Akibat Buka Galian C Tampa Ijin, Dua Oknum Kades Kikim Barat di Amankan Satreskrim Polres Lahat

Kedua Kades Penantian, Susanto (56) dan Kades Saung Naga, Saparudin (55). 

LAHAT-BERITA-ONE.COM - Akibat membuka galian C (pasir sedot) di aliran Sungai Pangi dan tidak memiliki izin (Ilegal), kedua Kepala Desa (Kades) dari Kecamatan Kikim Barat ini ditangkap oleh Satreskrim Polres Lahat untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Minggu (26/9/21) 

Kedua Kades tersebut diantara Kades Penantian, Susanto (56) dan Kades Saung Naga, Saparudin (55). Keduanya terbukti tidak mengantongi izin, sehingga keduanya langsung digiring ke Mapolres Lahat.

Kasus ini terungkap pada hari Kamis (23/9) atas laporan warga, dimana selain pelaku, Satreskrim Polres Lahat juga berhasil mengamankan barang bukti di TKP, berupa 2 Unit Mesin Dompeng, 2 Unit Pipa 4 1/2 inci dengan panjang masing masing 30 meter dan dua saringan pasir persegi empat.


Keduanya dijerat dengan pasal 158 UU No.3/2020 tentang perubahan atas UU No.4/2009 tentang Minerba keduanya terancam kurungan penjara selama 5 tahun, karena melakukan penambangan tanpa izin,” Ujar Kasat Reskrim Polres Lahat, AKP Kurniawi H Barmawi SIK melalui Kanit Pidsus, Ipda Chandra Kirana SH.

Sementara itu, Kapolres Lahat, AKBP Achmad Gusti Hartono SIK membenarkan kasus tersebut. Menurutnya, kronologis kejadian pengungkapan bermula dari informasi masyarakat.

Selanjutnya tim mendatangi TKP tersebut dan benar adanya kegiatan pertambangan berupa Pasir yang disedot dari sungai menggunakan alat berupa mesin dompeng kemudian dialirkan melalui pipa ke daratan menuju ke dalam mobil-mobil yang siap mengangkut hasil pasir tersebut,” katanya

TKP di aliran Sungai Pangi Kecamatan Kikim Barat, diketahui dari saksi saksi (operator, pengurus alat, sopir) usaha kegiatan tersebut adalah milik tersangka inisial SP oknum Kades Saung naga serta SUH oknum Kades Penantian, di Kecamatan Kikim Barat,” pungkas Kapolres. (MC)

No comments

Powered by Blogger.