Header Ads

Kejagung Sidik Dugaan Korupsi Pembelian Lahan 400 Hektar Oleh PT.ICR Di Jambi

Jakarta,BERITA-ONE.COM-Kasus dugaan tindak pidana  korupsi dalam pembelian lahan batubara seluas 400 HA di Jambi  yang  merugikan negara Rp 91 milyar lebih, mulai diperiksa Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Rabu 10 Juli 2019.

Kasus ini terjadi dengan cara  membeli saham pemilik tambang PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa oleh PT. Indonesia Coal Resources  (ICR) anak Perusahaan PT. Aneka Tambang (Antam).

Kapuspenkum Kejagung Dr Mukri SH.MH mengatakan, dua Saksi yang diperiksa Kejagung adalah, Ir. Harry Andria Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jambi diperiksa terkait dengan status ijin lahan batubara seluas 400 Ha yang dibeli oleh PT. Indonesia Coal Resources (anak Perusahaan PT. Antam) dari PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa, Pangaloan Siahaan, ST Kantor Jasa Penilai Publik Pangaloan diperiksa terkait penilaian aset lahan batubara PT. ICR.

Sebelumnya Penyidik telah menetapkan 6 orang tersangka dengan inisial BM, MT, ATY, AL, HW, dan MH pada 4 Januari 2019 dalam kasus  dugaan tindak pidana korupsi pembelian lahan batubara seluas 400 Ha ini yang mengakibatkan kerugian keuangan sebesar Rp 91 milyar lebih.

Kasus  korupsi ini berawal dari Direktur Utama PT. Indonesia Coal Resources (PT. ICR) bekerjasama dengan PT. Tamarona Mas International (PT. TMI) selaku Kontraktor dan Komisaris PT. Tamarona Mas International (PT. TMI) telah menerima penawaran penjualan/ pengambilalihan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) batubara atas nama PT. Tamarona Mas International seluas 400 Ha di Kabupaten Sarolangun Jambi

Dan hal tersebut  terdiri dari IUP OP seluas 199 Ha dan IUP OP seluas 201 Ha, kemudian diajukan permohonan persetujuan pengambilan IUP OP seluas 400 Ha (199 Ha dan 201 Ha) kepada Komisaris PT. ICR melalui surat Nomor: 190/EXT-PD/XI/2010 tanggal 18 November 2010 kepada Komisaris Utama PT. ICR perihal Rencana Akuisisi PT. TMI dan disetujui dengan surat Nomor: 034/Komisaris/XI/2010 tanggal 18 November 2010 perihal Rencana Akuisisi PT. TMI.

Kenyataan PT. TMI mengalihkan IUP OP seluas 199 Ha dan IUP Eksplorasi seluas 201 Ha sesuai surat Nomor: TMI-0035-01210 tanggal 16 Desember 2010 perihal Permohonan Perubahan Kepemilikan IUP Ekplorasi seluas 201 Ha dari PT. TMI kepada PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa (PT. CTSP)

Perbuatan tersebut  merupakan tindakan yang bertentangan dengan
Persetujuan rencana akuisisi PT. TMI yang diberikan oleh Komisaris Utama PT. ICR adalah asset property PT. TMI yang menjadi objek akuisisi adalah IUP yang sudah ditingkatkan menjadi Operasi Produksi sesuai dengan surat Nomor: 034/Komisaris/XI/XI/2010 tanggal 18 November 2010 perihal Rencana Akuisisi PT.TMI.

Laporan Penilaian Properti/ Aset Nomor File: KJPP-PS/Val/XII/2010/057 tanggal 30 Desember 2010
Laporan Legal Due Deligence dalam rangka Akuisisi tanggal 21 Desember 2010. (SUR).

No comments

Powered by Blogger.