Header Ads

Bila Tidak Periksa Berkas PK Yang Ke-2, Bearti MA Ikut Menzolomi OC Kaligis

 Prof Dr OC Kaligis SH.MH.
Jakarta,BERITA-ONE.COM-Mahkamah Agung  (MA) RI  dianggap ikut  menzolimi pengacara senior Prof Dr OC Kaligis SH.MH bila  tidak mau memeriksa berkas permohonan Peninjauan Kembali (PK) ke-2  yang dikirim oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ke MA  beberapa waktu lalu.

Hal ini dikatakan oleh OC Kaligis melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Ketua Mahkamah  Agung (MA) RI Prof Dr M Hatta Ali SH.MH dan ditulis di RS Gatot Soebroto Jakarta, Sabtu, 25 Januari 2020.

Ketua MA Prof Dr. M Hatta Ali SH.MH.

PK ke-2  saya dikembalikan oleh Plt Panitera bernama Soeharto dengan pertimbangan syarat formil belum terpenuhi. Padahal, PK-2 saya ini menurut Berita Acara Pemdapat Yudex Factie yang memeriknya, dikatakan, PK-2 saya ini telah memenuhi syarat formil, sedangkan putusan mengenai  subtansi diserahkan kepada Yudex Yuris" kata OC Kaligis dalam suratnya.

Surat terbuka yang disampaikan kepada sejumlah wartawan di Pengadilan Jakarta Selatan ini 29/1/2020, OC Kaligis mempertanyakan, mengapa harus diputus oleh Panitera? Padahal ditahun 2019 ada 3 putusan PK Ke-2  yang dikabulkan. Baik dalam putusan MK NO: 34/PUU/XI/2013 maupun keterangan/pendapat para ahli dalam PK kedua OC Kaligis ini , mereka berpendapat bahwa PK lebih dari satu kali,  diperbolehkan.

Dicontohkan; putusan PK kedua terhadap PK pertama nomor 242pk/Pid.Sus/2016 tanggal 20 Juli 2017 atas nama Ir. Bakrie Makka. Diputus oleh Hakim Agung Timur P. Manurung. S.H. M.M. selaku Ketua Majelis,  dan Hakim Anggota masing-masing adalah Hakim Abdul Latief. S.H. M.Hum. PK Kedua ini diputus bebas.
Putusan PK kedua lainnya yang dikabulkan di tahun 2019 adalah PK nomor 214/PK/Pid.Sus/2019 tanggal 25 Juni 2019 terhadap putusan Mahkamah Agung nomor 28 PK/Pid.Sus/2014, bertanggal 18 Juni 2014. Adapun pemohon PK kedua dalam kasus ini adalah Ir. Toto Kuntjoro Kusuma Jaya, diputus dengan vonis bebas(kabul) oleh para Hakim Agung. Dr. H. Andi Abu Ayyub Saleh S.H., M.H., Dr. H. Eddy Army S.H. dan DR. Gazalba Saleh, S.H., M.H.

Selanjutnya putusan PK Kedua terhadap PK pertama Nomor  53PK/Pid.Sus/2019 tanggal 29 Juli 2019 atas nama H. Taufhan Ansar Nur dan Ir. H. Abdul Azis Siadjo, Qia., M.M. Diputus oleh Hakim Agung Dr. H. Sunarto, S.H. M.H. selaku ketua Majelis, dan Hakim Anggota masing-masing adalah Hakim Agung Dr. H. Andi Samsan Nganro. S.H. M.H. dan Hakim Agung Prof. Dr. Abdul Latief. S.H. M.Hum. Pemohon PK Kedua dalam hal ini adalah Taufhan Ansar Nur dan Ir.H.Abdul Azis Siadjo. QLA. MM. PK kedua ini juga diputus bebas.

" Apa bila MA tidak memeriksa PK ke-2 saya, dengan penuh hormat kepada bapak Ketua,saya tegaskan bahwa MA  telah ikut menzolimi saya. Padahal saya pernah membela MA di Mahkama Kimstitusi ( MK) melawan Komisi Yudisial (KY) . Saya juga pernah membela hakim Agung Marnis Kahar dan Supraptini dalam satu perkara korupsi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan", kata OC Kaligis.

Semoga Ketua MA yang menjelang pensiun ini tidak turut mezolimi saya, dengan tidak memeriksa PK ke-2 saya. Gara gara THR tersebut saya telah dibui hampir selama lima tahun di  Guntur atau di Sukamiskin Bandung. Usia saya hampir 78 tahun, harus dipenjara. Seolah saya sebagai perampok uang negara.

Semoga surat terbuka saya ini dapat mengetuk rasa Keadilan Ketua MA untuk memeriksa berkas perkara  PK ke-2 saya ini. Dan surat OC Kaligis  ini ditebuskan kepada Presiden RI Joko Widodo dan Kemenhumham Yasonna Laoly SH.Phd.
Seperti kita ketahui,  bakwa OC kaligis pada Juli 2015 ditangkap KPK dan dihukum oleh pengadilan Tipokor Jakarta selama 5,5 tahun penjara. Dan pada tingkat banding hukumannya naik menjadi 7 tahun penjara. Di MA pada tingkat kasasi  naik lagi menjadi 10 tahun penjara.

Maka OC Kaligis mengajukan PK yang pertama, dan hukumanya turun menjadi 7 tahun. Tapi OC Kaligis  masih  merasa disparitas hukuman baginya telalu tinggi karena Gery  mantan  anak buahnya yang melakukan penyuapan kepada hakim Tripena senesar 5 ribu dolar Singapura  hanya dihukum 2 tahun penjara.

Maka pada 2019 lalu OC Kaligis mengajukan PK yang Ke-2 dengan harapan hukumannya dapat turun kembali. Tapi kenyataannya boro-boro hukumannya rurun, PK-ke2 nya yang oleh Pengadilan Negeri Jalarta Pusat telah dikirim ke MA, tapi kemudian  dikembalikan ke Pengadilan Negeri  Jakarta Pusat oleh panitera Plt MA  bernama Soeharto. Maka OC kaligis menyurati Ketua MA . M Hatta Ali.

Kata OC Kaligis,  kirim surat ke Ketua MA ini sudah yang ke-4 kalinya, tapi  belum pernah mendapatkan balasan.

Pada surat yang terakhir ini  diharapkan,   Ketua MA Hatta Ali  dapat terketuk rasa keadilannya dengan jalan mau memeriksa berkas permohonan perkara PK kedua dari  OC Kaligis tersebut. (SUR).


No comments

Powered by Blogger.