Jaksa Agung DR Burhanuddin SH.MH : Saya Bersyukur Buronan Adelin Lis Berhasil Dipulangkan Dari Singapura Ke Indonesia.


 Terpidana  Adelin Lis (kanan)  saat diperiksa kesehatannya.

Jakarta,BERITA-ONE.COM-Alhamdulillah, saya sangat  bersyukur pada hari ini karena buronan Adelin Lis dapat dipulangkan dari Singapura ke Jakarta , kata Jaksa Agung DR Burhanuddin SH.MH dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung Sabtu malam (19/6/2021).

Selain itu Jaksa Agung Juga mengatakan, keberhasilan dalam  memulangkan Buronan Adelin Lis
atas dukungan semua pihak.

Adelin Lis merupakan buronan kasus korupsi dengan cara  pembalakan hutan secara ilegal di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Dia berhasil ditangkap setelah buron selama 13 tahun lebih.

Jaksa Agung DR Burhanuddin SH saat memberikan keterangan pers.

Pemulangan terpidana Adelin Lis ini cukup lancar, dan  tiba di Bandara Soekarno-Hattta, Tangerang, Banten, Sabtu sore setelah diterbangkan dari Singapura dengan menggunakan pesawat Garuda dengan  pengawalan  yang ekstra ketat aparat kejaksaan.

Terpidana Adelin Lis merupakan Direktur Keuangan PT Keang Nam Development dan pemilik PT Mujur Timber Group ini sebelumnya dideportasi pemerintah Singapura karena melakukan pelanggaran ke Imigrasian dengan menggunakan paspor palsu.

Juga dikatakan, kerjasama dan dukungan dari Jaksa Agung Singapura Mr Lucien Wong, serta dari Kementerian Luar Negeri RI yang membantu pihaknya dengan selalu komunikasi dengan pemerintah Singapura.

Adelin Lis ditangkap di  Singapura karena menggunakan paspor palsu dengan nama Hendro Leonardi Maret lalu. Dia dihukum denda 14 ribu  dolar Singapura dan dideportasi ke Indonesia.

Dalam kasus pembalakan hutan Adelin Lis diadili di Pengadilan Negeri Medan sekitar tahun tahun 2006 dan tuntutan 10 tahun penjara. Tapi hakim membebaskannya. Namun pada tingkat kasasi, MA menghukumnya selama 10 tahun  penjara dan harus bayar denda sebesar Rp 110 miliar pada tahun 2008.

Penangkapan buron kasus illegal logging  ini  cukup dramatis. Sebelum tertangkap di Singapura ini, pada tahun 2006 Adelin Lis buronan  dan  tertangkap di Beijing, Cina namun akhirnya kabur.

Sebelum kabur, Adelin Lis sempat berpura-pura sakit dan dibawa ke RS di Sino Germany. Tak tahunya, di Sino Germany sudah ada sekitar 20 orang yang menunggu Adelin. Empat orang petugas KBRI yang mengawal Adelin kewalahan akibat dipukuli 20 orang tersebut hingga akhirnya Adelin berhasil kabur.

Tapi Adelin Lis berhasil ditangkap lagi oleh aparat Indonesia di Beijing, Cina. Adelin Lis mendarat di Bandara Cengkareng dan dibawa ke Kejagung, setelah itu dibawa ke Kejati Sumut dan disidangkan di pengadilan.

Kala itu Jaksa menuntut Adelin Lis dituntut 10 tahun penjara, denda Rp 1 miliar dalam kasus pembalakan liar di Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Tahun 2007  Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan menyatakan tidak ada bukti cukup dalam dakwaan jaksa, dan Adelin Lis dibebaskan.

Mahkamah Agung mengabulkan kasasi jaksa penuntut umum. Adelin diputus 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar, pada tahun 2008. Selain itu Adelin juga harus membayar uang pengganti Rp 119.802.393.040 dan US$ 2.938.556,24. Jika dalam waktu 1 bulan uang tidak dibayar, maka Adelin dikenai hukuman 5 tahun penjara.

Putusan Kasasi ini terjadi 31 Juli 2008 dengan majelis kasasi diketuai oleh Bagir Manan, anggota Djoko Sarwoko, Harifin A Tumpa, Artidjo Alkostar, dan Mansyur Kartayasa.

Kini Adelin Lis sudah  berada di  Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung untuk menjalani isolasi selama 14 hari guna menghindari  pandemi Covid-19. (SUR).



No comments

Powered by Blogger.