Header Ads

Mantan Pejabat Kementerian PUPR Dihukum 6 Tahun Penjara


Terdakwa Anggiat P Nahat Simaremare.
Jakarta,BERITA-ONE.COM-Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang diketuai Frengky Tambuun SH menghukum mantan Kepala Satuan Kerja  Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Strategis,
Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Anggiat P Nahat Simaremare,  selama 6 tahun penjara potong tahanan.

Selain itu terdakwa juga diwajibkan membayar
denda sebesar Rp 250 juta subsider 2 bulan kurungan. Menurut hakim, terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindak pidana korupsi  seperti yang didakwakan oleh Jaksa Pemuntut Umum (JPU), Rabu 7 Agustus 2019.

Hal yang memberatkan bagi terdakwa antara lain, tindakwa terdakwa tidak mendukung progran  pemerintah yang sedang giat giatnya memberantas  korupsi. Dan yang meringankan terdakwa sopan dan mengakui perbuatannya.

Selain itu terdakwa juga telah  menyerahkan uang yang pernah diterima, menyesali perbuatannya serta  terdakwa belum pernah dihukum  kata hakim. 

Terdakwa tidak diwajibkan membayar uang pengganti karena semua uang suap dan gratifikasi telah KPK sita
Terdakwa Anggiat  terbukti menerima suap Rp 4,95 miliar dan 5.000 dollar Amerika Serikat.  

Sedangkan Uang itu berasal dari Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih, dan dua Direktur PT Tashida Sejahtera Perkara (TSP) bernama Irene Irma serta Yuliana Enganita Dibyo.

Berikutnya terdakwa  Anggiat menerima uang Rp 1,25 miliar secara bertahap dari Leonard Jusminarta Prasetyo selaku Komisaris PT Minarta Duta Hutama, untuk  mempermudah pengawasan proyek.

Hukuman  ini lebih rendah dari tuntutan jaksa KPK yang sebelumnya menuntut 8 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 4 bulan kurungan. Terhadap vonis ini Jaksa ataupun terdakwa Anggiat menyatakan  pikir-pikit untuk melakukan upaya hukum. (SUR).


No comments

Powered by Blogger.