Header Ads

Kejagung Sidik Dugaan Korupsi Pengadaan Obat Aids

Gedung Kejaksaan Agung RI 
Jakarta,BERITA-ONE.COM-Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) melakukan  penyidikan dan  pengembangan dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Obat, Vaksin, dan Perbekalan Kesehatan (Penyediaan Obat Aids dan PMS) Tahap I pada  Kementerian Kesehatan Tahun Anggaran 2016.

Kapuspenkum Kejagung Dr. Mukri SH.MH mengatakan, berkaitan dengan ini penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 3 (tiga) orang saksi yang antara lain:Tita Mintarsih,S.Si.Apt ,Anggota Kelompok Kerja Pengadaan Barang (Obat dan Vaksin) di Kemenkes diperiksa terkait dengan pengadaan obat untuk penyakit Aids dan PMS yang diadakan oleh PT. Kimia Farma Trading & Distribution, Senin Kemarin.

Saksi selanjutnya asalah Raden Pandukusuma, MM, Anggota Kelompok Kerja Pengadaan Barang (Obat dan Vaksin) di Kemenkes diperiksa terkait dengan pengadaan obat untuk penyakit Aids dan PMS yang diadakan oleh PT. Kimia Farma Trading & Distribution.

Asep Rachman, SH.,MH , Anggota Kelompok Kerja Pengadaan Barang (Obat dan Vaksin) di Kemenkes] diperiksa terkait dengan pengadaan obat untuk penyakit Aids dan PMS yang diadakan oleh PT. Kimia Farma Trading & Distribution.

Para saksi diperiksa terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi, dimana pada Tahun 2016 Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan pada Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dengan dana yang bersumber dari APBN telah melaksanakan pengadaan obat, vaksin, dan perbekalan kesehatan (penyediaan obat untuk penyakit AIDS dan PMS) Tahap I dan selaku penyedia barang yaitu, PT. Kimia Farma Trading & Distribution dengan nilai kontrak sebesar Rp. 211 milyar lebih.

Pengadaan tersebut dilaksanakan dengan mekanisme pelelangan umum, kemudian dalam pelaksanaannya pengadaan obat AIDS dan PMS tersebut diduga terjadi penyimpangan dengan tidak mempedomani Peraturan-Peraturan Pengadaan Barang/ JasaPemerintah.
(SUR).

No comments

Powered by Blogger.