Header Ads

Lembaga Ombudsman Indonesia Melakukan Kejahatan Jabatan.


Prof Dr OC Kaligis SH.MH 
Jakarta,BERITA-ONE.COM-Ombudsman merupakan lembaga pelayanan terhadap masyarakat, tapi kini ikut campur dalam urusan pengadilan. Sehingga Ombudsman telah melakukan kejahatan  jabatan", kata prof Dr OC Kaligis SH.MH usai sidang dengan agenda replik dari Penggugat   di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 19 Februari 2020.

Pernyataan pengacara senior tersebut berkaitan dngan berkas perkara penganiayaan dan pembunuhan yang dilakukan Novel  Baswedan  terhadap Yohanes Siahaan alias Aan hingga meninggal dunia namun perkaranya tidak diproses secara hukum.


Gedung Ombudsman RI.
Dikatakannya, setelah perkara Novel Baswedan dinyatakan P-21, kemudian dilimpahkan ke Pengadilan  Negeri Bengkulu. Namun oleh Jaksa diambil lagi dengan alasan meminjam untuk melengkapi surat dakwaan.

Akan tetapi,  berkas tersebut tidak dikembalikan lagi , malah  dibuat  Surat Penetapan Penghentian Penuntutan (SP-3). Keluarga korban tidak terima dan mengajukan Praperadikan di Pengadilan Negeri Bengkulu, dan menang.

Putusan hakim Praperadilan memerintahkan Jaksa agar melimpahkan berkas perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Bengkulu, akan tetapi Jakas tidak mau melimpahkannya, namun maah meminta pendapat kepada Ombudsman.

" Apa hubungannya dengan Ombudsman? Ombudaman kan, lembaga pelayanan masyarakat, kok ikut  campur tangan dalam maslah pengadilan.

 Ini artinya Ombudsman telah melakukan kejahatan jabatan. kata OC Kaligis kepada wartawan.

Masih kata OC Kaligis, kalau kita lihat kata kata dalam konstitusi pasal 9 UUD'45, Presidenpun harus taat pada UU. Dan sekarang Ombudsman menghalangi putusan Praperadilan Pengadilan Negeri Bengkulu dimana Hakim memerintahkan Jaksa agar melimpahkan perkara Novel Baswedan kepengadilan tapi tidak dilakukan. Jadi disini jelas, Jaksa melindungi Novel Baswedan.

Tentang pernyataan OC Kaligis  Ombudsman ikut campur dalam urusan pengadilan terlihat teplik penggugat, diamana  alasan tergugat  yang belum mengembalikan berkas perkara Novel Baswedan ke Pengadilan Negeri Bengkulu karena adan  rekomdasi Ombudsman RI NO: REG. 009/0425/VII/2015 tanggal Desember 2015.

Dan alasan ini dinilai OC Kaligus merupakan hal yang  mengada ada.
Dan ditambahkan, seharusnya dalam penanganan perkara Novel Baswedan tidak boleh terpengaruh oleh lembaga lain, termasuk Ombudsman.

Karena tidak ada satupun ketentuan yang mengatur Ombudsman dapat melakukan intervensi proses penyelidikan, penyidiakan, sampai penuntututan maupun proses pemeriksaan di Pengadilan.

Jadi, alasan tergugat I tidak melanjutkan perkara Novel Baswedan ke Pengadilan Negeri Bengkulu patut untuk dipertanyakan, karena rekomendasi Ombudsman tersebut tidak independen dan lebih memihak kepada Novel Baswedan yang   menjadi terdakwa dalam perkara yang harus dimajukan oleh Tergugat I dan Tergugat II ke Pengadilan  Negeri Bengkulu.

Sidang gugatan dengan Terghgat I Kejaksan Agung  dan Teghgat II Kejaksaan Negeri Bengkulu itu hari ini  dengan agenda replik dari Pengggat yang ditangani majelis hakim Suharno SH ini, ditunda satu pekan.

 BERITA-ONE.COM, sebelumnya memberitakan,  Jaksa Agung dan Kejaksaan Negeri Bengkulu digugat  OC Kaligis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, karena tidak melimpahkan berkas perkara pidana atas nama tersangka Novel Baswedan ke Pengadilan Negeri Bengkulu untuk disidangkan.

Novel Baswedan menurut OC  Kaligis tersangka perkara penganiayaan dan pembunuhan di Bengkulu terkait kasus pencurian sarang burung walet yang pencurinya ditembak Novel Baswedan hingga  meninggal dunia.

Demi penegakan hukum, kata OC Kaligis,  menggugat para Tergugat supaya melimpahkan berkas pidana Novel Baswedan ke Pengadilan Negeri Bengkulu untuk disidangkan. Dengan demikian keluarga korban  bisa mendapatkan keadilan(SUR).




No comments

Powered by Blogger.