Header Ads

Tuduhan Kepada Menkumham Menghalang Halangi Pemeriksaan Adalah Hoax.

Teks foto: Prof Dr OC Kaligis  SH.MH .
Jakarta, BERITA-ONE. COM-Pengacara senior Prof Dr OC Kaligos SH.MH mengatakan, tuduhan terhadap Menkumham Dr Yosonna Laoly SH,Ph.D yang dikatakan  menghalang-halangi Pemeriksaan adalah hoax , tiduhan tanpa dasar.

Karenanya,  OC Kaligis sangat  ingin bergabung  dalam Tim pengacara Menkumham  seandainya laporan jadi dilakukan Pelapor, katanya  dalam surat yang ditujukan kepada Memkumham,  4 Februari 2020 yang diberikan kepada sejumlah wartawan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dikatakan dalam surat itu, seandainya Masiku balik ke Indonesia melalui jalur yang benar, sesuai dengan peraturan ke Imigrasian yang benar, maka data keimigrasian pasti tidak menyebabkan mereka yang berwenang membuat statement bahwa Masiku belum balik ke Indonesia.

Dirjen Imigrasi Ronny Sompi memnlberikan pernyataan tidak secra sempbrono. Pasti sudah mengecek kebawah yang bertugas untuk itu. Berdasarkan SOP memang kepulang  Masiku tidak diterdaftar  didaftar kepulangan/ketibaan penumpang. Baik Colpa Levis maupun ment rea,  dalam kasus ini secara teori hukum unsurnya tidak terpenuhi. Dari segi teori  hukum causalitet pernyataan Sompi didasarkan oleh data mesin/komputer Keimigrasian dimana kedatangan/ kepulangan  Masiku tidak tercatat.

ICW menuduh pejabat yang memberikan keterangan memgenai Masiku,bahwa Masiku masih diluar negeri, dan pejabat yang bersangkutan dituduh berbohong. Kalau hukum diperlakukan secara  merata tuduhan yang bohong dan  tidak berdasar bisa dilaporkan pidana, sebagai tindak pidana penghinaan.

" Walaupun saya warga binaan, ijin Pengacara saya tidak pernah dicabut, termasuk penunjukan Profesor saya dibidang akademis tidak pernah dihilangakan. Dan sebagai seorang Profesor saya juga dapat memberikan pemdapat ahli. Pernah dalam perkara Tata Usaha Negera saya memdapatkan kuasa dari Bapak Menteri, untuk membela Bapak dalam kasus Agung Laksono melawan Setya Novanto", katanya.

Tuduhan kepada Bapak "menghalang-halangi pemeriksaan" adalah tiduhan hoax, tuduhan tanpa dasar. Masiku bukan klien Bapak, tidak ada hubungan hukum Bapak dengan Masiku, kata OC Kaligis.

Ditegaskan olehnya," Saya sangat ingin ikut dalam tim pengacara Bapak, seandainya tuduhan fitnah atau " mengjalang-halangi pemeriksaan" yang disangkakan Bapak jadi dilakukan Pelapor.

Pengalaman saya yang pernah membela pak Harto dan pak Habibie dan banya orang penting  lain, termasuk membela diseluruh Nusantara dan belahan duania, saya yakin masih punya manfaat  dalam memebela Bapak", tuturnya.

Bila kasus itu dilakukan oleh Oknum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seperti misalnya kasus penganiayaan dan pembunuhan  yang dilakukan Novel Baswedan, yang beritanya selalu dikesampingkan sebuah media, masyarakat tidak akan melaporkan media tersebut menghalang halangi pelimpahan perkara Novel  Baswedan sebagai penganiaya/pembunuh kepengadilan.

Kasus Novel Baswedan sebagai penganiayaan/pembunuh, jelas dikelopak mata sebagai kasus Pidana. Putusan Praperadilan  Pengadilan Bengkulu mengatakan, memerintahkan Jaksa melimpahkan perkara pidana Novel Baswedan ke Pengadilan.

Perkara Novel Baswedan ini disidik oleh Mabes Polri, dan SPDP-ya sudah diberitahuhan kepada  Jakasa selaku penuntut umum. Setelah berkas perkaranya bolak-balik, berkas dinyatakan sesuai dengan KUHAP, Jaksa memelimpahkan berkas tersebut ke Pengadilan Negeri Bengkulu. Sebelum persidangan dibuka,  Jaksa meminjam berkas tersebut yang katanya untuk membuat surat dakwaan.

Ternyata, kata OC Kaligis, Pengadilan di tipu oleh Jaksa, bukannya untuk membuat susat dakwaan tapi malah dibuatnya Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan ( SP-3). Dan keluarga korban tidak terima, lalu Jaksa di praperadilankan,  dan nyatanya Jaksa kalah.

Pengadilan yang merintahkan agar  kasus Novel Baswedan  ini dilimpahkan kepengadilan, tak digubris. Jaksa Agung yang kala itu HM Prasetyo SH, membangkang, kasus ini sampai sakarang belum disidangkan.

Fakta hukum kasus Novel Baswedan ini bukti persekongkolan Jaksa melingdungi tersangka Novel Baswedan. Jaksa Agung Prasetyo (Jaksa Agung yang  lalu ) telah melakukan Kejahatan dalam  Jabatan, tutur pengacara OC Kaligis SH.MH. (SUR).



No comments

Powered by Blogger.