Header Ads

Senin Depan, Pengadilan Tipikor Jakarta Sidangkan Kasus Mega Korupsi Yang Rugikan Negara Rp 36 Triliun


Jakarta,BERITAONE.COM-Pengadilan Tipikor Jakarta bakal menggelar sidang perkara  mega korupsi yang merugikan Negara sekitar Rp 36 triliun lebih   dengan terdakwa yang  berjumlah tiga orang, Senin 10 Februari 2020 memdatang.

Direktur  penuntutan pada Jam Pidsus IBN Wismantanu mengatakan,   surat penetepan sidang sudah diterima. Dalam persidangan ini  dibagi menjadi dua berkas, katanya kepada wartawan.

Berkas pertama terdapat dua terdakwa yaitu;  mantan Kepala BP Migas Raden Priyono dan eks-Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono

Sedangkan berkas kedua atas nama Honggo Wendratno mantan Dirut PT Trans Pasific Petrochemicak Indotama (TPPI)  sekaligus pemilik perusahaan tersebut . Honggo akan diadili secara inabsentia (tanpa kehadiran terdakawa, karena yang bersangkutan buron keluar negeri.

Menurut Wismantanu,
cepatnya penanganan kasus ini, karena kerja keras jajaran tim jaksa penuntut umum di Kejari Jakarta Pusat. begitu berkas tahap dua diterima,  tim jaksa segera menyusun dan merampungkan rencana surat  dakwaan,    dan begitu selelesai  langsun limpah ke Pengadilan.

Pada 20/1/2020 lalu berkas tahap dua ini diterima Kejagung dari Bareskrim Mabes Polri. Kejagung kemudian  melimpahkan berkas perkara ini  ke Kejaksan Negeri  Jakarta Pusat dan disunlah surat  dakwaaan.

Kasus ini bermula  dengan ditunjuknya langsung  BP Migas kepada PT TPPI,  Oktober 2008 tentang penjualan kondensat bagian negara dari 2009 – 2010. Kontrak kerjasama dilakukan,  Maret 2009.
Katanya,  dalam kasus ini aset milik Honggo senilai Rp 35 triliun sudah disita oleh tim penyidik.

Para  tersangka oleh penuntut umum dijerat dengan  pasal 2 ayat 1 UU Tipikor No.  31/1999 yang diubah UU Nom 20/2001 Jo pasal 55 ayat 1 KUHP.  Ancaman penjara seumur hidup dan atau paling lama 20 tahun penjara.( SUR).

No comments

Powered by Blogger.