Kejari Yogyakarta Belum Eksekusi Terpidana Munesh Kumar.


Teks foto : Gedung Kejari Yogyakarta.
Jakarta,BERITA-ONE.COM-Pihak Kejaksan Negeri (Kejari) Yogyakarta belum  mengeksekusi terpidana kasus  penipuan Munesh Kumar yang oleh Mahkamah Agung (MA) dihukum 2,5 tahun penjara.

Padahal,  putusan kasasi MA NO: 376/K/PID/2012 tanggal 17 Juli 2018 tersebut yang  telah menghukum terpidana Munesh Kumar  telah dikirim ke Pengadilan Negeri Yogyakarta. Numun terpidana Munesh Kumar  belum dieksekusi Jaksa untuk  dijebloskan kepenjara  guna  menjalankan hukuman selama 2,5 tahun penjara.

Dalam amar utusan majelis hakim kasasi yang diketuai  Dr Suhadi SH, dan dua anggota masing masing Dr. Wahidin SH.MH serta Rudi Suwarsono SH
M.Hum tersebut  mengatakan, terdakwa Munesh kumar terbukti melakukan tindak pidana penipuan.

Karenannya, hakim  menjatuhkan pidana terjadap terdakwa selama 2 tahun 6 bulan, potong masa tahanan, dan memerintahkan agar terdakwa ditahan.

Berkas putusan  kasasi ini telah dikirim ke ke Pengadilan Yogyakarta tanggal 27 Juli 2018.

Terhadap putusan kasasi ini  pihak Kejari Yogyakarya atau Kejaksan Tinggi (Kejati) Yogyakarta belum memgeksekusi terpidana Munesh Kumar tersebut, meskipun kasusnya telah mempunyai kekekuatan hukum tetap atau inkracht.

Meneurut informasi, belum dieksekusinya terpidana Munesh Kumar tersebut karena adanya pihak  dari partai politik tertentu yang membekinginya, sehingga pihak Kejari dan Kejati Yogyakarta tidak mengeksekusi terpidana  untuk dijebloskan kepenjara.

Perlu diketahui, belum lama ini Munesh Kumar bersama dua terdakwa lainnya yaitu Nand Kumar dan Muhamad,  baru saja diadili di Pengadilan Negeri Yokyakarta karena melakukan  tindak pidana korupsi dengan dakwaan  merugikan negara/BNI sebesar Rp 15,9 milyar.

Dan oleh Jaksa penuntut umum mereka dituntut masing 1,5  tahun penjara.
Kemudian hakim menghukum Munesh Kumar dan Muhamad masing selama 1,5 tahun, sama dengan tuntutan Jaksa. Sementara Nand Kumar divonis  1 tahun penjara.

Terhadap kedua Terdakwa, Munesh Kumar dan Muhamad, majelis hakim memerintahkan ruko yang dijaminkan agar dilelang untuk mengganti kerugian negara
Dan bila masih belum cukup,  harta benda terdakwa yang lainnya juga agar disita dan dilelang untuk menutupi kekurangan tersebut.

Sedangkan terdakwa Nand Kumar yang dipidana 1 tahun, hakim  memerintahkan uang Rp 16 milyar yang disita Jaksa agar dikembalikan kepada terdakawa Nand Kumar. 

Dan terhadap hukuman pidananya Nand Kumar menyatakan banding.
Jadi, untuk terdakwa Munesh Kumar, yang bersangkutan sudah dua kali diadili di Pengdilan Yogyakarta.

Yang pertama dalam kasus penipuan dihukum 2,5 tahun penjara yang  sampai kini belum dieksekusi.

Sementara dalam beberapa  waktu lalu, Munesh Kumar diadili lagi di pengadilan yang sama karena kasus pidana korupsi dan dihukum 1,5 tahun.  (SUR).



No comments

Powered by Blogger.