NEWS ONE

Hasil Survei Tentukan Cagub Dari PDIP

Written By Berita One on Senin, 29 Agustus 2016 | 02.19.00


(DPD) PDIP Sumsel Giri Ramanda Kemas

LUBUBUKLINGGAU,BERITA-ONE.COM- Menyikapi pesta Demokrasi pemilihan calon gubernur Sumatera Selatan yang akan dilaksanakan pada 2018 mendatang, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum tentukan sikap hingga hasil survei 2017 didapatkan.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDIP Sumsel Giri Ramanda Kemas, bahwa hingga saat ini pihaknya belum menentukan sikap dan belum juga mendorong bakal calon yang akan maju pada pesta pemilihan gubernur dan wakil gubernur sumsel pada 2018 mendatang.

"Hingga saat ini kami belum bisa menentukan sikap siapa yang akan diusung untuk menjadi gubernur atau wakil gubernur karena kami masih menunggu hasil survei yang akan dilaksanakan oleh tim pada pertengahan 2017 mendatang," Ungkapnya Senin (28/8) sekitar pukul 15.00 WIB saat menghadiri acara pelantikan LKS di Kota Lubuklinggau.

Pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sumsel ini juga mengatakan bahwa terkait dirinya apakah akan maju di pesta pemilihan cagub dan cawagub sumsel ia juga belum dapat memastikannya sebab berdasarkan aturan DPP PDI dirinya sudah diberikan amanah di DPRD saja.

"Sejauh ini saya belum bisa memastikan apakah saya maju ke pilgub ini atau tidak sebab sejauh ini dari DPP belum memberikan ijin untuk saya maju menjadi cagub tapi kalu bupati atau walikota kemungkinana bisa terjadi," jelasnya.

Pria yang sering disapa bung giri ini juga menyampaikan bahwa di 2018 mendatang PDIP tidak akan mengusung calon lain selain calon yang kadernya dari PDI P, baik mencalonkan diri sebagai cagub atau cawagub.

"Yang jelas kami akan mengusungkan calon yang asli berasal dari kader PDIP bukan dari luar PDIP, meskipun nanti hanya menjadi cawagub saja, kami tetap akan mengusung kader asli PDIP bukan dari partai lain," ujarnya.

Ia juga menambah sejauh ini belum ada petunjuk resmi dari DPP siapa kader yang akan maju, yang jelas hingga pertengahan 2017 hasil survei dikeluarkan, pihaknya akan tetap fokus ke tugas dan bidang masing-masing.

"Pestanya kan masih lama jadi untuk sekarang kami masih fokus ketugas masing-masing, biar nanti hasil survei masyarakat pada 2017 yang menentukan siapa yang layak mengemban amanah masyarakat untuk menjadi cagub atau cawagub sumsel 2018 mendatang dari partai PDIP," tegasnya.(Joni)

Pergantian Pasukan Jaga Istana Kepresidenan Disambut Antusias Masyarakat.

Written By Berita One on Minggu, 28 Agustus 2016 | 08.21.00



Masyarakat foto bersama Pasukan Pejaga Istana Kepresidenan
Jakarta, BERITA-ONE.COM-Pergantian Pasukan Jaga Istana Kepresidenan yang kembali digelar untuk kedua kalinya, Minggu (28/8) pagi, di halaman luar Istana Merdeka, Jakarta disambut antusiasme masyarakat yang berada di sekitar lokasi. 

Tidak hanya masyarakat yang sedianya berolahraga di Monas, seremoni ini juga menarik perhatian pengendara sepeda motor dan mobil yang melewati sisi jalan halaman luar Istana Merdeka.

Dimulai lebih awal, seremoni kali ini sedikit berbeda dengan sebelumnya, karena didahului dengan pertunjukan dari Korps Musik Pasukan Pengamanan Presiden.

Sigit, salah satu penonton yang datang bersama keluarganya dari kawasan Pancoran, mengungkapkan kegembiraanya dapat menyaksikan seremoni ini. “Bagus, masyarakat jadi tahu pergantian pasukan Paspampres seperti apa. Selanjutnya kalau bisa dilaksanakan terus, dijadwalkan rutin,” ujar Sigit.

