Header Ads

Prof Dr OC Kaligis : Kentara Banget Jaksa Melindungi Tersangka Novel Baswedan.

Prof Dr OC Kaligis SH.MH, kanan.
Jakarta,  BERITA-ONE.COM- pernah kirim surat kepada Ombudsman mengenai perkara di Mahkamah Agung (MA). Pada waktu itu Ombudsman bilang,  tidak bisa Mencampuri Urusan Pengadilan. Sekarang,  dalam perkara ini  Ombudsman ikut campur  urusan Pengadilan, tapi di pakai oleh Jaksa. Dari sini jelas, Jaksa melindungi tersangka Novel Baswedan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Penggugat Prof Dr OC Kaligis SH.MH yang menggugat Jaksa Agung dan Kejaksaan Negeri Bengkulu dalam kasus Novel Baswedan yang disangka melakukan Penganiayaan/pembunuhan terhadap korban Yohanes Siahaan alias Aan ,  usai sidang  di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Rabu, 26 Februari 2020.

" Kok Ombudsman campuri urusan perkara Novel Baswedan yang sudah P-21dan sudah ada Putusan Pengadilannya. Tidak bisa dong! Ombudsman  kan, bukan Penyidik, tapi lembaga pelayanan saja,  dan  tidak bisa  masuk ke masalah Pro Justicia" kata OC Kaligis

Ditambahkan, kenapa tidak sejak semula saja  Ombudsman masuk sebagai saksi Ahli?  Jadi kentara banget kalau Jaksa melindungi Novel Baswedan. Tidak tahu entah kenapa.

" Saya ini ahli hukum, sehingga tahu Ambudsman ada dimana, dan campurtangan penyidikan adanya dimana. Ambudsman kan,  tidak hadir sebagai saksi, akan tetapi tiba tiba saja keterangannya dipakai oleh Jaksa, aneh", kata OC Kaligis dengan nada tanya.

Sidang gugatan ini diketuai majelis hakim Suharno SH dengan agenda Duplik dari Tergugat I Kejaksaan Agung,  dan Kejansaan Negeri Bengkulu Tergugat II. Dan sidang ditunda satu minggu untuk pembuktian.

Gugatan ini berawal ketika  Novel Baswedan yang menjabat  sebagai Kasat Reskrim Polresta Bengkulu tahun 2002 melakukan penangkapan terhadap pencuri sarang burung walet. Dalam proses pemeriksaan Novel Baswedan diduga telah melakukan penganiayaan berat terhadap para tersangka pencurian sarang burung  walet tersebut, dan mengakibatkan adanya pelaku pencurian sarang burung walet tersebut meninggal dunia.

Atas kasus penganiayaan berat  tersebut,  Novel Bawedan ditetapkan sebagai tersangka yang perkaranya ditangani Bareskrim Polri. Dan pada tanggal 10 Desember 2015, Bareskrim Polri melimpahkan perkas perkara atas nama Novel Baswedan ke Tergugat I yang kemudian dilimpahkan kepada Tergugat II untuk proses penuntutan.

Pada tanggal 29 Januari 2016, Kejaksaan Negeri Bengkulu melimpahkan berkas perkara Novel Baswedan ke Pengadilan Negeri Bengkulu untuk disidangkan dan perkara ini telah teregister di Pengadilan Negeri Bengkulu  dengan NO: 31/Pid.B/2016/PN.Bgl.

Namun Tergugat II menarik berkas perkara atas nama terdakwa Novel Baswedan dengan dasar adanya Surat Ketetapan Penghentian Penyidikan (SKPP) NO: KEP 03/N.7.10/Ep.1/02/2016 tanggal 22 Januari 2016 yang diterbitkan Tergugat II dengan sepengetahuan dan persetujuan Tergugat I.
Pengadilan Negeri Bengkulu menyatakan SKPP yang dikeluarkan Tergugat II tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan  hukum yang mengikat berdasarkan putusan Praperadilan NO: 2/Pid.Pra/a2016/Pn.Bgl tqnggak 31 Maret 2016.

Untuk itu hakim memerintahkan agar Tergugat II melanjutkan penuntutan dan menyerahkan berkas perkara NO: 31/Pid.B/2016.PN.Bgl untuk disidangkan.
Namun kasus ini tetap mangkrak di kejaksaan, kemudian digugat oleh Penggugat ke Pengadilan Negeri Jalarta Selatan. (SUR).



No comments

Powered by Blogger.