Header Ads

Dua Pengusaha Yang Menyuap Pejabat PT.Krakatau Steel Dituntut Hukuman 3,8 Tahun Penjara

Terdakwa Kenneth Sutardja.
Jakarta,BERITA-ONE.COM-Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut dua pengusaha Direktur Utama (Dirut) PT Grand Kartech, Kenneth Sutardja dan Dirut PT Tjokro Bersaudara, Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro selama 3,8 tahun penjara Potong tahanan,  di pengadilan Tipikor Jakarta Kamis,1 Agustus 2019.

Jaksa M Asri dalam tuntutannya menyatakan, mereka bersalah karena telah menyuap mantan Direktur Produksi dan Teknologi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro. Dan menuntut hukuman kepada Kenneth selama 2
tahun penjara dan denda Rp100 juta,  subsidair 6 bulan kurungan.Sementara itu untuk  Eddy Tjokro dituntut 1 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp100 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Terdakwa Kurniawan Edy Tjokro.
Dikatakan Jaksa dalam requisitoirnya,  memohon kepada majelis hakim agar menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut.

Pertimbangan Jaksa,  tentang hal yang memberatkan dan  meringankan dari para terdakwa antara lain, yang memberatkan karena perbuatannya para terdakwa dianggap tidak menjunjung tinggi profesionalisme, mendukung program pemerintah  pemerintah yang sedang gencar gencarnya  melakukan  memberantas korupsi.

Masih kata  Jaksa, Kenneth tidak berterus terang dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan. sedangan  Berbeda dengan Kenneth, Eddy, menurut Jaksa, berterus terang dan menyesali perbuatannya.

Yang meringankan, Jaksa berpandangan keduanya belum pernah dihukum, mempunyai tanggungan keluarga, serta sopan selama menjalani persidangan.
‎Keduanya oleh Jaksa dinyatakan  terbukti bersalah menyuap mantan Direktur Produksi dan Teknologi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro. Kenneth disebut menyuap Wisnu sebesar Rp 101,54 juta. Sedangkan Eddy menyuap Wisnu sebesar Rp 55,5 juta. Suap tersebut diberikan melalui perantara bernama Alexander Muskitta.

Suap dilakukan Eddy agar Wisnu memberikan persetujuan pengadaan pembuatan dan pemasangan 2 unit Spare Bucket Wheel Stacker atau Reclaimer Primary Yard dan Harbors Stockyard. Rencananya, anggaran pengadaan barang di Krakatau Steel itu nilainya mencapai Rp 13 miliar.

Sementara Kenneth, memberikan suap agar Wisnu menyetujui pengadaan 2 unit boiler kapasitas 35 ton dengan anggaran Rp 24 miliar. Suap juga diduga untuk pengadaan jasa Operation and Maintenance (OM) terhadap seluruh boiler yang ada di Krakatau Steel tahun 2019.

Kenneth dan Eddy dinyatakan bersalah  melanggar Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Sidang ditunda satu minggu untuk memberikan kesempatan kepad para terdakwa atau penasehat hukumnya melakukan eksepsi/pembelaan. (SUR).

No comments

Powered by Blogger.