Header Ads

Tiga Penipu Online Yang Catut Nama Kapolri Dibekuk.

Tiga tersangka yang berhasil dibekuk.
Jakarta,BERITA-ONE.COM-Sebanyak tiga orang yang  melakukan penipuan melalui online dengan mencatut nama Kapolri Jederat Tito Karnavian berhasil dibekuk oleh Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Timsus Polda Sulawesi Selatan.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Jerry Siagian menjelaskan awalnya tim gabungan mengamankan seorang pelaku bernama Tajudin, 24 tahun, di rumahnya di Desa Lautang Kecamatan. Belawa Kabupaten. Wajo, Sulawesi Selatan.

"Dalam kontennya pelaku mencantumkan atau menggunakan Nama Pejabat Negara Republik Indonesia. Salah satunya Kapolri untuk meyakinkan para korban," kata AKBP J. Siagian di Jakarta, Selasa  kemarin.

AKBP J. Siagian menjelaskan, pelaku membuat puluhan blogspot yang berisi konten yang menjanjikan hadiah bagi yang mempunyai pin. Kemudian, untuk meyakinkan Korban, pelaku mencantumkan nama serta foto Kapolri.

Pelaku dengan memanfaatkan Aplikasi Friend Search For WhatsApp mencari nomor-nomor secara acak yang memakai aplikasi WA. Selanjutnya, mengirimkan pesan seolah penerima pesan mendapat hadiah.

"Dalam melaksanakan aksinya, pelaku dibantu oleh seorang bernama Imran dan masih dalam pengejaran kami," bebernya

Dari tangan pelaku, pihaknya menyita uang tunai 5 juta, 5 Laptop dengan berbagai merk, 8 modem, 31 Handphone berbagai merk, 10 simcard diluar HP, 4 Kartu Atm BRI dan 1 buah Dompet.

Setelah menangkap Tajudin, pihaknya mengembangkan kasus tersebut dan mendapatkan informasi terkait kelompok lain yang diduga melakukan tindak pidana dengan modus serupa di dekat TKP pertama.

"Kami dapatkan satu orang bernama Asriyadi, 30 tahun, di Desa Lautang Kecamatan. Belawa Kabupaten. Wajo, Sulawesi Selatan. Dia berperan sebagai pembuat iklan palsu menawarkan barang namun fiktif di wall facebook, kemudian meyakinkan para korban melalui chatting dengan aplikasi WA," ungkapnya.

Selain Asriyadi, polisi juga menangkap Mabrur, 21 tahun, di Desa Lautang Kecamatan. Belawa Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Dia bertugas mengambil uang di ATM hasil transferan dari para korban yang tertipu.

Humas PMJ mengatakan, otak dalam kegiatan tersebut adalah Ulla yang masih dalam pengejaran kami juga. Jadi ada dua orang yang kami buru saat ini," tandasnya. (SUR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.