Polisi Tangkap dr Lois Owien di Apartemen.

Teks foto: dr Lois  Owien.

Jakarta,BERITA-ONE.COM-dr Lois Owien yang belakangan viral dimedia sosial  lantaran pernyataannya yang kontroversial ditangkap oleh Polda Metro Jaya di Apartemen Rasuna Said Jakarta Selatan.

Divisi Humas Mabes Polri Kombes  Pol Ahmad Ramadhan  mengatakan,
sekarang  dr Lois masih diperiksa penyidik setelah diamankan.

Dr Lois diamankan oleh
Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya di Apartemen Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Minggu sore yang kemudian diserahkan ke Mabes Polri untuk diambil alih.

Dr Lois diduga telah melakukan tindak pidana menghalang-halangi atau menghambat penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tengah Wabah Penyakit Menular. 

Belakangan  dr Lois  menjadi perbincangan di media sosial usai menyatakan tak percaya adanya Covid-19 yang sekarang ini  mengahantui  masyarakat

Hal tersebut  dilontarkan dr Lois saat menjadi bintang tamu dalam acara talk show yang diunggah di kanal Youtube Hotman Paris Official, Jumat  lalu.

Hotman Paris kala itu  mengajukan pertanyaan tentang pendapat dr   Lois soal Covid-19. Dr Lois mengatakan dengan tegas kalu dirinya tidak percaya dengan  Covid-19, meskipun masyarakat dunia dihantui dengan   wabah menular yang ganas ini.

Dia menyebut kematian pasien bukan karena Covid-19, melainkan akibat interaksi antar obat ,Itu pemberian obatnya berlebihan dari 6 macam, kata dr Lois.

Mengapa ribuan orang datang ke rumah sakit? Jawaban dr Lois dikarena orang itu setres. Jadi menurunya imunisasi atau setres, katanya.

Pernyataan dr  Lois itu langsung menjadi  perdebatan. Hotman dan Melany juga menilai pernyataan dr Lois tak masuk akal hingga suasana pun menjadi semakin tegang karena perdebatan itu. Dari sini warga mulai ada yang mendukung dan yang menentang.Akhirnya pernyataan dr kontroversial itu.

Bukan hanya di Youtube, video tersebut juga viral hingga media sosial lain seperti Tiktok dan Instagram. Beberapa warganet tampak mendukung dr Lois,  sedangkan sebagian lainnya mengecam. (SUR).


No comments

Powered by Blogger.