Header Ads

Gugatan Prof Dr OC Kaligis Terhadap Polisi Di PN Jaksel Dilanjutkan Pada Pokok Perkara

Teks foto: Prof Dr OC Kaligis SH.MH.
Jakarta-BERITA-ONE.COM-Setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) dengan majelis hakim yang diketuai Suswanti SH.MH menolak Eksepsi para tergugat, maka gugatan Pengacara senior Prof Dr OC Kaligis SH.MH terhadap Direktorat Tindak Pidana Korupsi  Bareskrim Mabes  Polri (Tergugat I) dan Direktorat Kriminal Khusus Polda Meteo Jaya (Tergugat II) dilanjutkan pada pokok perkara.

" Kami menolak eksepsi dari Tergugat I dan Tergugat II, dan  Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berwenang memeriksa dan  mengadili gugatan Penggugat, maka persidangan mendatang dilanjutkan pada pokok perkara" kata  majelis hakim dalam putusan selanya yang dibacakan ,Rabu 29 Januari 2020.

Hakim menambahkan, dengan demikian kasus gugatan ini akan dilanjutkan pada minggu mendatang dengan agenda sebagaimana yang telah ditentukan, yaitu pemeriksan pokok perkara. 

Usai sidang Penggugat Prof Dr. OC Kaligis mengatakan kepada wartawan, kalau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap orang, langsung bisa masuk. Nah, kalau kasusnya Deny Imdrayana ini sudah 93 saksi, 7 ahli  serta sudah gelar perkara, dan  dia dinyatakan melanggar  pasal 2 dan 3 tentang korupsi, yang bersangkutan kebal hukum,  karena belum diadili, perkaranya mangkrak di Polda Metro Jaya.

" Disini saya mau melihat,  bukan masalah menang atau kalah. Tapi sejauh mana hukum ini ditegakkan. Karena  di penjara Sukamiskin, Bandung, banyak orang/terpidana masuk, tapi tidak ada kerugian negara, contohnya, Jero Wanrjik, Barnabas Sebu dan Abdullah Puteh dan lainya", kata OC Kaligis

Masih kata OC Kaligis, " Tapi giliran pihak KPK yang tersangka, kayaknya kebal hukum. Berani nggak menyatakan kalau Novel Baswedan itu kebal hukum? Ini Putusan pengadilan loh,  yang mengatakan kalau dia itu sebagai tersangka pembunuhan.

Si Denny Indrayana kan selalu berbicara,  seolah olah dia yang paling bersih di dunia. Saya mau kasih lihat kepada masyarakat, dia tersangka korupsi. Dia sudah diperiksa hingga berstatus tersangka. Bukti-buktinya  bukan dari saya, tapi dari Polisi. Deny Indrayana sebagai tersangka korupsi dalam kasus  Payment Gateway Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI Tahun Anggaran 2014 Nomor: 60/HP/XIV/07/2015 tanggal 9 Juli 2015.

"Tapi, Kendati demikian kasusnya belum di dilimpahkan penyidik ke Kejaksaan untuk disidangkan di pengadilan. Ada apa ? Bukti segugadang, kasus tetap  mangkrak,"
Sedangkan penggugat OC Kaligis yang belakangan ini banyak diwawancara pers, terus mengungkap latar belakang gugatannya terhadap Polisi karena kasus mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Prof. Dr. Denny Indrayana yang hingga kini mangkrak di Polda Metro Jaya bertahun tahun.

Gugatan OC Kaligis gugat Rp 1 juta  terhadap
Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri (Tergugat I) dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya (Tergugat II).Alasanya, gugatan terkait kasus dugaan korupsi atas nama tersangka Denny Indrayana yang sudah P-21 tetapi 'mangkrak' di Polda Metro Jaya.

Karenanya, Kaligis mengajukan gugatan  perbuatan melawan hukum, lantaran Tergugat II, tidak melimpahkan berkas perkara Denny Indrayana ke Kejaksaan untuk disidangkan.

Sedangkan dari Laporan Polisi Nomor: P/226/II/2015/Bareskrim tanggal 24 Februari 2015, diperoleh fakta fakta bahwa telah terjadi tindak pidana korupsi pada kegiatan implementasi/pelaksanaan Payment Gateway pada Kemenkum HAM RI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan atau Pasal 3 dan Pasal 23 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun  2001 tentang perubahan Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan  Tindak Pidana  Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP (SUR).



No comments

Powered by Blogger.