Home » , , , » Matan Direktur Kredit PT Bank Yudha Bhakti Tbk Ditahan Polisi.

Matan Direktur Kredit PT Bank Yudha Bhakti Tbk Ditahan Polisi.

Written By Berita One on Senin, 09 April 2018 | 06.16.00

Ningsih Suciati SE , 
Jakarta,BERITA-ONE.COM-Mantan  Direktur Kredit PT. Bank Yudha Bhakti Tbk (PT. BYB) , Ningsih Suciati SE ,  ditahan penyidik Polda Metro Jaya sejak 17 Maret  lalu. Perempuan kelahiran Pekalongan Jawa Tengah 1952 lalu  tersebut disangka melanggar UU Perbankan.

Dalam surat penahanan NO: SP. Han/21/III/Res.24/2018/Dit.Tipideksus yang ditanda tangani oleh Kombes Pol Danil T Monang Silitonga SH MA itu,  Ningsih disangka telah melakukan tindak pidana perbankan sebagaimana dimaksut dalam  pasal 48 ayat (2) huruf b UU NO. 7 tahun1992 jo UU NO. 10 1998 tahun  Tentang Perbakan. Yaitu telah memberikan fasilitas kredit  kepada Gautam Shamdepond M sebesar Rp 50 milyar dengan melanggar ketentuan yang ada.

Berdasarkan keterangn, tersangka Nigsih  Suciati dalam memmberika fasilitas kredit kepada Goutam Shamdepchand sebesar Rp 50 milyar itu tanpa   jaminan kebendaan yang layak, yaitu hanya dengan Bilyet Giro (BG)  dan tektil milik orang tuanya.

Keterangan yang diperoleh,Gautam, pemerima kredit Rp 50 milyar tesebut  juga telah ditahan oleh penyidik Polda Mertro Jaya (PMJ) sejak bulan Januari lalu.

Sementara itu,  kuasa hukum  Gautam, DR Hotman Paris Hutapea SH MH saat diminta konfirmasinya terkait dengan kliennya bernama Gautam tersebut, yang bersangkutan menolak memeberikan penjelasan.

" Masalah ini  sudah saya jelaskan kepada teman Anda. Saya  tidak mau  memberikan  penjelaskan lagi masalah ini", katanya kepada wartawan  beberapa waktu lalu di Pengadilan  Negeri Jakarta Pusat.

Demikian pula Nur Hidayat SH, asisten DR Hotman Paris Hutapea SH MH, ketika dikonfirmasi melalui telepon  berkakaitan dengan  kasus Gautam,  juga tidak bersedia memberingakan keterangan. Katanya, bukan kewenanggannya, dan yang berwenang pengacara lain yang menangani dibidang pidana. Sedangkan dia  (Nur Hidayat)  sendiri mengaku bidangnya perdata.

Sementara itu pihak PT. Bank Of India Indonesia (PT. BOII) yang diwakili oleh Derektur Sumber Daya Manusia (SDM) Joko Yuniyanto membenarkan jika Ninhsih Suciati itu pernah bekerja di PT. BOII sebagai Direktur Utama (Dirut). Sejak tahun  2015 yang bersangkutan  sudah tidak bekerja di PT BOII lagi karena habis kontraknya.

Sedangkan informasi tentang  Gautam yang konon juga sebagai debitur PT. BOII,  dan  bermasalah, Joko tidak bisa menjawab dengan pasti karena,  yang mengetahui  masalah nama nama  nasabah itu bidang perkreditan. " Jadi dalam hal ini saya tidak bisa menjawab", katanya.

Jadi,  kasus ini tidak mungkin kalau tidak dibantu oleh orang dalam  kredit Rp 50 milyar bisa cair hanya dengan jaminan BG dan tektil milik orang lain.  Masalah ini harus diusut tuntas, siapa saja yang terlibat,  kata sebuah sumber yang tidak mau disebut namanya.

Akibat tindakan Ningsih Suciati  kepada Goutam yang sembrono ini, memgakibatkan tagihan di PT. BYB sebesar  Rp  50 milyar tersebut   menjadi macet, tambah sumber tersebut menerangkan.

" Perlu diketahui,  PT BYB tersebut sahamnya dimiliki oleh TNI, Kepolisian, dan  Group Gazco dan masyarakat pada umumnya.(SUR)
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : WebMaster | Jun Manurung Copyright © 2011. Berita One - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group Proudly powered by Blogger