjungi apartemen dan rumah kontrakan. (SUR).



Warga Temukan Granat Korea Yang Kondisinya Masih Mulus

Anggota Ramil 11/Brb amankan Granat Korea,
BIREM BAYEUN ,BERITA-ONE.COM-Danramil 11/Birem Bayeun Kodim 0104/Aceh Timur Kapten Inf Noverlan bersama anggota Ramil 11/Brb amankan Granat Korea, yang diduga dibuang oleh tuannya bertempat di kebun warga, Dusun Tunong, Desa Kemuneung Hulu, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (21-07-2018).

Penemuan Granat tersebut diperoleh informasi dari Gheucik Kemuneung Hulu a.n Muhammad Yani.(42), yang melapor kepada Babinsa Ramil 11/Brb Sertu Edy Saputra tentang warganya a.n Hasan (43), Pekerjaan PNS ( Dinas Kebersihan Kota Langsa ) Alamat Desa Paya Bujuk Seulemak Kec. Langsa Baro Pemko Langsa  melihat benda yang mencurigakan (diduga Granat) di kebun karet miliknya.

Kemudian Babinsa melaporkan kepada Danramil perihal penemuan Granat di Desa Kemuneung Hulu, selanjutnya Danramil berkoordinasi dengan Kapolsek Birem Bayeun dan Danki Kompi II Brimob Aramiah untuk menerjunkan Tim Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) guna mengamankan benda yang mencurigakan tersebut.

Mengingat waktu sudah malam yang tidak memungkinan untuk mensterilisasikan benda mencurigakan tersebut. Maka Danramil dan jajaran Polres Aceh Timur sepakat besok pagi akan dilakukan seterilisasi dilokasi kejadian oleh Tim Jihandak Brimob.

Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Muhammad Iqbal Lubis mendapatkan laporan tersebut langsung memberikan perintah kepada Danramil dan anggota jajaran Ramil 11/Brb untuk mengamankan tempat tersebut, takutnya ada warga yang tidak tau adanya Granat ditempat itu, akan meledak seandainya terinjak atau tersenggol, tegasnya.

Sementara Kapten Noverlan mengatakan hasil pantauan dilapangan Granat tersebut sengaja di buang oleh pemiliknya, karena dilihat dari bentuk Granat masih dalam kondisi mulus, hanya pengaman yang berkarat. Sementara Pen Pengaman sudah tidak ada hanya tali pelastik sebagai pengaman tambahan yang masih terikat, terangnya.

Apabila Granat tersebut sisa dari Konflik di Aceh, maka kondisi Granat pasti sudah berkarat karena sudah lama terkena hujan, panas dan tanah. Akan tetapi yang berkarat hanya pengaman nya saja sementara kondisi Granat masih mulus.

Dilihat dari pengaman tambahan yaitu “Tali Pelastik” yang mengikat pengaman apabila Granat tersebut sudah lama atau sisa konflik maka tali pelastik tersebut pasti sudah hancur, akan tetapi tali plastik tersebut masih terikat sedikit rapuh akibat terkena hujan dan panas.

Dilihat dari kondisi apabila Granat tersebut sisa konflik yang di gunakan tidak meledak sudah pasti Granat tidak diikat dengan tali pelastik sebagai pengaman tambahan, pungkas Danramil.(Syarifuddin Usman)

Wakil sekretaris DPW PAN Sumsel Lakukan Silahturrahmi dan Koordinasi Dalam rangka pemenangan PAN 2019

PALI.BERITA-ONE.COM-Kedatangan Faizal Anwar,SE ini disambut oleh Ketua KPPD PAN PALI didampingi Bendahara Rommy Suryadi, A. md dan Caleg dari tiga dapil di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir pada Sabtu, (21/07/2018) disekretariat DPD PAN Kabupaten PALI.

Faizal Anwar yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Muara enim ini sengaja datang Ke PALI dengan tujuan untuk membangun Komunikasi dan koordinasi sebagai upaya silahturrahmi aktif  terhadap para kader dan Calon Legislatif Kabupaten PALI dengan tujuan mempererat jalinan silahturrahmi antar caleg menjelang 2019 mendatang.

Sebagai Caleg Dapil VI Lanjut Faizal Anuar, SE juga merupakan Koordinator Wilayah Davil VI PAN Sumsel Sekaligus Calon Legislatif  Daerah Pemilihan VI Sumsel sudah tentu jauh - jauh mesti membangun komunikasi yang aktif untuk Merebut Kemenangan PAN diseluruh Kabupaten Kota Se Propinsi sumsel ujarnya.