Selain itu, Sigit juga mengapresiasi apa yang dilakukan oleh pihak Istana dan Paspampres melalui seremoni yang terbuka bagi masyarakat tersebut. Menurutnya, kini masyarakat bisa merasa semakin dekat dengan lingkungan Istana.

“Masyarakat umum bisa lebih dekat sama Istana. Biasanya begitu dekat sedikit ke Istana saja disuruh minggir-minggir. Sekarang kita malah bisa foto-foto sama Paspampres, ini bagus sekali,” tambahnya.
Pertunjukan tersebut ternyata tak hanya diminati oleh warga Indonesia. Victor, seorang Warga Negara Rusia yang kebetulan sedang berolahraga pagi turut menyaksikannya bersama dengan masyarakat yang telah berkerumun sebelumnya.

“Ini pertama kalinya saya melihat ini selama saya berada di Indonesia dan saya sangat menikmatinya,” terang Victor.

Kepala Sekretaris Kepresidenan Darmansjah Djumala
Mendekatkan Diri dengan Masyarakat.
Ditemui oleh sejumlah media yang meliput, Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala yang turut berbaur dengan masyarakat menyaksikan seremoni tersebut menerangkan bahwa pihaknya akan terus berusaha untuk semakin mendekatkan kehidupan Istana kepada masyarakat. Salah satu caranya ialah dengan menampilkan atraksi-atraksi baru sehingga semakin menarik minat masyarakat untuk menyaksikan langsung seremoni pergantian pasukan jaga Istana Kepresidenan.

“Oleh karena ini melibatkan publik, kita berpikiran bahwa atraksi-atraksi perlu ditampilkan sehingga menarik minat publik. Kita lihat seperti hari ini bahwa partisipasi publik semakin banyak dibanding dengan bulan lalu. Di sinilah ide kenapa kita menambah atraksi dan menambah jumlah personil,” ungkap beliau.

Lebih lanjut, beliau juga mengungkapkan bahwa ke depannya pihaknya akan terus mengusahakan atraksi-atraksi baru untuk ditampilkan. Salah satu di antaranya ialah pergantian pertunjukan marching band yang akan semakin memeriahkan acara tersebut.

“Marching band rencananya akan kita ganti setiap bulan dengan melibatkan marching band dari institusi lain,” imbuhnya.

Ditanyakan oleh para jurnalis terkait waktu pertunjukan seremoni yang seharusnya digelar pada pekan kedua setiap bulannya, Darmansjah menjelaskan bahwa untuk kali ini sengaja dimundurkan karena pekan kedua sebelumnya bertepatan dengan persiapan perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Sedapat mungkin kita adakan tiap bulan di minggu kedua. Tapi, karena Agustus ini minggu keduanya jatuh pada perayaan 17 Agustus, jadi kita undur pada minggu ini. Untuk selanjutnya tetap pada minggu kedua,” tutupnya.(Humas Seskab/SUR).

Jaringan Narkoba Malaysia-Indonesia Terungkap.


Barang kharam seperti ini yang diselundupkan

Jakarta, BERITA-ONE.COM- Sempat tiga kali berhasil menyelundupkan narkoba akhirnya aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya  berhasil membongkar sindikat narkoba jaringan Indonesia - Malaysia . Jaringan narkoba internasional ini sebelumnya sempat tiga kali berhasil lolos selundupkan narkoba melalui jalur udara.

Pengungkapan tersebut bermula dari penangkapan Ipin, 46 tahun, yang baru saja tiba di Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta dengan menenteng dua koper berisikan 5 kilogram sabu dan dua ratus butir ekstasi.

"Dia posisinya sudah lolos X-Ray, lagi mau nunggu taksi terus langsung kita tangkap," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol John Turman Panjaitan di Media Center Bid. Humas Polda Metro Jaya (PMJ), Jumat (26/8/2016).

Kepada polisi, Ipin mengaku bahwa kedatangannya ke Jakarta membawa barang tersebut atas perintah AM, yang saat itu sudah menunggu kedatangan Ipin di Apartemen Green Bay, Jakarta Utara.

