Home » , , » Kabupaten Muara Enim Masih Status Wapada Dari Ancaman Bencana Kebakaran

Kabupaten Muara Enim Masih Status Wapada Dari Ancaman Bencana Kebakaran

Written By Berita One on Rabu, 15 Agustus 2018 | 08.47.00

MUARA ENIM, BERITA-ONE.COM-Sebanyak tiga kecamatan di Kabupaten Muaraenim masih berstatus siaga merah mewaspadai ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat musim kemarau panjang yang melanda wilayah Sumsel. Tiga kecamatan yang dimaksud yakni Kecamatan Muara Belida, Gelumbang dan Sungai Rotan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaraenim, Tasman mengatakan status siaga merah tersebut masih diberikan kepada tiga kecamatan mengingat potensi ancaman karhutla disana cukup tinggi. Meski begitu, Tasman mengungkap ketiga kecamatan masih aman terkendali lantaran sejumlah posko telah didirikan untuk siaga karhutla.

“Potensi ancaman karhutlah masih di tiga kecamatan Muara Belida, Gelumbang dan Sungai Rotan, statusnya masih siaga merah sehingga sejumlah posko dari tim BPBD dan TNI tetap disiagakan disana,” kata Tasman, Rabu (15/8/2018).

Tasman mengungkap siaga karhutla difokuskan di tiga Kecamatan tersebut juga untuk menjamin pelaksanaan event Asian Games di Kota Palembang yang tinggal beberapa hari lagi supaya terbebas dari bencana karhutla. Menurutnya siaga telah diberlakukan Sejak 25 Juli-hingga 25 September 2018.

“BPBD Muaraenim ikut tergabung dalam operasi Patigeni yang diselenggarakan TNI. Operasi pencegahan karhutlah ini melibatkan 5 anggota TNI dari satuan KOREM, dan 15 anggota Kostrad dari Mabes TNI,” ungkapnya.

Lebih lanjut, anggota TNI yang ditugaskan selain bertugas memadamkan api langsung, juga bertindak melakukan pencegahan dan sosialisasi bahaya karhutla kepada masyarakat.

“Setiap ada titik api baru yang terpantau maka tim posko akan segera mencari dan memadamkan, sehingga ancaman karhutla bisa cepat diantisipasi karena api tak sampai meluas,” jelasnya.

Mengenai pantauan cakupan hotspot di wilayah Kabupaten Muaraenim per 14 Agustus pukul 6.00 terdapat 1 hotspot tepatnya di Tanjungenim Selatan, Kecamatan Lawang Kidul. Menurutnya hotspot yang terpantau merupakan pertanian lahan kering campur yang berstatus kerawanan rendah dan non gambut.

“Berdasarkan data sebaran hotspot wilayah Sumatera Selatan total nya ada 15 titik, dengan rincian 1 Empat Lawang, 1 Muaraenim, 1 Musi Rawas, 1 OKU, 2 Banyuasin, 2 OKI dan 7 di Musi Banyuasin. pungkasnya.(Tas)
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : WebMaster | Jun Manurung Copyright © 2011. Berita One - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group Proudly powered by Blogger