Header Ads

Kejari Jakpus Tangkap Mantan Dirut Transjakarta?

Teks foto: Mantan Dirut PT Transjakarta Doni Andy Saragih.

Jakarta,BERITA-ONE.COM-Berita tentang tertangkapnya mantan Dirut PT Transjakarta,  Dony Andy Saragih ternyata masih simpang siur. Ada yang mengatakan sudah ditangkap,  ada pula yang bilang belum tertangkap.

Subuah sumber dari pihak Kejaksaan Negeri  Jakarta Pusat yang tidak mau disebut namanya  mengatakan,  bahwa mantan Dirut Transjakarta tersebut sudah ditangkap disebuah tempat, kemarin. Namun rekannya yang bernama Porman Tambunan belum bisa ditangkap alias masih buron.

Akan tetapi,saat BERITA-ONE.COM mengkonfirmasi tentang hal ini kepada Kepala Kejaksaan Negeri ( Kajari)  Jakarta Pusat (Jakpus) melalui WA, yang bersangkautan tidak menjawab  konfirmasi tersebut , padahal pertanyaan melalui WA tersebut dengan tanda yang ada,  sudah dibaca.

Seperti diberitakan benerapa media di Jakarta,  Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Asri Agung membenarkan pihaknya telah memerintahkan jaksa untuk segera mengeksekusi terpidana kasus pemerasan Donny Andy Saragih dan Porman Tambunan untuk dieksekusi, dimana  Kepala Seksie Pidana Umum Nur Winardi dan Jaksa Priyo W telah mendatangi Kantor Kejati DKI Jakarta.
Sebelumnya,  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membatalkan keputusan Donny Andy  Saragih sebagai direktur utama PT  Transjakarta karena
Donny merupakan  terpidana kasus penipuan.

Donny bersama  Porman Tambunan, terjerat kasus pemerasan yang terjadi pada September 2017, saat Donny menjabat sebagai direktur operasional PT Lorena Transport dan Porman berstatus sekretaris.
Amar putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat nomor 490/Pid.B/2018/PN.Jkt.Pst. mengatakan
Donny dan Porman sepakat merencanakan pemerasan terhadap bos mereka, Direktur Utama PT Lorena Transport Gusti Terkelin Soerbakti, pada September 2017.

Kala itu merek berpura-pura menjadi pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang ingin membuka kesalahan PT Lorena Transport. Donny berperan sebagai pihak OJK, sementara Porman menjadi pihak PT Lorena Transport yang dihubungi orang OJK kata hakim.

Pertama Donny menawarkan bantuan kepada Porman untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di PT Lorena Transport. Caranya, PT Lorena Transport harus menyerahkan uang 250.000 dollar Amerika. Kemudian Donny menghubungi Porman untuk meminta uang tersebut kepada Soerbekti.

Sangkaannya, kata hakim,  PT Lorena Transport telah melakukan perdagangan saham tidak sah yang melanggar hukum, apabila pelanggaran tersebut tidak mau dibuka harus menyerahkan uang senilai 250.000 dollar Amerika,” demikian bunyi pesan singkat Donny kepada Porman, yang  kemudian memberitahukan pesan singkat itu kepada Soerbakti. Porman menyarankan Soerbakti dengan kata-kata, “Dibayarkan saja, daripada menimbulkan masalah dan berimbas kepada perusahaan.”

Soerbakti kemudian menyerahkan uang kepada oknum OJK tersebut lewat Porman dan Donny (sebagai anak buahnya).

Jumlah uang yang disetorkan  sebanyak 100.000 dollar Amerika pada 6 Oktober 2017, 60.000 dollar Amerika pada 13 Oktober 2017, dan 10.000 dollar Amerika pada 20 Oktober 2017. Uang itu lalu dibagi dua.

Soerbakti mulai curiga  pada Donny dan Porman dan melapor ke Polres Metro Jakarta Pusat.
mereka  ditangkap Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat pada hari yang sama, yakni 24 November 2017.

Donny dan Porman akhirnya diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Mereka dihukum 1 tahun  penjara, dan  banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Namun, banding ditolak. Mereka tetap dihukum masing-masing satu tahun penjara.

Pada tingkat kasasi,  para terdakwa menjadi masing-masing  dihukum selama dua tahun,” demikian bunyi putusan Mahkamah Agung pada 12 Februari 2019. (SUR).

No comments

Powered by Blogger.