Header Ads

Kejaksaan Agung Tahan Dua Mantan Jaksa Yang Tilep Penjualan Aset BHS.

Mantan Jaksa Ngalimun SH.
Jakarta,BERITA-ONE.COM-Akhirnya Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Chuck Suryo Sumpeno dan mantan Kasi Datun Kejaksan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat Ngalimun. Kedua mantan Jaksa ini dijebloskan,  Chuk di  Rutan Salemba cabang Kejagung, dan Ngalimun di Rutan Salemba cabang Kejari Jakarta Sealatan,  Rabu 14 Nuvember 2018.

Dijelaskan, sebelum dilakukan penahanan terhadap keduanya, dilakukan pemeriksaan terkait kasus korupsi penjualan aset Bank Harapan Santosa (BHS) dalam kaitan BLBI milik almarhum Hendra Raharja, adik Edy Tansil yang sampai saat ini masih buron.

Dalam penahanan ini Jampidsus Adhi Toegarisman membenarkan, kedua tersangka ditahan  untuk 20 hari mendatang. dan pihak Pidsus  akan melakukun pemeriksaan juga terhadap  dua orang tersangka lainnya, katanya kepada sejumlah  waratawan.

Mantan Jaksa Chuck Suryo Sumpeno SH.

Sebelumnya, Pengadilan negeri Jakarta Pusat dengan  majelis hakim yang diketuai Subardi SH,  mengadili Hendara Raharja secara in abansesia ( tidak dihadiri terdakwa)  , dan dihukum seumur hudup. Selain itu yang  sersangkutan diwajibkan membayar 
denda  Rp 1.95 triliun. Putusan ini dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta,  tahun 2012.

Chuch sebagai Ketua Pelaksanaan Satgasus barang rampasan dan barang sita eksekusi berdasarkan Keputusan Jaksa Agung RI Nomor : KEP-X-22/C/03/2011 tentang tugas pokok Satgasus barang rampasan dan barang sita eksekusi. Namun  yang bersangkutan  tidak melaksnakan tugas dan wewenang,  yakni tidak melaksanakan sita eksekusi dan lelang atas tanah milik terpidana Hendra Rahardja yang terletak di Jatinegara Indah,  Jakarta Timur.

Melainkan melakukan proses persetujuan yang bersifat melepas aset dengan cara yang beretentangan dengan tugas dan wewenangnya dan juga bertentangan dengan sistem eksekusi dalam hukum, yaitu menyetujui penjualan aset terpidana Hendra Rahardja diluar putusan Pengadilan.

Sebelum  memberikan persetujuan untuk dijual,  Cuck  mengadakan pertemuan dengan pihak-pihak terkait di Hotel A, yang pada pokoknya CS menyetujui tanah dijual tanpa melalui proses pelelangan.

Penjualan tersebut, terjadi  dengan harga Rp 12 miyar dengan ketentuan dibayar dua  kali. Tapi  yang disetorkan ke kas negara sebesar Rp 2 miliar. Yang Rp 10 milyar ditilep.

Menurut  perhitungan  Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Kampianus Roman, harga  tanah  di Jatinegara Indah milik Hendra Raharja tersebut   pada tahun 2010,  sebesar Rp 34,597 miliar. Sehingga mereka telah merugikan negara Rp 32 milyar lebih.

Dan tersangka lain yang akan diperiksa adalah  Albertus Sugeng Mulyanto dan Zainal Abidin, dan  seorang Notaris . Keduanya belum bersedia memenuhi panggilan. Katanya masih ada urusan diluar kota.

Menurut Sumber yang yang layak  dipercaya di  Kejagung, kasus semacam ini banyak terjadi di seluruh Kejari yang ada di  Jakarta, antara lain di Kejari Jakarta Barat yang paling banyak. Di Kejari Jakarta  Selatan,  dan di Kejari Jakarta  Timur pun ada.  Pihak Kejagung juga sudah tahu hal ini.

" Kalau mau adil, proses semuanya. Saya tidak membela Ngalimun atau lainnya. Ngalimun memang salah, dia memanfaatkan kekosongan yang ada. Tapi, biar dianggap tidak tebang pilih, proses dong semuanya", kata sumber tersebut kepada BERITA-ONE.COM. tempo hari.
(SUR).


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.