Header Ads

Sedang Asik di Mall Direktur PT Rejo Megah Makmur di Tangkap Tim Kejaksaan .

Tersangka Johanes Lukman Lukito
Jakarta-BERITA-ONE.COM-Direktur PT Rejo Megah Makmur Johanes Lukman Lukito B.Sc, yang sedang asik di Mall ditangkap Tim Tabur Kejaksaan Negeri Nias Selatan dan Tim Jaksa Eksekutor Pidsus Kejari Nias Selatan
serta  Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara di kawasan Mall Avenue Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara, Senin lalu.

Terpidsna Johanes Luman Lukito  sendiri adalah Terpidana dalam perkara Tindak Pidana Korupsi Proyek Pembangunan Nias Waterpark yang berdasarkan Putusan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor 593 K/Pid.Sus/2019 tanggal 21 Mei 2019 diputuskan bersalah terbukti melakukan Tindak Pidana Korupsi secara bersama-sama.

Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono SH.MH mengatakan,  Hakim menjatuhkan  pidana penjara terhadap Terdakwa selama 4 tahun dan denda Rp 200 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 4 bulan .

Selain itu  terdakwa Johanes  untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 7.890.698.714,- dikompensasi dengan uang yang disetor Terdakwa Rp 4.500.000.000, sisa uang pengganti sebesar Rp.3.390.698.714,- dengan ketentuan apabila tidak membayar Uang Pengganti dalam 1 (satu) bulan maka harta benda disita oleh Jaksa dan dilelang untuk.menutupi Uang Pengganti dan apabila Terdakwa tidak mempunyai harta benda yang cukup maka dipidana penjara selama 4 (empat) tahun .

Penangkapan Johanes  dilakukan untuk proses eksekusi perkara, menyusul terpidana  Yulius Dakhi , Direktut PT. Bumi Nisel Cerlang  yang sudah menjalani hukuman terlebih dahulu dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Proyek Pembangunan Nias Waterpark di Kabupaten Nias Selatan.

Masih kata Kapuspenkum , dana pembangunan itu bersumber dari Penyertaan Modal APBD Kabupaten Nias Selatan Tahun Anggaran 2015 kepada PT. Bumi Nisel Cerlang, BUMD di Kabupaten Nias Selatan.

Terpidana ditangkap di kawasan Mall Avenue Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara ketika sedang bersama dengan Penasihat Hukumnya.

Setelah dijelaskan maksud kedatangan Tim Tabur kepada Penasihat Hukum Terpidana, sekira pukul 17.00. WIB Terpidana dibawa menuju Bandara Soekarno Hatta untuk diterbangkan ke Kuala Namu Medan pada pukul 20.00 WIB.

Setiba di Medan dan setelah kelengkapan administrasi eksekusi Terpidana Johanes  dilengkapi di Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara dibawa oleh Tim Tabur Intel dan Tim Pidsus Kejari Nias Selatan ke Lapas Tanjung Gusta untuk menjalani Hukuman.

Program Tangkap Buronan (Tabur) merupakan upaya optimalisasi penangkapan buronan pelaku kejahatan dalam rangka penuntasan perkara baik tindak pidana umum maupun tindak pidana khusus. Ditetapkan target bagi setiap Kejaksaan Tinggi di seluruh Indonesia yaitu minimal 1 (satu) kegiatan pengamanan terhadap buronan kejahatan untuk setiap triwulan.

Periode 2018-2019 terdapat 371 orang buronan pelaku kejahatan yang berhasil diamankan melalui program ini, terdiri dari 207 orang buronan kejahatan di tahun 2018 dan 164 orang buronan kejahatan di tahun 2019.

Pada tahun 2020 Program Tabur untuk Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara merupakan keberhasilan pertama, sedangkan secara nasional Program Tabur Tahun 2020 sudah berhasil menangkap sebanyak 6 orang. (SUR).

No comments

Powered by Blogger.