Home » , , , » Mantan Pemilik Bank Summa, Erward Seky Soeryadjaja Dituntut Hukuman 18,5 Tahun Penjara.

Mantan Pemilik Bank Summa, Erward Seky Soeryadjaja Dituntut Hukuman 18,5 Tahun Penjara.

Written By Berita One on Senin, 03 Desember 2018 | 10.12.00

Terdakwa Edward Seky Soejadjaja.

Jakarta,BERITA-ONE.COM-Dinilai terbukti melakukan korupsi, mantan pemilik bank Summa,  Edward Seky Soerjadjaja dituntut hukuman selama 18,5 tahun penjara. Hal ini dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksan Agung Faisal SH di pengadilan Tipikor Jakarta Senin, 3 Desember 2018.

Selain itu, JPU juga  menuntut agar terdakwa Edward membayar uang denda Rp  1 milyar subsider 5 bulan  kurungan. Juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar yang dikorupsi,  yaitu Rp 599 milyar lebih dalam waktu 1 bulan setelah putusan  ini punyai kekuatan hukum tetap.

Jika terdakwa tidak bisa membayar uang pengganti dalam waktu 1 bulan,  harta kekayaannya disita dan dilelang,  uangnya digunakan  untuk  menutupi kerugian negara tersebut. Bila masih belum mencukupi juga, diganti dengan hukuman penjara selama 1,6 tahun.

Menurut JPU Faisal, terdakwa Edward secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindak pidana korupsi  seperti dalam dakwan primer, yaitu Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Hal yang memberatkan  bagi terdakwa, perbuatannya  tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan kurupsi. Yang meringankan, terdakwa sopan, punya tanggugan keluarga dan belum pernah dihukum.

JPU Faisal SH
Menanggapi tuntutan ini Edwar mengatakan, " Tuntan ini terlalu dipaksakan, masak M. Helmy Kamal Lubis saja, hanya dituntut 7 tahun penjara, masak saya demikian berat. Ini tidak adil dan sangat  dipaksakan", katanya kepada wartawan usai sidang.

Sidang oleh majelis hakim yang diketuai Sunarso SH ditunda sampai 7 Desember mendatang untuk memberikan kesempat kepada terdakwa ataupun penesehat hukumnya melakukan pembelaan/pledoi.

Kasus ini bermula saat Edward yang merupakan direktur perusahaan pemegang saham mayoritas PT Sugih Energy Tbk (SUGI), Ortus Holding Ltd, berkenalan dengan Presiden Direktur Dana Pensiun PT Pertamina Muhammad Helmi Kamal Lubis (dihukum 7 tahun)  pada pertengahan 2014.

Perkenalan itu berlanjut dengan kesepakatan bisnis berupa permintaan agar Dana Pensiun Pertamina membeli saham SUGI. Akhirnya, Helmi pun melakukan pembelian saham SUGI  lewat PT Millenium Danatama Sekuritas.

Namun belakangan, Badan Pemerbihiksa Keuangan (BPK) menemukan adanya kerugian negara dalam pembelian saham SUGI tersebut sebesar Rp599 miliar lebih. Atas temuan ini, Jampidsus Kejagung menetapkan Helmi dan Edward sebagai tersangka dan digelandang kepengadilan. (SUR) .


Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : WebMaster | Jun Manurung Copyright © 2011. Berita One - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group Proudly powered by Blogger