Header Ads

Pemprof DKI Jakarta Resmi Memberlakukan Ganjil Genap Mulai 9 September 2019


Jakarta,BERITA-ONE.COM-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya memastikan perluasan 16 area ganjil-genap melengkapi sembilan area yang telah diterapkan dalam sistem ganjil-genap sebelumnya. Perluasan 16 area ganjil-genap akan berlaku pada 9 September dengan masa sosialisasi pada 7 Agustus-8 September 2019.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, perluasan 16 area ganjil-genap ini merupakan hasil evaluasi dari penerapan ganjil-genap di sembilan wilayah sebelumnya yang dinilai cukup berhasil mengurangi kemacetan di jalan raya. Selain berkurangnya kemacetan di beberapa titik yang diberlakukan ganjil-genap, Syafrin juga menyebut kualitas udara semakin baik di beberapa koridor awal ganjil-genap.

"Berdasarkan analisis evaluasi kami, maka kami memutuskan untuk diberlakukan perluasan ganjil-genap ditambah empat koridor lanjutan atau 16 ruas jalan," kata Syafrin saat jumpa pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu kemarin.

Syafrin juga menampik isu yang sempat ramai belakangan di masyarakat terkait perluasan ganjil-genap akan berlaku untuk sepeda motor.

Ia menegaskan, perluasan ganjil-genap ini tetap ada pengecualian kendaraan, termasuk untuk sepeda motor. "Untuk sepeda motor, tidak diperlakukan ganjil-genap. Begitu juga dengan angkutan umum pelat kuning dan tambahan pengecualian, yakni kendaraan listrik," ujar dia.

Selain sepeda motor dan angkutan, Syafrin memaparkan, pengecualian kendaraan juga berlaku bagi kendaraan yang membawa penyandang disabilitas, ambulans, pemadam kebakaran, kendaraan pengangkut BBM dan BBG, kendaraan petinggi negara, kendaraan dinas TNI dan Polri, kendaraan pengangkut pejabat negara asing, kendaraan pemberi pertolongan kecelakaan, dan kendaraan kepentingan tertentu.

Ia menjelaskan empat koridor tambahan perluasan ganjil-genap itu.
Pada koridor satu, yang semula hanya Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin-Jalan Merdeka Barat, akan diperpanjang di sisi utara hingga Jalan Majapahit-Jalan Gajah Mada-Jalan Hayam Wuruk sampai Kota. Di sisi selatan, akan diperpanjang dari Jalan Sisingamangaraja-Jalan Panglima Polim-Jalan Fatmawati sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang.

Selanjutnya, ia menjelaskan, ada koridor tambahan, yaitu koridor dua, mulai Jalan Suryo Pranoto-Jalan Balikpapan-Jalan Kiai Caringin sampai dengan Jalan Tomang Raya akan bertemu di simpang Jalan S Parman simpang Tomang.

Kemudian di koridor tiga, dari simpang Jalan Pramuka-Jalan Jenderal Ahmad Yani mengarah ke simpang Jalan Salemba Matraman.

Lalu untuk koridor empat untuk tambahan perluasannya, mulai dari Jalan Salemba Raya-Jalan Kramat Raya-Jalan Senen Raya hingga ke Jalan Gunung Sahari di ujung simpang Jalan RE Martadinata.
Sementara, kendaraan yang akan masuk dan keluar dari pintu tol, di mana areanya termasuk ganjil-genap, Syafrin mengatakan, kendaraan akan diarahkan keluar dari area ganjil-genap.

"Untuk waktu penetapan ganjil-genap, akan dilaksanakan dengan dua periode waktu dan ada penambahan waktu pada sore hari. Untuk pagi hari tetap pukul 06.00 WIB sampai 10.00 WIB, kemudian untuk sore awalnya pukul 16.00 WIB sampai 20.00 WIB, kini diperpanjang sampai pukul 21.00 WIB," ujar dia.

Wakil Dirlantas Polda Metro Jaya AKBP I Made Agus Prasatya mengatakan, Polda Metro Jaya akan membantu penerapan perluasan ganjil-genap ini. Untuk implementasinya, selain ada penguatan dari peraturan gubernur, selanjutnya akan dipasang rambu-rambu tambahan area ganjil-genap.

"Saat ini adalah masa sosialisasi hingga 8 September nanti. Bila ada yang melanggar, akan diberikan tindakan preventif. Tapi, saat pemberlakuan pada 9 September nanti, bila ada pelanggaran, akan dilakukan tindakan penegakan hukum," kata AKBP I Made Agus.

Langkah preventif selama masa sosialisasi ini, pihak Polda Metro Jaya, khususnya di Ditlantas, akan menempatkan para petugas di area perluasan ganjil-genap selama satu bulan mulai 7 Agustus hingga 8 September. Pengemudi yang melanggar hanya akan diarahkan untuk keluar dari jalur ganjil-genap.

Humas PMJ mengatakan , Pada 9 September saat pemberlakuan sudah berjalan, bila ada pengemudi yang melanggar area ganjil-genap, pihaknya akan melakukan tindakan represif langsung penegakan hukum. (SUR).

No comments

Powered by Blogger.