Terdakwa Helmi Kurniawan Memberikan Keterangan Yang Berbeda di Pengadilan.


 Ir Tonin Tachta Singarimbun SH.

Jakarta, BERITA-ONE. COM-Helmi Kurniawan alias Iwan yang diadili  dengan pidana No: 1113/Pid.Sus/2019/PN.JKT.PST
karena terlibat dalam kasus tindak pidana  dengan Terdakwa  Letjen (PUR)  Kivlan Zen, masuk pada agenda pemeriksaan terdakwa, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat, 24 Januari 2020.

Dihadapan majelis hakim terdakwa Helmi memgatakan, senjata yang  dibeli untuk kepentingan antisipasi kebangkitan PKI, katanya dengan tegas.

Dengan demikian,  kata Penasehat   Hukumnya terdakwa  Ir. Tonin Tachta Singarimbun SH dkk, pernyataan terdakwa Helmy berbeda   dengan yang disiarkan pada tgl 28 Mei 2019 dan 11 Juni 2019 dari Kantor Menkopolhukam oleh Jenderal Tito Karnavian dan Irjen M Iqbal dkk.

Maka,  pembelian senjata berdasarkan keterangan terdakwa Helmi  dengan motiv persiapan kebangkitan PKI,  bukan motiv rencana pembunuhan Wiranto, Luhut, Budi G , Gorece M dan Yuniarto W .

Perbuatan pidana yang tidak didukung oleh motif adalah diluar kesadaran seperti pembelaan diri/ mendadak, orang gila, tugas negara dan sejenisnya, kata Ir.Tonin.

Maka,  pembelian senjata seperti yang disebut dalam  pasal 1 ayat 1 Uu drt 12 tahun 1951 yang di kaitkan dengan Kivlan Zen dengan cara memberitakan di masyarakat secara resmi dengan menggunakan fasilitas Negara pada tanggal 28 Mei dan 11 Juni 2019 serta waktu dan tempat lain melalui media massa, perlu didalami apa motifasinya.

Keterangan Helmi kepada  Penasehat Hukumnya memberikan keterangan yang berbeda dengan pemberitaan pada tanggal 28 Mei dan 11 Juni 2019 dari Kantor Menkopolhukam  yang  menyatakan perintah pembunuhan.

Sementara dalam persidangan perintah “mengamat ngamati” dan tidak ada yang lain. Jadi sebagian masyarakat sudah dicekoki hal  yang tidak benar, kata Tonin melalui WA-nya. Sidang oleh hakim ditunda untuk acara selanjutnya. (SUR).


No comments

Powered by Blogger.