Home » , » Sertijab Kapolres Muara Enim AKBP. Leo Andi Gunawan Mengharukan, Dan Meneteskan Air mata,

Sertijab Kapolres Muara Enim AKBP. Leo Andi Gunawan Mengharukan, Dan Meneteskan Air mata,

Written By Berita One on Sabtu, 24 Maret 2018 | 16.25.00

Serah terimah Jabatan  dari Kapolres Muara Enim dari AKBP.Leo Andi Gunawan, sik. MPP  ke AKBP.Afner Juwono, Sik. SH
MUARA ENIM ,BERITA-ONE.COM-Serah terimah Jabatan Kapolres Muara Enim dari AKBP.Leo Andi Gunawan, sik. MPP ke AKBP.Afner Juwono, Sik. SH diwarnai dengan deraian air mata jajaran anggota polres Muara Enim, Hal ini terlihat saat apel serah terima jabatan di Halaman Mapolres Muara Enim, sabtu(24/3/2018)

Setelah satu tahun AKBP Leo Andi Gunawan, Sik. MPP menjabat sebagai Kapolres Muara Enim, sekarang beliau dipindah tugaskan ke Polda Sumsel,disana dia menduduki jabatan barunya yaitu sebagai Kabag Binkar Rosdm Polda Sumsel.

Sedangkan AKBP Afner Juwono, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Wasidik Ditreskrimsus Polda Sumsel, sekarang Menjabat sebagai Kapolres Muara Enim.

Diacara serah terimah jabatan ini AKBP Leo mengutarakan kesan saat ia memimpin Polres Muara Enim, dirinya pernah mengedarkan selebaran kertas ke berbagai Kapolsek untuk mengetahui masukan dan saran dari para bawahannya, saya sebagai manusia mohon maaf kepada rekan-rekan,jika dalam kepemimpinan saya ada yang membuat rekan-rekan keberatan dengan keputusan saya, dan juga jika ada Beberapa dosa-dosa saya kepada teman-teman,dan kekurangan-kekurangan saya saat memimpin rekan-rekan sekalian, saya akan bacakan kekurangan saya, dan atas kekurangan itu saya sebagai manusia meminta maaf kepada rekan-rekan. katanya.

"Yang pertama, izin Komandan, kalau menghasilkan sprint PR apo rambut agar tidak banyak perbaikan kalau salah satu huruf saja tolong dimaafkan, jangan gitu-gitu amat Komandan, itu masalah koneksi saya. Yang kedua, Komandan jarang ngasih cuti, operasi terus. rencana pembangunan Polres kurang maksimal karena hanya satu pintu masuk. Tidak ada pintu keluar ke halaman belakang. Kurang banyak tatap muka. Tiap-tiap suatu pelaksanaan tugas baik tidak memaksa kami antara atasan bawahan anggotanya. Bapak harus meningkatkan lagi pendekatan terhadap anggota dan terus meningkatkan motivasi untuk anggota. Komandan ketika marah dan saat seseorang personil melakukan kesalahan terlihat sekali nih, mukanya agak susah juga ya marah, tersenyum kemudian daripada itu komentar langsung menegur yang bersangkutan jadi kamu yang dimarahin jadi takut. Selamat pagi bapak-bapak sering lupa dengan janji yang saya pernah janji saya lupa tolong ingatkan sekarang juga hanya mementingkan fungsi tertentu saja kurang mempertimbangkan kepentingan fungsi yang lain. Kemudian kurang perhatian terhadap bhabinkamtibmas, perlu ditingkatkan lagi hubungan keluarga hubungan keluar dengan instansi masyarakat lainnya. Bapak terlalu banyak kreativitas dan inovasi sehingga kami kesulitan. Bapak kalau shalat berjamaah di masjid sering masuk sering telat. Itu kekurangan saya sebagai manusia atas nama pribadi saya minta maaf," ujar Leo.

"Dengan segala kekurangan saya sebagai manusia tempat salah dan dosa, sekali lagi saya mendapatkan masukan dan saran bahwa saya belum maksimal untuk memberikan yang terbaik kepada rekan-rekan sekalian. Dalam waktu 1 tahun saya berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik, mulai dari penguatan kelembagaan, percepatan pembentukan Polres Pali, mengatasi tunggakan-tunggakan kasus, menyelesaikan masalah konflik sosial, mengatasi penambangan batubara ilegal, meningkatkan kinerja Polsek, menjadikan Polsek sebagai Polsek yang kuat, menerapkan sistem rayonisasi membangun soliditas internal kita, dan membangun sinergitas kita dengan instansi lain. Bapak Kapolres, ternyata dalam satu tahun saya belum mampu melaksanakan semua itu secara maksimal berdasarkan masukan dari rekan-rekan tadi, mudah-mudahan ke depan saya bisa memperbaikinya," jelas Leo.

Masih kata Leo, Seorang pemimpin, lanjut AKBP Leo, harus berani mengambil resiko yang dibenci oleh bawahannya ketika dia harus mengingatkan, dia harus bertindak keras, dan ketika dia harus cerewet mengingatkan jangan sampai anggota melakukan pelanggaran. Seorang pemimpin harus berani mengambil resiko atas tindakan atas keputusan yang diambil. Seorang pemimpin yang hanya mengutamakan popularitas mengambil kebijakan yang populis, maka organisasi tidak akan maju secara signifikan.

"Mohon maaf, mungkin saya berlari lebih kencang dari yang sebelumnya, tetapi saya tidak mengganggu untuk mundur 2 atau 3 langkah menggandeng tangan rekan-rekan untuk kita bersama-sama berlari. Saya tidak ingin meninggalkan rekan-rekan tertinggal dari Polres-Polres lainnya. Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk berkreasi, berinovasi. Saya tahu agak kaget, tetapi harus kita coba dengarkan. Kaget ketika kita masuk ke air hitam ternyata bisa. Ketika rekan-rekan kaget dengan indeks kepuasan masyarakat meningkat. Mohon maaf saya belum bisa memberikan yang terbaik dengan waktu yang sesingkat-singkat, tapi waktu 1 tahun cukup apabila kita bekerja sama dan itu bisa kita buktikan bersama sekarang ini. Terima kasih, rekan-relkan," Pungkasnya.(PINTAS)
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : WebMaster | Jun Manurung Copyright © 2011. Berita One - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group Proudly powered by Blogger