Header Ads

Masyarakat Minta Tim Tapal Batas Pemprov dan Kabupaten Kota Tidak Bertele-tele Dalam Menyelesaikan Tapal Batas Prabumulih - Muara Enim

Tim tapal batas provinsi Sumsel  melihat data data kelapangan
PRABUMULIH,  BERITA–ONE.COM-Untuk mencari kebenaran dan melihat data-data di lapangan Tim tapal batas pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan kabupaten kota Prabumulih bersama  Forum Koalisi Masyarakat Gunung Kemala (KMGK) Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih kembali mendatangi tempat penemuan patok tapal batas yang dibangun puluhan tahun lalu yang mereka yakini batas wilayah Prabumulih dengan Muara Enim yang berada diwilayah RT.01 RW.04 Borpit Kelurahan Gunung Kemala, Kamis 8/8/2019

Adapun lokasi penemuan patok tapal batas tersebut ditemukan tak jauh dari pemukiman warga sekitar  100 meter dari jalan raya Gunung Kemala, ditemukannya patok tersebut meyakinkan jika wilayah Prabumulih telah mengalami pergeseran yang sangat signifikan setiap tahunnya

“Patok ini dipasang sebagai tanda perbatasan Kota Prabumulih dan merupakan Patok Lebung Kure” ungkap Mat Yunus ketua KMGK saat melihat tempat Patok Bersama Tim dari kota Prabumulih dan tim dari provinsi Sumatera Selatan

Dirinya menambahkan jika patok tapal batas Lebung Kure yang ditemukan itu memiliki arti yakni Tiga Serumpun atau dengan kata lain dimaknai daerah tersebut dihuni oleh tiga Marga atau suku seperti Marga Rambang, Marga Belida dan Marga Lematang
“tiga marga itu maksudnya Payuputat (Lematang), Tanjung Telang (Belida) dan Gunung Kemala (Rambang) yang berbatasan dalam satu titik atau daerah yang hingga kini hidup rukun dan berdampingan” lanjutnya

Diketahui menurut informasi mantan Kepala Desa Gunung Kemala Mat Sali jika beberapa patok tapal batas Prabumulih juga terdapat Dilebung kure didalam wilayah Tambang Batubara PT.GHEMMI Desa Gunung Raja yang saat ini sudah hilang karena penambangan Batu bara.dan mantan kepala desa Gunung Kemala ini dengan tegas meminta kepada Tim dari provinsi dan kota Prabumulih untuk tidak bertele-tele dalam menyelesaikan masalah tapal batas Gunung Kemala -Gunung Raja Karna menurutnya sudah puluhan tahun tidak pernah selesai.

Sementara itu, Asurman warga setempat mengatakan jika saat ini warga Gunung Kemala telah meminta pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemkot Prabumulih untuk mengkaji ulang (revisi) penegasan tapal batas yang diklaim pihak Muara Enim yang saat ini bersentuhan langsung dengan tambang batubara

Menurut kepala bagian batas wilayah Provinsi Sumatera Selatan sri Sulastri kami dari tim Provinsi Sumatera Selatan datang ke lokasi tapas batas ini untuk memenuhi surat Walikota Prabumulih untuk melihat  langsung ke lapangan dan membuktikan kebenaran data-data di lapangan serta mengambil titik-titik koordinat dan mencari solusi yang terbaik untuk masyarakat Kelurahan Gunung Kemala dan Desa Gunung Raja dan mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Kelurahan Gunung Kemala atas bantuannya.(B1)

No comments

Powered by Blogger.