Putusan Gugatan Prof DR OC Kaligis Terhadap PT Asuransi Jiwasraya Ditunda lagi

Teks foto : Prof DR OC Kaligis SH.MH bersama sahabatnya.

Jakarta,BERITA-ONE.COM-Majelis Hakim Pengadilan negeri Jakarta Pusat yang diketuai Sartono SH.MH   menunda lagi sidang putusan gugatan Prof. DR OC Kaligis SH. MH terhadap PT Asuransi Jiwasraya (PT. AJ) ditunda lagi. Penundaan sidang ini sudah yang kedua kalinya, Kamis 17 Juni 2021.

Pada penundaan hari ini dikarenakan majelis hakim  belum siap menyelesaikan dalam membuat naskah putusan. " Kami mohon maaf, karena pada hari ini belum selesai membuat naskah putusan. Untuk itu sidang kami tunda hingga 1 Juli mendatang.

Penundaan ini dilakukan hakim untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya pada 7 Juni lalu dengan alasan yang sama serta adanya  surat dari tergugat  tentang permintaan restrukturisasi, hakim menunda sidang.

Menurut penggugat OC Kaligis usai sidang mengatakan pada wartawan, " Yang seperti ini memang kemauan penggugat, untuk mengulur ulur  waktu,"  katanya.

Dan ditambahkan, " Tergugat masih  memasukkan bukti diluar persidangan, itu dia licik sekali. Seharusnya ditolak karena acara pembuktian sudah lewat, katanya.

Tapi sudahlah, secara keadilan karena itu uang tabungan. Uang tabungan  saya kok, ada perjanjian, ada bunga. Jadi itu semua itu memang  harus dia bayar, tambah OC Kaligis.

Para penggugat OC Kaligis dan kedua asistennya mengajukan gugatan wanprestasi terhadap :
1. PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Pusat Bancaasurance dan Aliansi Strategis 

2. PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Jalan H Juanda No. 34 Jakarta Pusat.

3. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk di Jl Gajah Mada No.1 Menara Bank BTN Jakarta Pusat.

4. Fitri Afianti selaku Priority Banking Manager PT Bank Tabungan Negara ( Persero) Tbk yang kini beralamat di BTN KCP Bintaro Pondok Aren, Tangerang Selatan.

5. Menteri Badan Usaha Milik Negara (Menteri BUMN) di Medan Merdeka Selatan No.13 Kecamatan Gambir.

Para Tergugat tersebut digugat melakukan wanprestasi terhadap para Penggugat. Sebab uang tabungan para PenggugatRp 23 Miliar, hasil berpraktik sebagai pengacara selama 50 tahun untuk masa depan kantor dan membiayai asisten yang kuliah mengambil gelar Master dan S3 didalam dan di luar negeri.

Semula uang tersebut ditabung di BTN. Namun dibujuk Tergugat IV yang juga sebagai marketing Tergugat II. Fitri minta uang Kaligis ditabung pada Tergugat I dengan
janji bunga sebesar 7%.

Setelah tabungan tidak diperpanjang dan akan diambil,  Tergugat I dan Tergugat II  tak mau bayar yang kemudian digugat dipengadilan jakarta Pusat. (SUR).


No comments

Powered by Blogger.