Home » , , , » Diduga Normalisasi Sungai Sebagut Di Desa Babat Proyek Siluman

Diduga Normalisasi Sungai Sebagut Di Desa Babat Proyek Siluman

Written By Berita One on Rabu, 08 Agustus 2018 | 07.12.00

Proyek siluman bergentayangan disungai sebagut desa babat
PALI,BERITA-ONE.COM - Diduga Normalisasi Sungai Sebagut Desa Babat, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) proyek siluman. Pasalnya proyek tersebut (red - Normalisasi Sungai)  sudah berlangsung cukup lama namun tidak ada plang proyek yang terpasang di lokasi.

Hasil pantauan beberapa media, Rabu (8/8/2018) terlihat proyek tersebut sudah dikerjakan dan menurut informasi yang diperoleh proyek tersebut merupakan proyek Aspirasi Anggota Dewan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Dapil I Kabupaten PALI, namun sangat disayangkan sampai saat ini plang proyek tidak terpasang di areal lokasi. Se­hingga menimbulkan pertanyaan masya­rakat, sedangkan pemasangkan plang pro­yek adalah suatu keharusan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam pengerjaan Normalisasi Sungai Sebagut tersebut dilakukan oleh alat berat (beko) yang diperkirakan proyek tersebut nilainya miliaran rupiah, namun, tidak ada plang proyek, akibatnya masyarakat tidak mengetahui berapa volume, biaya serta sumber dana untuk pembangunan proyek tersebut dan masyarakat hanya mendengar informasi bahwa bangunan tersebut merupakan proyek dari dana aspirasi anggota dewan provinsi.

Berkaitan dengan adanya proyek tersebut Kepala Desa Babat Arka Nurawi menga­takan, pihaknya juga tidak tahu persis berapa volume, biaya dan sumber dananya.

" Saya hanya mendapat informasi bahwa bangunan tersebut merupakan proyek Aspirasi Anggota Dewan Provinsi. Untuk Pelebaran ataupun Normalisasi Sungai di Desa Kami (red - Babat ) sudah berlangsung sejak 16 Juli lalu dan hampir 50 persen pengerjaannya, untuk panjangnya kisaran 5 KM dengan lebar 17 M dari dasar sungai, tapi saya tidak tahu berapa biaya dan siapa pihak ketiga sebagai pengambil alih proyek, karena tidak ada pemberitahuan kepada kita.Hanya saja kita di beritahu oleh pengawas lapangan," ujarnya.

Lanjutnya, Meskipun begitu (red - tidak adanya plang proyek) kita tetap bertrimakasih dengan adanya normalisasi sungai sebagut yang mana sungai sembagut ini sering sekali terjadi banjir yang mungkin karena terlalu dangkal atau diameter sungai terlalu kecil sehingga kalau cuaca hujan mudah terjadi banjir bahkan dalam pertahun sering terjadi, dan tak jarang luapan air masuk ke pemukiman warga sekitar. Tentunya selaku pemerintah desa kami sangat berterimakasih, tandasnya.(SH)
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : WebMaster | Jun Manurung Copyright © 2011. Berita One - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group Proudly powered by Blogger