Header Ads

PWI Muba Nyatakan Sikap, Don Jon Layak Pimpin PWI Sum-Sel


MUBA,BERITA-ONE.COM- Pemilihan ketua Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Provinsi Sumatra Selatan yang sudah di ambang pintu  tentunya membuat para figur terbàik Sumsel bermunculan untuk ikut berkompetisi dalam Konferprov yang akan digelar pada tanggal 26 Januari 2019 mendatang.

Beberapa figur yang akan berlaga di pemilihan Ketua PWI Sumsel diantaranya adalah Jon Heri, Firdaus Komar, Aan Sartana dan Hadi Prayogo. Selain figur tersebut muncul juga Eka Jurnal yang siap bersaing.

Dari banyaknya kandidat yang bermunculan ini, mendadak PWI Kabupaten/Kota menyatakan sikap mendukung Jon Heri, S.Sos untuk memimpin PWI Sumsel 5 tahun ke depan. Hal ini disepakati bersama saat pertemuan para Ketua PWI Kabupaten/Kota, Rabu ( 12/12/2018 ) di Rumah Makan Ibat Daun Palembang, diakhiri dengan penyerahan dukungan dan pernyataan sikap oleh Kurnaidi. ST selaku Ketua Tim Lintas Daerah kepada Jon Heri.

Saat dibincangi, Kurnaidi. ST menyatakan, kalau dukungan ini muncul dari hati nurani beberapa Ketua PWI Kab/Kota yang tujuannya untuk membenahi PWI Kedepan lebih maju, bisa dikenal baik Nasional maupun Internasional.

“Karna kami yakin dengan dukungan para Ketua PWI Kab/Kota yang sudah berpengalaman menjalankan roda organisasi selama ini tentunya dapat melakukan pengawalan terhadap program dan visi misi Jon Heri yang telah di programkannya,” ujarnya.

Lebih lanjut Kurnaidi menambahkan, bahwa “Dari pengamatan kami Jon Heri yang layak kami dukung karena selama dua periode saya memimpin PWI Kabupaten Musi Banyuasin Jon Heri lah yang banyak berbuat baik itu untuk PWI Provinsi maupun memajukan PWI di Kab/Kota, kalaupun PWI Muba selama ini eksis menjalankan roda organisasi semua itu tak terlepas dari binaan beliau,” pungkasnya.

Kendati itu Kurnaidi mengharapkan agar pada Konferprov mendatang dapat berjalan secara kondusif dan sebagai insan pers yang berintelektual tinggi dapat mengantisipasi hal-hal yang dapat mencoreng jati diri seorang wartawan seperti contoh adanya bujuk rayu, kongkalikong dan yang paling parah adalah money politic. Karna pada prinsipnya wartawan selalu bertentangan dengan hal seperti itu,” harapnya. (TIM)

No comments

Powered by Blogger.