Polisi pun langsung menghampiri AM saat itu juga, dia pun mengakui perbuatannya yang telah menyuruh Ipin. Ternyata barang tersebut merupakan pesanan KD yang selanjutnya akan diserahkan kepada TP.

"KD sendiri sampai saat ini masih kita buru. Dia bosnya dan saat ini lagi ada di Malaysia," ujarnya.
Nantinya, TP akan menyerahkan barang tersebut kepada IW dan Papay yang sudah menunggu di Bandung. Setelah dilakukan pengembangan, ternyata perputaran barang haram tersebut juga diotaki oleh AM yang berada di Pontianak, Kalimantan Barat.

"AM sendiri mengakui bahwa uang hasil penjualan sabu yang dipasarkan di Jakarta dan Bandung disimpan di rekening BCA miliknya," tukas Kombes John.Akibat perbuatannya itu, selain dijerat dengan Pasal 113 UU RI Nomor 35 Tahun 2008 tentang narkotika, AM juga dijerat dengan Pasal 137 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).(Humas PMJ/SUR).

Merasa Tidak Bersalah, Dua Petinggi PT. BA Minta Dibebaskan.




Kedua Penasehat hukum terdakwa.
Jakarta, BERITA -ONE.COM Melalui kuasa hukumnya Hendra Heriansyah SH dan Safri Noe SH, dua petinggi PT Brantas Abipraya (PT.BA) Sudi Wantoko dan Dandung Pamularno, minta dibebaskan dari segala tuntutan hukum serta  merehabilitasi nama baiknya. Hal ini di sampaikan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Jumat, 26 Agustus 2016.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Yohanes SH tersebut kedua penasehat hukum itu  mengatakan, tuntutan Jaksa kepada  para terdakwa tidak terbukti karena hal-hal yang menjadi alasan bahwa terdakwa terbukti melakukan tidak pidana hanyalah rekaan Jaksa belaka  karena muncul secara tiba-tiba atau bimsalabim.

Dicontohkan oleh para penasehat hukum tersebut, pada surat dakwaan tidak ada pasal 15, tapi hal ini  muncul pada saat tuntutan.

"Ini suatu hal yang aneh",katanya. Dan masih  banyak lagi hal-hal yang tidak lazim. Misalnya, bukti-bukti yang  muncul dalam tuntutan, ternyata hanyalah adopsi kata-kata yang  ada dalam surat dakwaan, tambahnya. "Untuk itu klien kami terbukti tidak bersalah. Kami minta para terdakwa untuk dibebaskan dari segala tuntutan hukum", pintanya kepada  majelis hakim.

Seperti diberitakan sebelumya ke- dua petinggi PT. BA, Sudi Wantoko dan Dandumg Pamularno  dituntut hukuman  masing masing 4 tahun penjara dan 3,5 tahun penjara. Selain  itu juga diwajibkan bayar denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan bagi Sudi dan Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan. Pada kasus suap ini menyeret nama Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Sudung Situmorang dan Aspidsus Tomo Sitepu.


Jaksa KPK berpendapat terdakwa 1 dan 2 yakni Sudi dan Dandung sepakat berkoordinasi dan meminta bantuan kepada Marudut, untuk melakukan penyuapan kepada kedua pejabat Kejati DKI Jakarta itu dengan uang sebesar Rp 2,5 juta. (SUR).

KPK Langgar KUHAP, Permohanan Pemohon Agar Dikabulkan

Written By Berita One on Sabtu, 27 Agustus 2016 | 11.00.00

Hafiyah, pemohon praperadilan
JAKARTA, BERITA-ONE.COM-Dua sidang praperadilan yang diproses di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN. Jaksel) dengan pemohon Ryan Seftian (putra Rohadi) dan Hafiyah (istri Samsul,atau kakak Saipul jamil) telah sampai pada tahap kesimpulan.

