Header Ads

Ustad Bahar Bin Smith Dan Kawan-Kawan Akan Disidangkan Di PN Bandung 28 Februari 2019 Mendatang.

Ustad Bahar Bin Smith.
Jakarta,BERITA-ONE.COM.Terdakwa Hb. Assayid Bahar Bin Smith (Ustad Bahar Bin Smiht)  dan kawan kawan yang secara bersama sama  melakukan kekerasan/penganiayaan/perampasan kemerdekaan  orang,  akan sisidangkan di  Pengadilan Negeri Bandung 28 Gebruari 2019.

Hal ini diketahui setelah 
Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor (Kejari Bogor) menerima surat penetapan hari sidang terhadap terdakwa Hb. Assayid Bahar Bin Smith Alias Habib Bahar Bin Ali Bin Smith, dan kawan kawan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejaung) DR Mukri SH.MH memgatakan, yang akan disidangkan di pengadilan pada 28 Febuari nanti selain terdakwa Hb. Assayid Bahar Bin Smith Alias Habib Bahar Bin Ali Bin Smith, juga 
terdakwa Agil Yahya Alias Habib Agil Bin Faruk Al Yahya, dan terdakwa Muhamad Abdul Basit Iskandar Alias H.

Basit Bin H. Ence Iskandar yang diduga melakukan tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dan/atau penganiayaan dan/atau merampas kemerdekaan orang lain dan/atau kekerasan terhadap anak .

Surat Penetapan hari sidang tersebut, dikeluarkan oleh Ketua Pengadilan Negeri Bandung yang diterima oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, hari ini Kamis 21 Februari 2019, sebagai berikut :
Penetapan Nomor: 219/Pid.Sus/2019/PN.Bdg tanggal 19 Februari 2019 atas nama terdakwa Hb. Assayid Bahar Bin Smith Alias Habib Bahar Bin Ali Bin Smith yang didakwa melanggar :
Kesatu : Primair Pasal 333 ayat (2) KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Subsidiair Pasal 333 ayat (1) KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan
Kedua : Primair Pasal 170 ayat (2) Ke-2 KUHP, Subsidiair Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP, Lebih Subsidiair Pasal 351 ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Lebih Subsidiair Lagi Pasal 351 ayat (1) KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan 
Ketiga : Pasal 80 ayat (2) jo. Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

DR Mukri SH.MH menambahkan,  Penetapan Nomor: 220/Pid.B/2019/PN.Bdg tanggal 19 Februari 2019 atas nama terdakwa Muhamad Abdul Basit Iskandar Alias H. Basit Bin H. Ence Iskandar yang didakwa melanggar Primair Pasal 333 ayat (2) KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Subsidiair Pasal 333 ayat (1) KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penetapan Nomor: 221/Pid.B/2019/PN.Bdg tanggal 19 Februari 2019 atas nama terdakwa Agil Yahya Alias Habib Agil Bin Faruk Al Yahya yang didakwa melanggar :
Kesatu : Primair Pasal 333 ayat (2) KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Subsidiair Pasal 333 ayat (1) KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan
Kedua : Primair Pasal 170 ayat (2) Ke-2 KUHP, Subsidiair Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP, Lebih Subsidiair Pasal 351 ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Lebih Subsidiair Lagi Pasal 351 ayat (1) KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan 
Ketiga : Pasal 80 ayat (2) jo. Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor telah menerbitkan surat perintah penunjukan Tim Jaksa Penuntut Umum yang beranggotakan 10 (lima) orang Jaksa terdiri dari 5 (orang) Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan 5 (orang) Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor untuk menyidangkan perkara tersebut. (SUR).


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.