Home » , , » Dua Koruptor Bank Mandiri Dituntut Hukuman Selama 12,5 Tahun Penjara.

Dua Koruptor Bank Mandiri Dituntut Hukuman Selama 12,5 Tahun Penjara.

Written By Berita One on Senin, 26 Maret 2018 | 09.59.00

.Terdakwa Erika Widiyanti.
Jakarta,BERITA-ONE.COM-Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Andy Indra SH dari Kejaksaan Agung  menuntut dua koruptor  Bank Mandiri Tbk bernama Mulyadi alias Hua Ping atau Aping dan Erika Widiyanti alias Liong dari PT. Cenral Steel Indonesia (PT. CSI) selama 12,5 tahun penjara potong  dalam tahanan.  Para terdakwa dinyatakan terbuti melaukan tindak pidana korupsi yang merugikan  negara Rp 201 milyar lebih di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin 26 Maret 2018.

Adapun rinciannya, terdakwa Mulyadi dituntut hukuman selama 7,5 penjara dengan denda 1 milyar subsider 6 bulan kurungan dan uang pengganti sebesar Rp 201 milyar lebih yang harus dibayar 1 bulan setelah putusan pidananya berkekuatan hukum tetap.Jika tidak bisa, harta bendanya disita untuk menutupi kerugian negara, atau subsider 3,9 tahun penjara.

.Terdakwa Mulyadi.

Sedangkan terdakwa Erika dituntut  dihukuman selama  5 tahun penjara potong  tahanan. Dan diwajibkan  untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 1 milyar subsider 6 bulan kurungan. Erika tidak dikenakan uang pengganti lantara, kata JPU, terdakwa ini tidak menikmati hasil korupsi.

Menurut JPU Andy,  para terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi seperti yang diatur dalam pasal 2 dan 3  UU korupsi  NO: 31 tahun 1999 sebagaimana yang sudah dirubah dengan UU NO: 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Hal hal yang memberatkan para terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sedang giat-giatnya memeberantas korupsi. Sedang yang meringakan mereka sopan dalam persidangan, terus terang dan belum pernah dihukum.

Persidangan dua pejabat  PT.CSI, diamana  Erika   sebagai Dirut dan Mulyadi sebagai Direkrur Keuangan  yang    sidangnya diketuai  oleh majelis  hakim Mas'ud SH.  Jaksa  mengatakan, perbuatan  mereka  dilakukan  dengan menggunakan sarana  PT.CSI yang bergerak di bidang peleburan  besi bekas menjadi besi beton dan besi bulir untuk bahan bangunan, pada tahun 2005 PT.CSI, mendapatkan fasilitas kredit dari Bank Mandiri (Persero), Tbk selama tahun 2011-2014.

Ternyata, PT. CSI dalam mengajukan permohonan kredit kepada Bank Mandiri sebesar Rp 472 milyar lebih  dilakukan dengan data dan laporan keuangan yang  tidak akurat,  dan tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Karena,  menyajikan laporan keuangan tidak seutuhnya, tidak sebenarnya, yakni berupa arus kas, besaran utang kepada pemegang saham,  serta adanya informasi pembayaran Deviden dan pembayaran utang kepada pemegang saham. Akibatnya, kata JPU, kreditnya macet dan  negara menderita karugian  mencapai kurang lebih Rp. 201 milyar lebih. (SUR).

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : WebMaster | Jun Manurung Copyright © 2011. Berita One - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group Proudly powered by Blogger