Sepasang Kekasih Pemultilasi Dihukum Mati

Teks foto : Kedua Terdakwa  ( Rompi Oranye) usai sidang.

Jakarta,BERIT-ONE.COM-Terbukti  memultilasi korbannya, sepasang kekasih Djumadil Al Fajri Adam Alias Fajri Bin Ali Firman dan Laeli Atik Supriyatin Alias Laeli Binti Makmuri, oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta  Pusat dihukum mati, Selasa (29/6/2021).

Dalam pertimbangan hukumnya hakim  menyatakan para terdakwa  terbukti melakukan tindak pidana yang menyebabkan orang lain atau korban meninggal dunia, juga telah melakukan pencurian.

" Pebuatan para terdakwa   diluar perikemanusiaan sehingga tidak ada alasan pemaaf maupun pembenar," kata  majelis hakim.

Perbuatan terdakwa tersebut telah melanggar pasal Pasal 340 dan Pasal 338 dan 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) kata hakim.

Hukuman mati  yang diberikan  oleh Majelis Hakim , sejalan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

Sebelumnya,  korban mengenal Laeli dari sebuah aplikasi kencan, yaitu Tinder. Setelah melakukan komunikasi daring, keduanya sepakat bertemu di Apartemen itu.

Kedua tersangka sebelumnya melakukan aksinya  telah menyewa Apartemen selama 6 hari terhitung sejak 7 hingga 12 September 2020.

Sewaktu  Rinaldi dan Laeli masuk ke Apartemen tersebut, tersangka Fajri ternyata sudah berada di dalam dan bersembunyi di kamar mandi.

Usai Rinaldi dan Laeli ngobrol dan berhubungan badan, Fajri memukul kepala korban sebanyak tiga kali menggunakan batu dan menusuk Rinaldi sebanyak 7 kali.

Tidak hanya itu, tubuh korban yang sudah tidak berdaya itu kemudian  dimultilasi  setelah kedua tersangka berbelanja golok dan gergaji.

Tubuh korban dipotong potong hingga menjadi  menjadi 11 bagian dan disimpan dalam kantong kresek kemudian dimasukkan dalam koper dan ransel.

Potongan potongan  tubuh korban oleh para pelaku dipindahkan  ke Apartemen Kalibata City, setelah menguras  uang korban dalam rekening.

Polisi ternyata berhasil menagkap sepasang kekasih pelaku pembunuhan sadis ini di Perumahan Permata Cimanggis, Depok pada Rabu, 16 September 2020.

Kepada penyidik  mereka megaku telah  menggunakan uang hasil kejahatan tersebut untuk berbelanja emas, motor dan menyewa rumah.(SUR).




No comments

Powered by Blogger.