Home » , , » Sindikat Penipu Berhadiah Mobil Digulung, Saat Beraksi Gunakan Narkoba.

Sindikat Penipu Berhadiah Mobil Digulung, Saat Beraksi Gunakan Narkoba.

Written By Berita One on Rabu, 21 Maret 2018 | 06.41.00

 Ini para penipu yang digulung Polisi.
Jakarta,BERITA-ONE.COM-Sebanyak 6 orang sindikat penipuan dengan modus kupon berhadiah mobil dalam kemasan air mineral,  masing-masing berinisial I (27), K (31), B (34), U (30), R (42), dan F (24) berhasil digulungng di Karawaci oleh polisi Polres Metro Tangarang Kota.

Wakapolres Metro Tangerang Kota, AKBP Harley Silalahi mengatakan, terungkapnya kasus penipuan ini berawal saat korban Amun, warga Karawaci, membeli kemasan air mineral. Di dalam botol itu, korban menemukan kupon undian dengan kode hologram tertutup warna silver. Kemudian, kupon digosok oleh korban.

"Di dalamnya terdapat tulisan, selamat anda mendapatkan hadiah utama satu unit mobil. Kemudian, korban menelpon nomor yang ada dalam kupon, dan terhubung oleh pelaku yang mengaku sebagai costumer service produk mineral itu," kata AKBP Harley, kepada Media di Mapolres Metro Tangerang Kota, Selasa (20/3/2018).

Kepada korban, pelaku mengaku jika ingin mengambil mobil tersebut, dirinya harus membayar Rp15 juta, untuk pengurusan administrasi mobil. Langsung percaya dengan penjelasan pelaku melalui telepon, korban langsung mentransfer uang yang diminta oleh pelaku Rp15 juta.

"Karena mobil yang ditunggu-tunggu tidak pernah datang, dan saat dihubungi ke nomor tersebut tidak menyambung, korban akhirnya melapor ke polisi. Laporan korban ini langsung ditanggapi petugas dengan melakukan penyelidikan, hingga akhirnya para pelaku tertangkap di wilayah Karawaci," sambungnya.

Menurut AKBP Harley, kepada petugas para pelaku mengaku telah melakukan aksinya selama beberapa tahun belakangan, di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Pelaku juga mengaku sudah banyak yang menelpon, namun hanya beberapa saja yang terkena tipuan dan mau melakukan transfer uang.

"Komplotan ini sudah melakukan penipuan selama satu tahun terakhir, dan telah meraup keuntungan sebesar Rp60 juta. Mereka semua berhasil ditangkap, setelah dua orang korbannya melapor kepada kami. Hasil keuntungan dari menipu itu, kemudian dibagi rata sesuai dengan peran masing-masing," ungkapnya.

Saat dilakukan test urine kepada keenamnya, empat orang dinyatakan positif memakai sabu. Ternyata, dalam menjalankan aksinya para pelaku memakai sabu secara bersama-sama terlebih dahulu. Mereka beralasan, setelah memakai sabu, bicaranya menjadi lebih lancar dan terdengar lebih menyakinkan bagi korbannya.

"Dari hasil test urine, ada empat yang positif memakai sabu. Sisanya negatif. Jadi, mereka memakai sabu untuk memperlancar bicara saat menerima telpon supaya tenang, seolah-olah benar dari pihak perusahaan. Saat menebar kupon hadiah mobil, para tersangka juga melengkapi dirinya dengan senjata tajam," jelasnya.

Sementara itu, pelaku I mengaku, dirinya berperan sebagai cortumer service perusahaan yang menerima telepon para korban.

"Kerjanya dimulai dengan menyebar kupon undian. Kuponnya kita buat sendiri, lalu kita buang di pinggir jalan. Setelahnya ada yang telpon, nanti saya yang menjawab," sambung I, di Polrestro.

Humas PMJ mengatakan, sudah banyak korban yang tertipu oleh jaringannya ini. Saking banyaknya, dia pun tidak mengetahui jumlah korbannya. "Korbannya sudah banyak, ada juga korban dari Bogor. Saya belajar menipu gini dari mantan bos saya, di Cianjur, pas kerja dulu. Tetapi hanya beberapa yang transfer," katanya. (SUR)

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : WebMaster | Jun Manurung Copyright © 2011. Berita One - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group Proudly powered by Blogger