Home » , , , , » Presiden Jokowi Beri Hadiah Kepada Joni Rumah, Sepada dan Jadi Tentara.

Presiden Jokowi Beri Hadiah Kepada Joni Rumah, Sepada dan Jadi Tentara.

Written By Berita One on Senin, 20 Agustus 2018 | 06.47.00

Presiden saat berdialog dengan Joni di Istana Merdeka, Jakarta.
Jakarta,BERITA,ONE.COM-Presiden Joko Widodo (Jokowi) memenuhi permintaan Yohanes Ande Kala alias Joni, siswa kelas 1 SMP Negeri Silawan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang telah melakukan aksi heroik memanjat tiang bendera setinggi 20 meter untuk membetulkan tali bendera yang tersangkut saat upacara HUT ke-73 Kemerdekaan RI, di Belu, NTT, Jumat  lalu.

Saat bertemu dalam acara silaturahim dengan para teladan di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/8) siang, Presiden Jokowi sempat bertanya kepada Joni minta apa saja kepada dirinya. Yang dijawab Joni, dengan kata-kata sepeda, minta bikinin rumah, dan jadi tentara.

“Sudah itu saja. Sepeda sama rumah. Ya sudah. Nanti saya tanya lagi tambah lagi nanti kamu. Ya sudah, nanti saya titip ya, belajar yang baik. Kan juga sudah dapat beasiswa kan. Belajar yang baik, bekerja keras hingga bisa meraih cita-citamu,” kata Presiden menjawab permintaan Joni.

Saat Presiden kembali bertanya ingin jadi apa? Joni buru-buru menjawab tentara.

“Jadi tentara. Ya sudah nanti langsung daftar ke Panglima. Langsung diterima kamu. Jaga kesehatan. Kesehatan dijaga semua ya,” jawab Presiden Jokowi.

Dialog Presiden dengan Joni

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi mengaku kaget melihat rekaman video Joni memanjat tiang bendera setinggi 20 meter. Ia meyakini, mereka yang hadir dalam acara silaturahim dengan para teladan tidak akan ada yang berani menirukan Joni memanjat tingga bendera setinggi itu.

“Jon, kamu tahu ya. Apa yang kamu lakukan menaiki tiang itu adalah bahaya loh, bahaya. Terus terang saya waktu melihat itu mikir khawatir dan cemas. Gimana, kok enggak takut menaiki yang tiangnya kecil dan katanya itu pas kamu sakit perut gitu ya. Gimana, gimana?” tanya Presiden Jokowi membuka diaog dengan Joni.

Joni menceritakan, sebenarnya dirinya sakit perut saat mengikuti upacara HUT ke-73 Kemerdekaan RI di Belu itu. Ia lantas disuruh masuk ke ruang UKS (Usaha Kesehatan Sekolah), namun tidak diobati. Namun diberi minum. Karena itu, ia lantas tidur di ruang UKS.

Saat itulah, lanjut Joni, dirinya mendengar suara Wakil Bupati Beli yang sedang memimpin upacara, yang menanyakan siapa yang bisa naik tiang bendera (untuk membetulkan tali yang tersangkut.

“Langsung saya bangun, lari, buka sepatu langsung manjat tiang,” kata Joni.

Presiden sempat bertanya kepada Joni yang terlihat sempat ngos-ngsan waktu memanjang separo tiang. Namun setelah berhenti, Joni kembali melanjutkan memanjat tiang.

“Kamu sebelumnya sudah sering manjat-manjat tiang atau manjat apa gitu, manjat pohon atau?” tanya Presiden, yang dijawab langsung oleh Joni, “Manjang pinang biasa”.

Presiden Jokowi menilai aksi heroik yang dilakukan Joni adalah sesuatu yang membahayakan. Dan juga harus diingatkan. Tapi Presiden menilai, itulah keberanian dan pengorbanan tanpa pamrih Joni, ingin agar merahputih terus berkibar di Kabupaten Belu.

Humas Seskab  mengatakan, Presiden kemudian meminta Mensesneg Pratikno, agar membawa Joni meliha-lihat Dunia Fantasi dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). (SUR).
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : WebMaster | Jun Manurung Copyright © 2011. Berita One - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group Proudly powered by Blogger