Dalam kesimpulan yang disampaikan pada hakim tunggal itu para pemohon  menyakan," Permohonan kami mohon dikabulkan karena termohon komisi pemberantasan  korupsi (KPK) telah melanggar KUHAP dalam penangkapan terhadap Rohadi ataupun Samsul Hidayatullah ," kata Tonin Tachta Singarimbun SH, kuasa hukum pemohon usai sidang di PN  Jaksel 28 Agustus 2016.Dikatakan lebih  jauh dalam kesimpulannya, bahwa KPK tidak memiliki kewenangan terhadap kejadian yang disangkakan kepada para tersangka Rohadi, Samsul Hidayatullah, Bertanatalia, Kasman Sangaji, karena mereka bukan aparat penegak hukum. Ketika  melakukan OTT,  KPK mengakui hanya memiliki satu alat bukti, padahal dalam KUHAP ditentukan minimal 2 alat bukti. Dan pula , tidak ada surat perintah dari atasan.

Berdesakan alasan tersebut diatas, pemohon memohon  pada hakim untuk mengabulkan permohanan pemohon selurunya, dan menyatakan KPK  melakukan penagkapan belum sesuai dengan ketentuan dan hukum, serta tidak berdasarkan KUHAP. Dengan demikian seluruh surat yang dikeluarkan KPK berkaiatan dengan permohonan ini memjadi batal.

Selanjutnya dimohon, hakim  memerintahkam kepada termohon untuk melepaskan Rohadi dan Samsul dari tahanan dan merehabilitasi nama baik mereka.

Seperti diketahui , Rohadi dan Samsul ditangkap KPK dalam OTT beberapa waktu lalu karena disangka melakukan  penyuapan terhadap Rohadi , Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam kaitan vonis 3 tahun penjara terhadap Saipul Jamil.(SUR)

Presiden Terkejut, Harga Domba Garut Sampai Rp 60 Jutaan

Presiden memandangi domba-domba yang dikonteskan
JAKARTA, BERITA-ONE.COM-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri  “Temu Wicara Pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Kontes Domba Garut-Kambing”, di Kebun Raya, Bogor, Sabtu (27/8) pagi.

Presiden yang mengaku memiliki 5 (lima) domba yang dibelinya dengan harga Rp3-4 juta itu merasa terkejut dan minder saat mengetahui harga domba-domba yang mengikuti kontes ini mencapai Rp50-60 juta.
"Pikir saya harga 3 juta – 4 juta sudah mahal sekali, saya sudah dapat yang tanduknya bagus, senang. Pada saat masuk sini jadi minder semua, langsung minder, betul-betul sudah kejauhan sekali (harganya),” ujar Presiden Jokowi.

Namun, Presiden memuji domba-domba yang diikutkan dalam kontes di Kebun Raya itu, yang dinilainya sangat cantik dan terawat.

"Saya sangat kagum sekali, betul-betul milik asli Indonesia,” kata Presiden Jokowi memuji.
Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menunjukkan domba-domba yang dimilikinya, bernama Bera, Beri, Dogar, Nyai, dan Edo kepada peserta temu wicara.
 
Dorong Kontribusi
Kementerian Pertanian dalam siaran persnya Sabtu (27/8) pagi menyebutkan, penyelenggaraan Temu Wicara dan Kontes Domba Garut ini digelar dalam rangka mendorong peran dan kontribusi ternak domba dan kambing yang mempunyai potensi tinggi dalam populasi dan produktivitas.

Kontes ini diinisiasi oleh Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI), dan dihadiri oleh kurang lebih 1000 peserta.

Humas Seskab  menyebutkan,  turut mendampingi Presiden dalam acara ini di antaranya Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki,  Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, serta Wali Kota Bogor Bima Arya.(SUR)

BNN Temukan 2,5 Kg Sabu Dan 28 Ribu Ekstasi Dalam Spakbor Truk

JAKARTA, BERITA-ONE.COM-Berawal dari laporan masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali ungkap penyelundupan narkotika golongan I jenis sabu dan ekstasi, Selasa (2/8). Dalam pengungkapan kasus ini petugas mengamankan tiga orang tersangka berinisial SR (pria/WNI/39th/sopir truk/kurir) , MA (pria/WNI/36th/kurir), dan MU (pria/WNI/28th/kurir) dengan barang bukti sabu sebanyak 2.500 gram dan ekstasi (inex/MDMA) sebanyak 24.893 butir yang diselundupkan di dalam spakbor ban truk.

