Header Ads

Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto Hadir Dipengadilan Berpenampilan Seperti Elvis Presley.

Setya Novanto dengan penampilan brewokan.

Jakarta,BERITA-ONE.COM-Sepintas orang tidak akan menyangka bahwa itu Setya Novanto yang mantan ketua DPR. Kata pengunjung sidang, kali ini penampilan Setnov, panggilan akrapnya, bagaikan artis legendaris  Elvis Presley,  saat hadir di Pengadilan Tipikor Jakarta untuk menjadi saksi terdakawa mantan Dirut PLN Sofyan Basyir, 12 Agustus 2019.

Ketika disapa sejumlah wartawan yang menunggu kahadirannya, Setnov mengatakan,"Alhamdulillah sehat ," jawab Setnov .

Penampilan  Setnov yang biasanya klimis namun kini brewokan dengan kumis tipis  tampak tenang ketika memasuki ruang sidang.  Dan yang paling mencolok dalm  penampilannya Setnov yang paling mencolok karena yang bersangkutan memakai jengot yang cukup lebat.

Ketika ditanya mengapa penampilnnnya berubah seperti ini terpidana 15 tahun dalam kasus E-KTP ini menjawab santai, " Ini karena pergaulan" katanya singkat sambil tersenyum

Setya Novanto dengan  berpenampilan baru ini   hadir di pengadilan Tipikor Jakarta sebagai saksi dalam persidangan suap perkara PLTU Riau-1 dengan terdakwa Eks Dirut PLN Sofyan Basir.

Dalam persidangan  nama Setya Novanto disebut dalam dakwaan Basir,  diduga ikut berperan mempertemukan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo dengan Sofyan Basir. Kotjo sendiri sudah dihukum.
Dalam dakwaan Sofyan Basir, Setnov disebut juga dijanjikan commitment fee sebesar 24 persen dari 2,5 persen nilai proyek PLTU Riau-1  senilai USD 6 juta.
Sedangkan Sofyan Basir sendiri  didakwa oleh Jaksa KPK sebagai pihak yang mengatur pertemuan untuk membahas kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1 hingga terjadi penyuapan.

Pertemuan tersebut terjadi antara Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Idrus Marham, dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo.

Kata  Jaksa, terdakwa  Sofyan Basir diduga mengetahui ‎bahwa Eni Saragih dan Idrus Marham menerima imbalan atau suap secara bertahap dari Johanes Kotjo sebesar Rp 4,7 miliar.

Mantan Dirut  PLN itu didakwa melanggar UU Tipikor Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah menjadi  UU Nomor 20 Tahun 2001. (SUR).


No comments

Powered by Blogger.