Home » , , » Debat Publik Diadakan KPUD Muara Enim Tuai Kritikan Oleh Panelis,Dinilai Tidak Profesional

Debat Publik Diadakan KPUD Muara Enim Tuai Kritikan Oleh Panelis,Dinilai Tidak Profesional

Written By Berita One on Minggu, 06 Mei 2018 | 04.12.00

MUARA ENIM, BERITA-ONE.COM-Acara Debat Publik pemilukada Kabupaten Muara Enim periode 2018-2023 yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Muara Enim tuai kritik hebat dari salah satu panelis Dr. Febrian, SH. MS. Dekan pakultas hukum universitas sriwijaya palembang,

Pasalnya KPUD Muara Enim dinilai tidak profesional, juga pelaksanaan Debat Publik ini disinyalir tidak dipersiapkan dengan matang, kegiatan ini digelar di Ballrom Hotel Grand Zuri Muara Enim, Sabtu (5/5/2018 ) dinilai kurang mantap . Hal tersebut diperparah karena kurang profesionalnya kinerja Event Organizer ( EO ) yang menghandle acara itu .

Hal ini diungkapkan langsung oleh salah satu panelis , Dr . Febrian . SH . MS. Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Palembang setelah acara debat publik antara keempat paslon . saat dijumpai wartawan usai acara,  Dr . Febrian . SH . MS. Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Palembang, " terus terang dan ini harus Saya katakan, saya menilai ini masalah profesionalitas kerja , terus terang saja sepertinya mereka(KPUD Muara Enim-Red) tidak mempersiapkan acara ini secara matang ,” katanya

Masih kata Febrian, pelaksanaan debat itu kan harus di persiapkan secara matang agar tidak jadi kesalahan yang ujungnya membuat acara kurang mantap .
“ Seharusnya mic , roundown acara , dan persiapan lainnya harus matang hal itukan penting untuk mensukseskan acara ,” tambahnya.
Masih kata , Febrian , kalau masalah nilai acara debat tersebut hanya mendapat angka 80 persen .
“ Cukup 80 persen , 20 nya kuranglah, karena harus dibenahi lagi ,” cetusnya . (Tas)
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : WebMaster | Jun Manurung Copyright © 2011. Berita One - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group Proudly powered by Blogger