Header Ads

Kejari Jakpus Tangkap 4 Tersangka Lagi Kasus Korupsi Proyek Pesawat Sukhoi

Teks foto: Terdakwa Samdaru Dradjat.
Jakarta,BERITA-ONE.COM-Empat tersangka korupsi dalam kasus Perbaikan Mesin  Pesawat Sukhoi yang diduga merugikan negara Rp 20 Milyar lebih,  kembali ditangkap pihak  Kejaksan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus).

Penangkapan terkadap  mereka ( Perdana Putra Muhede, Herman Mintaraga, Musa Harun Taufil dan Danu Prohantara) dilakukan dalam waktu yang berbeda, dan sekarang Perdana putra Muhede ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksan Agung, sedangkan , tiga orang,  ditahan di Rutan  Cipinang Jakarta Timur, kata Kajari Jakarta Pusat Riono Budi Santoso SH , 3  Februari 2020.

Beberapa waktu sebelumnya pihak  Kejari Jakpus sudah menangkap staf PT Asuransi Eksport Indonesia ( PT AEI) Sandaru Dradjatat dan sudah   diadili di PN Jakarta pusat. Dia katanya, merupakan anak buah mereka yang baru ditangkap.

“Para tersangka diduga telah melanggar pasal 2 ayat (1) UU 31/1999 Jo UU 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi,” tandasnya
Sandaru Drajat  disidang  terkait Penerbitan Jaminan Asuransi (PT. AEI Persero) terhadap LC Fiktif Bank BNI Cabang Menteng yang diajukan oleh PT. Mega Persada Prima (PT. MPP) Tahun 2012.
Cara yang dilakukan  sebagai berikut,  pada tanggal 9 Agustus 2012 PT. MPP selaku Agen  Celler Resources Ltd Singapura telah membuat kontrak fiktif Pekerjaan Jasa Perbaikan Mesin pesawat  Sukhoi antara TNI AU dengan Celler Resources Ltd. senilai USD 3,592,007.73 untuk mendapatkan fasilitas LC dari Bank BNI Cabang Menteng yang dijaminkn oleh PT AEI senilai 2.514.405,54 USD.

Kontrak pekerjaan sebenarnya telah dibayar oleh TNI AU kepada Celler Resources Ltd Singapura melalui fasilitas L/C BRI Cabang Kramat kepada Bank BNI Cab Singapura dan telah diterima oleh Celler Resources Ltd.

PT. MPP melalui perusahaan AAAC PTE, Ltd telah mendiskonkan L/C Bank BNI Menteng kepada Bank BNI Cab Singapura sebesar USD 2,466,752.50 sebelum jatuh tempo. PT MPP tidak membayar LC Bank BNI Menteng saat jatuh tempo,  sehingga Bank BNI Menteng melakukan klaim asuransi LC kepada PT. AEI.

Dari hasil audit  BPK, perbuatan terdakwa telah merugikan keuangan negara cq. PT. ASEI sebesar USD 1,499,999.43 atau kurang lebih Rp. 20,3 Milyar. (SUR).



No comments

Powered by Blogger.