Header Ads

Hakim Dimohon Kabulkan Gugatan Pengugat


Jakarta,BERITA-INR.COM-Ketua Majelis hakim Duta Baskara SH yang  menangani perkara perdata NO: 17/Pdt.SUS.AL/2019/PN.Niaga.Jkt.Pst,  dalam profisi diminta  untuk memerintahkan kepada Tergugat selaku Tim kurator PT Jaya Smart Technilogi, PT Royal Standar , Untung Santrawijaya dan Irma Halim (dalam pailit) untuk  memghentikan sementara dan menunda tindakan pemberesan boedel pailit sepanjang  menyangkut harta atas  nama Julia Supardi sampai perkara ini memperoleh putusan yang  berkekuatan hukum tetap.

Dan dalam pokok perkara dimohon  mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya, menyatakan sah dan berharga semua alat bukti yang di ajukan penggugat dalam perkara ini, menyatakan sah menurut hukum Pernikahan antara Untung Sastrawijaya dengan Julia Supardi  adalah Pernikahan Pisah Harta sesuai dengan ketentuan pasal 29 UU RI NO: 1 tahun 1974 Tentang Perkawinan.

Selain itu, diminta juga  untuk menyatakan tidak sah dan tidak berharga alat bukti yang diajukan Tergugat dalam permohonan penetapan  untuk memasukkan harta harta yang tercatat atas nama Julia Supardi dalam boedel pailit PT Jaya Smart Technoligi , PT Royal Standard, Untung Santrawijaya dan Irma Halim.

Dan menyatakan batal menurut hukum penetapan NO: 04 Pdt. SUS.PKPU/2018 /PN.Niaga.Jkt.PST-HP.04 tanggal 5 Desember 2018 yang ditetapkan oleh Hakim Pengawas yang diangkat dan ditunjuk berdasarkan putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat N0: 04/Pdt .SUS.PKPU/2018/PN.Niaga.JKT.PST tanggal 27 Desember 2018. Dan  menghukum Turut Tergugat I dan Turut Tergugat II untuk mentaati putusan majelis hakim.

Petitum ini disampaikan  Eliman Harefa SH selaku kuasa hukum Penggugat Julia Supardi di Pengadilan Niaga Jakarta, 20 Mei 2019.

Adapun posita dalam gugtan  ini adalah sebagai berikut; bahwa penggugat Julia Supardi telah menemukan kekeliruan dalam bagian
Pertimbangan Penetapan Hakim Pengawas NO: 04/PDT/.SUS.PKPU/2018/PN.Niaga.JKT.PST-HP.04 tanggal 5 Desember 2018. Dengan demikian Penggugat  mengajukan gugatan pembatalan Penetapan Hakim Pengawas tersebut dengan menggugat Ronal Albet Naputupulu SH.MH dan Pangeran Andrew Hutapea SH selaku Tim Kurator PT Jaya Smart Technologi, PT Riyal Standard, Untung Sastrawijaya dan Irma Halim (dalam pailit) sebagai tergugat.
Pemerintah daerah khusus DKI ibu kota Jakarta cq Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sebagai Turut  Tergugat I. Sedangkan sebagai Turut Tergugat II adalah Untung Santrawijaya.
Penggugat Julia Supardi adalah istri yang sah dari Untung Sastrawijaya yang menikah pada 16 Desember 1978 sesuai dengan catatan Akta Perkwinan NO: 3082/1978 tanggal 16 Desember 1978 yang dikeluarkan Dinas Catatan Sipil Jakarta. Sebelum dilangsukan pernikahan, mereka membuat Perjanjian Kawin sesuai Akta NO: 7 tanggal 15 September 1978 dihadapan  Rukma  Effendi, pengganti Notaris.
Selanjutnya Akta Perjanjian Kawin ini telah dicatatkan untuk disahkan oleh pegawai  pencatat perkawinan di kantor Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil DKI Jakarta suai suat NO: 450 /-1.755.22 tanggal 30 Januari 2019 , yang dikeluarkan dan diberikan kepada Kepala Unit Penggelola Dekumen Dunas Kependududkan dan Catatan Sipil kepada penggugat. Dengan demikian Perjanjian Kawin  tersebut berlaku juga terhadap pihak ketiga sepanjang pihak ketiga tetsebut tersangkut.
Suami Penggugat, Untung Sastrawijaya bersama dengan PT Jaya Smart Techniligi, PT Royal Standar dan Irma Halim dinyatakan Pailit dengan segala akibat hukummnya berdasarkan putusan Pengadilan Niaga NO: 04/PDT.SUS.PKPU/2018/PN.Niaga.JKT PST tanggal 17 Seotember 2018.
Untung Sastrawijaya, suami Penggugat mengakui telah menyerahkan kepada tergugat foto copy Perjanjian Kawin yang dimaksud agar diketahui bahwa perkwinan diantara mereka adalah perkawinan dengan pisah harta. Namun demikian dua bulan setelah putusan Pailit diatas itu  ada, Tergugat justru mengajukan Permohonan Penetapan untuk memasukkan harta harta yang tercatan atas bama Julia Supardi dalam boedel Pailit PT Jaya Smart Technologi, PT Royal Standar, Untung Sastrawijaya dan Irma Halim (dalam pailit).
Dengan pertimbangan permohonan dan bukti bukti yang diserahkan Tergugat, keluarlah Penetapan Hakim Pengawas NO: 04/PDT.SUS.PKPU/2018/ PN.Niaga.JKT.PST-HP04 tanggal 5 Desember 2018 dengan Ketetapan;
1. Mengabulkan permohonan Tim Kurator PT Jaya Smart Technoligi, PT Royal Standar, Untung Sastrawijaya dan Irma Halim.

