Header Ads

Pengacara Prof Dr.OC Kaligis SH Gugat Gubernur DKI Jakarta Agar Menghentikan Bambang Widjojanto (BW).

Teks foto: Prof Dr Otto Cornelis Kaligis SH (kanan) bersama asistennya.
Jakarta,BERITA-ONE.COM-Dinilai melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH),  Pengacara senior Prof. Dr. Otto  Cornelis Kaligis SH yang juga akrab dipanggil OC Kaligis, menggugat Gubernur DKI Jakarta, H Anies Rasyid Baswedan, SE, M.P.P., PH.D sebesar Rp 1 Juta di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Selasa, 27 Agustus 2019.

Sedangkan pada gugatan immateriil Penggugat minta ganti rugi Rp 10 juta karena akibat perbuatan Tergugat tersebut Penggugat  telah dirugikan baik waktu, tenaga dan pikiran yang semuanya tidak dapat diukur dengan uang akan tetapi dalam perkara  quo untuk memberikan kepastian hukum atas perbuatan Tergugat, maka Penggugat menuntut ganti seperti tersebut diatas.

Selain itu,  Penggugat OC  Kaligis dalam petitum meminta juga kepada majelis hakim yang mengadili perkara ini agar  menghukum Tergugat untuk menghentikan Bambang Widjojanto ( BW) sebagai Ketua Komite Pencegahan Korupsi.

Pengacara Senior tersebut , OC Kaligis,  memohon kepada majelis hakim yang diketuai Rosmina, SH, MH agar mengabulkan gugatan yang diajukan Penggugat untuk seluruhnya. Dan menyatakan Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Sebagaimana dicantumkan Penggugat OC Kaligis, dalam gugatannya cukup  menarik, karena  secara gentle OC Kaligis mengakui dirinya warga binaan Lapas Sukamiskin Bandung akibat target KPK yang selalu dikritiknya sebagai institusi tidak bersih, dan langkah KPK didukung oleh temuan Hak Angket Komisi III DPR. Penggugat tetap tidak kehilangan hak untuk turut memperjuangkan hukum.

Karena seorang yang dicap sebagai narapidana,tetap dapat turut serta menegakkan kebenaran melalui pengadilan.

Dibanding dengan para tersangka kelompok KPK yang terlibat pidana, yang bebas berkeliaran di luar penjara karena deponering, Penggugat tidak pernah merasa kecewa, dirampok kebebasan Penggugat, melalui rekayasa tuntutan KPK yang tebang pilih.

Dikatakan, Jabatan Bambang Widjojanto (BW), sebagai salah seorang tim sukses Gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang dalam masa kampanye mengkritik berat perbuatan perbuatan melawan hukum yang dilakukan para birokrat.

Tetapi Gubernur Anies Baawedan dan Saniaga Uno malah mengangkat BW yang menyandang status tersangka deponeering, tentu harus dilawan melalui gugatan pengadilan sekalipun Penggugat sadar bahwa para hakimpun ketika memutus perkara melawan kelompok KPK, akan dirusak atau dicari cari kesalahannya melalui media pendukung KPK.

Kata OC Kaligis, sebagai contoh hakim yang mengalahkan KPK dalam perkara Praperadilan Jenderal Polisi Budi Gunawan atau hakim Praperadilan yang menangani Setya Novanto.

Peradilan jalanan, peradilan pers adalah senjata ampuh KPK untuk mencapai tujuan dengan cara apapun. Kalau perlu meminta campur tangan Presiden untuk melindungi mereka.

"Buktinya tersangka Prof Denny Indrayana, Novel Baswedan, Abraham Samad, sampai kini bebas menghirup udara segar, dibanding dengan semua tersangka KPK yang divonis hanya karena kesaksian de auditu, kesaksian kata orang, tanpa pendukung bukti lainnya," tandas OC Kaligis.

Gugatan terhadap Gubernur DKI  Jakarta yang  dilayangkan Penggugat karena mengangkat BW yang berstatus tersangka sebagai Ketua Komite Pencegahan Korupsi.

"Atas perbuatan Tergugat inilah  dinilai menciderai tujuan Gubernur DKI Jakarta dalam menjaga pemerintahan yang bersih hukum," tambah OC Kaligis seperti dalam gugatannya.

Sebagaimana diamanatkan  oleh Undang Undang No.28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Faktanya  BW yang diangkat sebagai Ketua Komite Pencegahan Korupsi memiliki rekam jejak yang negatif, ungkap pengacara senior ini.

Pada persidangan perdana Selasa (27/8), ketua majelis hakim membuka sidang yang dihadiri langsung ole OC Kaligis dan kuasa hukumnya.

Sedangkan kuasa Tergugat walau hadir pada persidangan ini dianggap tidak hadir lantaran tidak mempunyai/tak dapat memperlihatkan surat kuasa dari Tergugat. Hakim menunda sidang sampai minggu depan. (SUR).


No comments

Powered by Blogger.