Home » , , , » Bandar Judi Dwiwarna Digelandang Kemejahijau Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Bandar Judi Dwiwarna Digelandang Kemejahijau Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Written By Berita One on Selasa, 14 Agustus 2018 | 10.58.00

Ahay Sembiring, bukan bandar, tapi hanya "bemper" .
Jakarta,BERITA-ONE.COM-Seorang bandar judi bernama Ahay Sembiring,  yang beroperasi di jalan Dwiwarna Mangga Besar dan beromset ratusan juta rupiah/hari,  mulai disidangkan di Pengadilan negeri Jakarta Pusat.

Persidangan terhadap terdakwa bandar judi  Ahay Sembiring yang dipimpin majelis hakim Rober SH tersebut merupakan bagian dari 75 pemain   judi lainnya yang sudah disidangkan  sebelumnya.

Jaksa M. Yanuar Ferdian SH,  dalam dakwaannya mengatakan, kegitan judi yang dibandari Ahay Sembiring dengan pemain sekitar 90 orang ini di lakukan di jalan Dwiwarna Jakarta Pusat,  dan jenis permainanya  judi koprok, QQ, remi dan lainya dengan pasangan Rp 50 ribu sampai dengan Rp 1 juta.

Namun perjudian ini digerebek oleh Polisi dari Polda Metro Jaya pada tanggal 12 Maret 2018 lalu. Untuk terdakwa Ahay Sembiring, Jaksa M. Yanuar  menyebut barang bukti uang yang disita sebanyak Rp 50 juta. Dan terdakwa dinyatakan melanggar pasal 303 ayat (1) KUHP yang ancaman hukumannya 10 tahun penjara.

Dalam kasus judi ini Jaksa Penuntut Umumnya dari Kejaksan Tinggi DKI Jakarta dan Kejaksanan Negari Jakarta Pusat yang  antara lain; 1.Payaman,SH,MH 2.Yuniar Sinar P.SH,MH.3.Ibnu Sahal,SH. 4.Andri  WiranofaSH,MH,5.Supardi, SH.6.Moh. Januar Ferdian, SH.7.Erwin SH

Sementara itu, seorang perempuan yang mengaku sebagai keluarganya dan tidak mau menyebutkan namanya  mengatakan, Ahay Sembiring  bukan bandar sebenarnya, melainkan hanya "bemper" saja. Bamdar aslinya tidak ada di antara para terdakwa yang berjumlah 75  ini .  Dan hal ini juga dibenarkan seorang laki laki teman perempuan tersebut.

Sekedar membuka catatan,  kasus judi Jalan Dwi Warna, Mangga Besar, Jakarta Pusat ini digerebek oleh Polisi dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat  pada  12  Maret 2018.

Dalam pengerebegan itu diamankan sebanyak 87 tersangka,   baik bandar  atau pemain,  dan barang bukti uang Rp 300 Juta disita petugas.  Para pejudi mayoritas WNI,  ada juga WNA nya.

Info adanya judi ini berasal dari masyarakat yang merasa resah,  dan cara mereka bermain judi selalu berpindah pidah tempat, dan menggunakan rumah yang kosong.

Dengan telah disidangkannya dua kelompok judi ini (22 kelompok ke-1 dan 53 kelompok ke-2) serta sorang bandar,   berarti jumlah terdakwa yang disidangkan sudah 76 orang dari jumlah total yang diamankan Polisi pada waktu itu,  87 orang . Tinggal  11 orang lagi belum di sidangkan, kemana rimbanya. (SUR).

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : WebMaster | Jun Manurung Copyright © 2011. Berita One - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group Proudly powered by Blogger