Sebelumnya petugas telah melakukan penyelidikan atas laporan yang diberikan masyarakat tentang adanya peredaran gelap narkotika di sekitar Jembatan Cakat Raya, Jalan Lintas Timur Sumatera, Kp. Menggala, Kec. Menggala Timur Tulang Bawang. Kemudian petugas menemukan truk kontainer yang diduga membawa narkotika yang akan dibawa ke Jakarta. Selanjutnya pada hari Selasa (2/8) sekitar pukul 12.30 WIB petugas memberhentikan truk yang berisikan dua orang tersebut untuk melakukan pemeriksaan.
 
Sabu sebagai barang bukti
Dari hasil penggeledahan yang dilakukan petugas menemukan 2.500 gram sabu dan 24.893 butir ekstasi yang disembunyikan di kanan dan kiri spakbor ban truk. Barang bukti narkotika tersebut ditemukan dalam 8 (delapan) paket yang dibungkus dengan alumunium foil, dimana 5 paket berisi ekstasi dan 3 paket lainnya berisi sabu kristal. Berdasarkan barang bukti yang ditemukan petugas selanjutnya mengamankan dua orang tersangka SR dan MA.

Menurut pengakuan tersangka barang haram yang terdiri dari 8 paket tersebut akan dimasukan ke dalam sebuah tas dan diserahkan kepada seseorang yang berada di Jakarta. Selanjutnya pada hari Rabu (3/8) sekitar pukul 15.30 WIB tepat di halaman parkir SPBU Jalan Raya Merak, Kel. Grem, Kec. Grogol, Merak-Banten, petugas mengamankan MA yang diketahui sebagai penerima paket narkotika. Kini ketiga tersangka SR, MU, dan MA telah dibawa ke kantor BNN pusat, Jakarta Timur guna pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(SUR)

138 WNI Calon Haji Sudah Di KBRI Manila.

Written By Berita One on Jumat, 26 Agustus 2016 | 20.35.00



MANILA, BERITA-ONE.COM-Bisa bernafas sedikit lega setelah  Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan, sebanyak 138 dari 177 Warga Negara Indonesia yang tertangkap pihak otoritas setempat akan berangkat menunaikan ibadah haji dengan menggunakan paspor Filipina, sejak Jumat (26/8) pukul 00.03 dinihari, telah dipindahkan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila.

Pemindahan ke-138 WNI itu dilakukan sejak Kamis (25/8) malam dan selesai pada Jumat (26/8) sekitar pukul 00.03 dinihari. “Sebagian besar dari 177 WNI yg berada di detensi imigrasi Filipina malam ini mulai dipindahkan ke fasilitas KBRI. 138 dari 177 WNI tiba di KBRI Manila sekitar pukul 00.03 dini hari,” bunyi ciutan Kemlu RI melalui akun twitternya Portal_Kemlu_RI pada Jumat (26/8) pagi.
Menurut pihak Kemlu, pagi ini tim KBRI Manila akan bertemu kembali dengan Department of Justice Filipina untuk mengurus transfer WNI yang lain.

Paspor Filipina

Sebagaimana diketahui ke-177 WNI yang akan menunaikan ibadah haji itu menggunakan paspor Indonesia saat tiba di Manila, Filipina. Selanjutnya, pada Jumat (29/8) mereka akan menumpang pesawan Philippine Airline untuk melanjutkan perjalanan ke Jedah, Arab Saudi, dengan menggunakan paspor dan kuota haji Filipina.

Namun saat dilakukan verifikasi awal, ditemukan indikasi baahwa ke- 177 orang itu diyakini adalah WNI yang hendak menunaikan ibadah haji menggunakan kuota Filipina.

“Mereka diduga kuat menggunakan dokumen palsu yang diatur oleh sindikat di Filipina,” kata Lalu Muhammad Iqbal, Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu RI, Sabtu lalu.

Humas Seskab menyebutkan, 177 WNI itu akhirnya mereka dijemput oleh petugas Biro Imigrasi di Bandara Internasional Ninoy Aquino, dan ditahan di Camp Bagong Diwa, Taguig.(ES/SUR)
 
Support : WebMaster | Jun Manurung Copyright © 2011. Berita One - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group Proudly powered by Blogger