Header Ads

Surat Tuntutan Jaksa Dari Kejaksaan Jakpus Dinilai Banyak Kejangalan dan Keanehan Secara Mistirius


Terdakwa Thomas Nur Yaputra (ketiga dari kiri) saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Jakarta,BERITA-ONE.COM-Surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Yanuar SH dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Jakpus) dinilai Direktur PT. Resaltar Prima Thomas Nur Yaputra banyak kejanggalan kejanggalan dan misterius.

Hal ini dikatakan terdakwa usai sidang di Pengadilan Jakarta Pusat, 8 Agustus 2019.

Menurut terdakwa Thomas, kejanggalan yang pertama adalah,  dirinya telah dituntut oleh Jaksa Yanuar dua minggu  lalu, tapi belum mendapatkan berkas perkara pemeriksaannya secara lengkap hingga Tuntutan Jaksa kepadanya dibacakan.

Padahal dia mengaku sudah memintanya baik melalui lisan ataupun surat, tapi tidak diberikan.  Dan baru hari ini akan diberikan berkas perkara itu dari Panitera Pengganti, usai sidang.

" Kemarin  pagi (7/8/2019)  saya baru diberikan waktu oleh Jaksa untuk melihat dan  mencocokan barang bukti (BB), padahal masalah ini sudah saya minta sejak 4 bulan lalu. Tapi baru kemarin  bisa melihat BB, setelah tuntutan dibacakan  dua minggu lalu. 

Tapi saya kecewa karena BB yang berupa Surat Infois, Surat Jalan, Surat Laporan Keuangan dan lainnya, tidak ada satupun yang asli, semuannya foto copy. Kata Jaksa, memang dari pelapor semuanya foto copy.    Dan BB tersebut diduga fiktif" kata Thomas kepada sejumlah wartawan.

Kejanggalan yang kedua, masih kata Thomas,  Surat Tuntutan Jaksa yang diberikan kepada hakim ataupun terdakwa , dalam bentuk copy ataupun soft copy dengan fersi yang berbeda. Ini merupakan dasar kejanggalan yang serius. Dan salah satu yang berbeda antara lain adalah,  Tanggal yang berbeda-beda. Jadi  ini merupakan ketidak cermatan Surat Tuntutan Jaksa.

" Berdasarkan hal tersebut diatas, kami  minta kesempatan agar diberikan waktu mencocokan Surat Tuntutan  dari Jaksa  yang ada pada Hakim dengan Surat Tuntutan Jaksa yang ada pada kami. Kalau berbeda beda seperti ini, bagaimmana kami bisa melakukan pembelaan. Pembelaan kami jadi omong kosong nantinya.

Hingga terjadi seperti itu  dikawatirkan,  Jaksa terlalu lelah, sehingga  dalam membuat Surat  Tuntutan  tanggalnya berbeda-beda,   setiap lembar Surat Tuntutan Jaksa Tidak ada nomor halamannya , hanya poin-poinnya saja yang ada", tambah Thomas.

Kejanggalan ketiga, pada Surat Tuntutan Jaksa yang kami terima adalah tiba-tiba saja 4 nama orang saksi dihilangkan, padahal kempat saksi tersebut sudah dimintai keterangannya dalam 

persidangan. Lebih aneh lagi,  dalam Surat Tuntutan Jakasa tersebut terdapat nama saksi fiktif. Tidak pernah dimintai keterangannya dalam persidangan, tapi muncul dalam Surat Tuntutan Jaksa tersebut.

"Jadi ini merupakan hal hal yang  janggal dalam rangkain proses kriminalisasi terhadap diri saya", kata Thomas lagi
Ditegaskan Thomas , BB yang disampaikan oleh pelapor dalam perkara ini semua tidak ada artinya sama sakali, karena sifatnya sepihak. Kalau BB yang benar seharusnya ada keterangan dari kami. BB dalam perkara ini yang ada di Kejaksaan semuanya foto copy. Tidak ada yang asli.

Dan pelapor, Ivan Bert SH, oleh Thomas dinilai janggal karena bukan legal Standing, tidak punya surat tugas, tak punya surat kuasa dari Direksi, mengankat dirinya sendiri dan mengatas namakan perusahaan.

Selain itu,  pelapor sudah mengundurkan diri dari perusahaan,  dan BAP polapor dilakukan setelah  mengundurkan diri. Jadi,  BAP ini cacat hukum dan harus batal demi hukum, tegas Thomas.

Seperti diketahui,  kasus ini terjadi  karena terdakwa Thomas yang merupakan Direktur pada PT. Resaltar Prima oleh Jaksa  didakwa menggar  pasa 372 dan 378 KUHP yang merugikan korban  Rp 1,2 milyar . Dan oleh Jaksa terdakwa dituntut hukuman  2 tahun,  beberapa waktu lalu.
Pada hari ini (Kamis 8/8/2019) Thomas rencananya akan melakukan pembelaan/pledoi, tapi belum siap karena ada beberapa kendala yang menyebabkannya  seperti yang  tersebut diatas pada  tulisan ini. Sehingga Thomas minta kepada majelis  hakim Syarifuddin Zuhri SH untuk diberikan   waktu guna mencocokan Surat Tuntutan Jaksa,  baik yang ada padanya ataupun yang ada  pada majelis hakim. Sidang ditunda Kamis mendatang. (SUR).


No comments

Powered by Blogger.