2. Menyatakan harta harta yang tercatat atas nama Julia Supardi masuk sebagai boedel pailit tergugat dengan rincian; Aset tanah milik Julia Supardi, Saham Perseroan atas nama Julia Supardi, deposito berjangka Rp 5 milyar di PT Bank Permata atas nama Julia Suoardi serta harta harta atas nama Julia Suoardi lainnya. 
3. Memerintahkan Tim Kurator  untuk memasukkan  harta harta yang tercatat atas nama Julia Supardi kedalam daftar tambahan pada  daftar harta pailit  Tergugat.

Dan memerintahkan kepada Tim Kurator untuk memulai dan membereskan dan menjual semua harta pailit para Tergugat termasuk tidak terbatas pada harta harta yang tercatat atas nama Julia  Supardi. 

Penetepan Hakim Pengawas diatas tersebut didasarkan  pada pertimbangan pertimbangan atas permomonan dan bukti bukti surat yang disampaikan Tergugat yang bertentangan dengan keadan sebenarnya.

Bagian dari Pertimbangan Hakim Pengawas menyatakan,  adanya   keterangan resmi dari Dinas Kependudukan dan Pencaratan Sipil DKI Jakarta yang menyatakan, perkawinan antara Untung Sastawijaya dengan Julia Supardi tercatan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta berdasarkan Akta perkawinan NO: 3082/1979 tanggal 17 Desember, dan didalam Akta Perkwinan  tersebut terdapat Pencatatan Perjanjian Perkawinan.

Berdasarkan  hal tersebut , Hakim Pengawas menyatakan, bahwa berdasarkan hukum  maka, Perkawinan antara Untung Sastrawijaya selaku Debitor Pailit dan Julia Supardi  adalah Pernikahan Persatuan Harta.

Betdasarkan keadaaan yang sebenarnya perkawinan Untung Sastrawijaya dengan Julia Supardi adalah tercatan Perjanjian Perkawinan dari notaris Jakarta NO: 7 tanggal 15 September 1878 dan teregister Akta Perkawinan di Dinas Kependudukan dan PencTatan Supil di Provinsi DKI Jakarta.

Dari sinilah Penasehat hukum Penggugat menyimpulkan dalam hal ini ada kekeliaruan dari Penetapan Hakim NO: 04/PDT. SUS.PKPU/2018/PN.Niaga.JKT.PST-HP.04 tanggal  5 Desember 2018, karenanya harus dibatalkan, atau setidak tidaknya dikoresi sesuai ketentuan hukum dan UU yang berlaku.
Guna menghindari kerugian bagi penggugat, majelis hakim dimohon menetapkan atau memerintahkan kepada Tergugat untuk menghenntikan sementara atau menunda segala tindakan pemberesan boedel pailit sepanjang  menyangkut harta atas nama Julia Supardi sampai perkara ini mendapat kekuatan hukum tetap, kata Eliman Harefa SH.  (SUR).

No comments

Powered by Blogger.