Header Ads

Dua Hakim PN Jakarta Selatan Dihukum 9 Tahun Penjara.

Terdakwa Irwan 
Jakarta,BERITAONE.COM.
Majelis  hakim yang diketua Ni Made Sudani SH dari Pengadilan Tipikor Jakarta menghukum dua orang hakim  Pengadilan Negeri Jakarta Selatan R Is Wahyudi Widodo dan Irwan selama 9 tahun penjara potong tahanan, Jumat , 12 Juli 2019.

" Menjatuhkan pidana kepada terdakwa I, R. Is Wahyudi Widodo dan terdakwa   terdakwa II Irwan  masing  masing dengan hukuman selama 4,5 tahun penjara potong tahanan.  Keduanya juga dihukum membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan", kata Ni Made Sudani SH

Terdakwa R Ia Wahyudi Widodo
Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah  menerima suap sebesar Rp150 juta dan Sin$47 ribu dari seorang pengacara dan pengusaha.

Dikatakan hakim dalam putusannya, suap itu  diberikan untuk memengaruhi putusan perkara perdata CV Citra Lampia Mandiri (CLM) dan PT Asia Pacific Mining Resources (APMR) di PN Jakarta Selatan yang diproses oleh para terdakwa.

Kasus ini berawal dari gugatan perdata yang diajukan CV CLM ke PN Jakarta Selatan terkait perjanjian akuisisi dengan PT APMR. Perjanjian akuisisi itu dianggap tidak sah karena ditandatangani Williem J. Van Dongen yang bukan direktur PT APMR.

Hakim menyebut pengacara CV CLM, Arif Fitrawan, kemudian menghubungi Panitera Pengganti PN Jakarta Timur Ramadhan untuk membantu mengurus perkara tersebut.
Ramadhan pun menyanggupi dengan menemui Iswahyu dan Irwan agar memenangkan CV CLM.

Irwan sempat menanyakan jumlah uang yang akan diterimanya. Ramadhan pun menyebut jumlahnya Rp180 juta dan akan ada uang Rp500 juta di saat putusan akhir.

Uang sebesar Rp500 juta untuk hakim Iswahyudi  dan Irwan kemudian diserahkan dua hari sebelum putusan akhir. Uang itu ditukar dalam bentuk dolar Singapura sebesar Sin$47 ribu. Namun, belum sempat diserahkan pada kedua hakim, Ramadhan dan Arif diciduk KPK.

Sebelum vonis dijatuhkan, hakim mempertimbangakan hal yang  memberatkan dan meringankan.
Yang  meringankan para terdakwa sopan dan berterus terang, belum pernah dihukum, serta telah mengabdi  sebagai hakim  selama 30 tahun.

Para terdakwa dinyatakan  melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sebelumnya, jaksa menuntut mereka selama delapan tahun pidana penjara dan membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan.

Terhadapa putusan ini baik Jaksa maupun terdakwa mengatakan pikir-pikir. (SUR).



No comments

Powered by Blogger.