Header Ads

MAKI Minta Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto Agar Dijadikan Tersangka.


Teks foto : Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto.
Jakarta,BERITA-ONE.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) diminta agar segera menetapkan Sekretaris Jenderal ( Sekjen)  PDI-P Hasto Kristiyanto menjadi tersangka dalam kasus suap yang melibatkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Hal ini dikatakan oleh kuasa hukum  Mayarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI)  Rizky Dwi Cahyo Putra saat membacakan permohonan gugatan praperaridilan terhadap pimpinan dan Dewas (Dewan Pengawas) KPK di Pengadilan Negeri  Jakarta Selatan, Senin 10 Februari 2020.

Rizky menambahkan,  berdasar bukti elektronik penyadapan dan salinan aplikasi komunikasi telepon seluler serta kesaksian Saeful Bahri, Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio Fridelina, seharusnya KPK  mengembangkan dan melanjutkan Penyidikan dengan menetapkan Hasto Kristiyanto dan Donny Tri Istiqomah sebagi tersangka.

Kenapa penyidik KPK tidak memproses spridap tersebut?  Tentu pada waktu penyidik mau menyita menyegel kantor DPP PDIP mereka diminta surat sprindap surat perintah menyadap, menyegel, dan menyita. Tapi  mereka tidak ada sprindapnya.

Kenapa Wahyu ditangkap, tapi yang lain tidak?  Karena Wahyu ditangkap sebelum 21 Desember. Setelah itu ya harus wajib ada sprindap Dewan pengawas.

Donny Tri Istiqomah diketahui sebagai penerima kuasa dari PDIP saat mengajukan uji materi Pasal 54 Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara di Mahkamah Agung (MA). Pengajuan gugatan materi ini terkait dengan meninggalnya caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas pada Maret 2019.

Seperti diketahui, dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni Wahyu Setiawan; Agustiani Tio Fridelina, yang diketahui sebagai mantan anggota Badan Pengawas Pemilu dan berperan menjadi orang kepercayaan Wahyu; Saeful, yang hanya disebut KPK sebagai pihak swasta; serta Harun Masiku, yang diketahui sebagai Caleg PDIP.

Memcuatnya kasus ini berkaitan dengan urusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR dari PDIP yang meninggal dunia, yaitu Nazarudin Kiemas. Bila mengikuti aturan suara terbanyak di bawah Nazarudin, penggantinya adalah Riezky Aprilia.

Namun Harun diduga berupaya menyuap Wahyu agar dapat menjadi PAW Nazarudin. KPK turut menduga ada keinginan dari DPP PDIP mengajukan Harun. (SUR).


No comments

Powered by Blogger.