Header Ads

Bukti Sudah Cukup, Kasus Korupsi Prof Dr Denny Indrayana Tidak Dilimpahkan Ke Pengadilan.


Jakarta,BERITA-ONE.COM.-Sidang lanjutan perkara perdata dengan tergugat Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri( tergugat I)  dan Direktorat Kriminal Khusus  Polda Metro Jaya (tergugat II) serta  Penggugat Prof Dr OC Kaligis SH MH digelar  kembali dengan acara pembuktian di Pengadilan
Negeri Jakarta Selatan, Rabu,  5 Febuari 2020.

Menjawab pertanyaan wartawan  usai sidang OC Kaligis mengatakan, dalam pembuktian ini  mengajukan bukti sebanyak 13 bukti. Tapi bukti bukti ini sudah diketahui secara umum, mulai Denny Indrayana ditangkap dan ditahan, dan pernyatan Polri yang mengatakan tidak , karena sebelumnya  Denny menuduh kalau kasusnya ini direkayasa.

" Tapi Denny dibebaskan oleh Soesilo Bambang Yodoyono (SBY) ketika masih menjadi Presiden melalui Tim 8. Kata SBY,  penahanan Denny Indrayana ini lebih banyak moderatnya ketimbang manfaatnya.

Masih kata OC Kaligis, "  Pembebasan Denny ini bernuansa politik. Karena, ketika besannya SBY bernama Aulia Pohan ditahan, dia diam saja, tapi sewaktu Denny Indrayana ditahan ribut ribut. Padahal, ketika SBY disumpah jadi Presiden  dia bilang, " Katakan Tidak Dengan Korupsi", maka  semua kasus korupsi harus diadili, termasuk Denny Indrayana, kataya.

Bukti yang berjumlah 13 bukti ini,  menurut OC Kaligis sudah cukup perkara Denny yang dituduh melanggar pasal 2 dan 3 tentang  korupsi  ini untuk disidangkan. Apa lagi baru saja ditambahkan bukti sebannya 97 saksi, 7 ahli dan sejumlah bendel berkas perkara.

Tapi nyatanya  begitu lama kasus  Denny Indrayana belum di limpahkan kepengadilan.

" Mau saya, semua perkara kurupsi  masuk kepengadilan, termasuk kasus Denny Indrayana, karena bukti sudah cukup, " kata OC Kaligis.

Seperti diberitakan sebelumnya,  Deny Indrayana sebagai tersangka korupsi dalam kasus  Payment Gateway Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI Tahun Anggaran 2014 Nomor: 60/HP/XIV/07/2015 tanggal 9 Juli 2015.

Kendati demikian,  kasusnya belum di dilimpahkan penyidik ke Kejaksaan untuk disidangkan di pengadilan. Bukti segugadang, kasus tetap  mangkrak.

Sedangkan penggugat OC Kaligis terus mengungkap latar belakang gugatannya terhadap Polisi ini karena kasus mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Prof. Dr. Denny Indrayana yang hingga kini mangkrak di Polda Metro Jaya bertahun tahun.

Gugatan OC Kaligis
terhadap Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri (Tergugat I) dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya (Tergugat II).Alasanya, gugatan terkait kasus dugaan korupsi atas nama tersangka Denny Indrayana yang sudah P-21 tetapi 'mangkrak' di Polda Metro Jaya.

Karenanya, Kaligis mengajukan gugatan  perbuatan melawan hukum, lantaran Tergugat II, tidak melimpahkan berkas perkara Denny Indrayana ke Kejaksaan untuk disidangkan.

Diperoleh fakta fakta,  bahwa telah terjadi tindak pidana korupsi pada kegiatan implementasi/pelaksanaan Payment Gateway pada Kemenkum HAM RI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan atau Pasal 3 dan Pasal 23 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun  2001 tentang perubahan Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan  Tindak Pidana  Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
Seperti  Laporan Polisi Nomor: P/226/II/2015/Bareskrim tanggal 24 Februari 2015 (SUR).

Teks foto: Prof OC Kaligis bersama koleganya.

No comments

Powered by Blogger.