Header Ads

Mantan Pejabat Ditjen Holtikultura Kementan Diadili Di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Terdakwa Asril Amirullah.
Jakarta,BERITA-ONE.COM-Mantan pejabat Ditjen Holtikultura pada Kementerian Pertanian (Kementan) Asril Amirullah dan Sentot L,  Direktur CV Cipta Bangun Semesta yang melakukan korupsi Rp Rp 3,5 milyar mulai disidangkan di Pengadilan Tipikor 
Jakarta, Rabu 23 Januari 2019.

Dalam sidang yang diketuai  majelis hakim Emilia Subagya  SH ini,  Tim Jaksa Penuntut Umum Faisal SH dari Kejaksan Agung dalam dakwaan  pada  pokoknya mengatakan, kasus ini bermula dari kegiatan bantuan fasilitas sarana produksi kepada kelompok tani binaan PMD tahun  2015 di Kementan untuk wilayah Sumatera Barat (32 kekompok), Kalimantan Barat (32 kelompok), Kalimantan Timur (36 kelompok) dan Kalimantan Selatan (44 kelompok) senilai Rp 24 miliar.

Jenis dan spesifikasi teknis bantuan yang akan diterima oleh setiap kelompok petani antara lain berupa cultivator, kendaraan roda tiga, pompa air, hand sprayer, selang dorong dan lain sebagainya.

Dalam hal ini,  msih kata JPU, CV Cipta Bangun Semesta ditunjuk sebagai penyedia dan pendistribusi barang dalam kegiatan ini. Namun dalam  pelaksanannya ditemukan adanya penyimpangan yang tidak sesuai kontrak.

Dan penyaimpangan  itu  antara lain, pengadaan barang tidak sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak atau kekurangan volume penyaluran pupuk granul merk Nutrizim, keterlambatan pendistribusian barang tersebut dan sebagainya. Hal ini berakibat kerugian negara sebesar Rp 3,5 miliar, berdasarkan hasil audit Inspektorat Jenderal Kementan.

Para terdakwa disebut melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah menjadi Undang-Undang No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sidang hari ini (rabu 23/1/2019) JPU menghadirkan 7 orang saksi yang antara lain Staf Perencanaan Ditjen Holtikultura Kementan, Purnomo. Dalam keterangannya Purnomo
mengatakan,memang dalam proyek pembangunan desa dalam bidang  penanaman cabai ini terjadi  make up, dan  tidak disurfai, katanya. (SUR).



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.