Usai silahturrahmi Kesekretariat DPD PAN PALI,  Usai Sholat Magrib bersama di Masjid Al Ikhsan Kecamatan Talang Ubi dilanjutkan makan bersama caleg PAN PALI di Rumah Makan Nasional(Rumah Makan Acong red),  kedatangan anggota dewan muara enim dari Partai Amanat Nasional ini dalam rangka membangun silahturrahmk dan komunikasi untuk pemenangan PAN pada pemilu legislatif 2019 mendatang, "ujarnya.

A Haris Bakal Caleg PAN Dari Dapil II saat dimintai komentarnya terkait kedatangan Faizal Bakal Calon Legislatif Dapil VI,  merasa sangat senang, semangat serta termotivasi untuk kemenangan PAN 2019 nanti.

Mudah - mudahan dengan datangnya Bakal calon yang memberi semangat, sehingga kami caleg dari dapil II PALI bisa meraih kemenangan, dengan target insya allah 2 kursi. Melihat antusias kader militan PAN.

Sementara itu Basir, ST Bakal Calon PAN dari dapil III Kabupaten PALI, saat diwawancarai wartawan usai makan bersama Faizal Anuar menyampaikan, bahwa adanya dorongan semangat dari Saudara kita Faizal, ini merupakan acuan bagi kami caleg di PALI dengan harapan dapat menambah kursi dari kursi yang ada saat ini. Insya Allah kami akan mendapatkan kursi sebanyak mungkin dari dapil kami masing - masing."pungkasnya.(SH)

Pemakai Sekaligus Bandar Narkoba Di Tangkap Polisi

Tersangka Irwan Zulfikar
PRABUMULIH, BERITA-ONE.COM Serbuk Kristal yang diduga Narkotika Jenis Sabu ditemukan petugas kepolisian usai melakukan penggeledahan di rumah tersangka Irwan Zulfikar Alias Dedek (32) warga asal jalan madang, Kelurahan Muntang Tapus, Kecamatan Prabumulih Barat.

Semula, Tersangka digerebek anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih di wilayah Perumnas Vina Sejahtera III, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur pada Jum'at 20 Juli 2018, sekitar Pukul 18.00 WIB. Namun saat itu petugas hanya mendapati sedikit barang bukti pada tersangka.

Berdasarkan Informasi masyarakat yang didapat pihak kepolisian, tersangka merupakan pemakai sekaligus bandar narkoba yang kerap melakukan jual beli barang haram di seputaran wilayah tersebut. Kuat dugaan Barang bukti tersebut sisa transaksi yang dilakukan oleh tersangka.

Tak sampai disitu petugas yang curiga langsung menggiring tersangka Irwan ke kediamanya. Usai melakukan penggeledagan rumah tersangka, petugas menemukan barang bukti dua paket Sabu yang tersimpan dibawah lemari pakaian dikamar tidur tersangka.

Akibatnya, Tersangka harus pasrah saat digelandang petugas ke Mapolres Prabumulih. Selain tersangka, petugas juga mengamankan 2 buah plastik klip bening berisi kristal putih yang diduga Natkotika jenis Sabu dengan berat Brutto 1,03 Gram. Barang Bukti tersebutlah yang menghantarkan tersangka Irwan ke tahanan sementara Polres Prabumulih.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH, melalui Kasat Narkoba Polres Prabumulih AKP M Ali Asri, SH mengatakan, Tertangkapnya tersangka Irwan Usai petugas melakukan Pengembangan Informasi yang didapat dari Masyarakat.

"Tersangka kita tangkap atas kasus tindak pidana Peredaran dan atau penyalahgunaan Narkoba. Saat penggeledahan rumah, petugas kita menemukan barang bukti tersebut yang sengaja disimpan tersangka dibawah lemari pakaian dalam kamar tidurnya," Ujar M Ali.

Dikatakan M Ali, Dari Interogasi yang dilakukan, tersangka mengakui barang haram berupa Sabu itu memang miliknya. Sejauh ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna mengetahui sumber penyuplai dan jaringan peredaranya.

"Tersangka tak bisa mengelak saat petugas kita menemukan barang bukti atas keterlibatannya dalam tindak kejahatan transaksi dan pengunaan narkoba, Saat ini tersangka masih dalam proses penyidikan lebih lanjut guna mengungkap jaringannya," Tandasnya. (MK)
 
Support : WebMaster | Jun Manurung Copyright © 2011. Berita One - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group Proudly powered by Blogger