Home » , , , » Kejagung Tetapkan Dua Tersangka Dalam Kasus Korupsi Pelabuhan Laut Kaimana.

Kejagung Tetapkan Dua Tersangka Dalam Kasus Korupsi Pelabuhan Laut Kaimana.

Written By Berita One on Rabu, 06 Desember 2017 | 14.46.00

Jakarta,BERITA-ONE.COM-Berkaitan dengan kasus Korupsi Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Laut Kaimana,  di Propinsi Papua Barat , atau Pembangunan Dermaga Kaimana yang merugikan negara sebesar Rp 58 milyar, Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksan Agung menetapkan dua orang sebagai tersangka .

Pertama,  tersangka  AK,  Kontraktor/Direktur PT. Sakura Permai Jaya. Berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-133/F.2/Fd.1/11/2016 tanggal 1 November 2016;

Kedua,  tersangka MCK,  mantan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Kaimana,   ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung RI selama 20 (dua puluh) hari terhitung mulai tanggal 5 Desember 2017 sampai dengan 24 Desember 2017 berdasarkan surat perintah penahanan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-38/F.2/Fd.1/12/2017 tanggal 5 Desember 2017.

Penyidik melakukan penahanan dengan pertimbangan  tersangka diancam pidana penjara lebih dari 5 (lima) tahun dan dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti .

Seperti siaran pers Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung ( Puspenkum Kejagung ) menerangkan,  pada tahun 2010 dilakukan pengembangan Fasilitas Pelabuhan Laut Kaimana atau pembangunan Dermaga Kaimana Tahun Anggaran 2010-2012.

Didalam pelaksanaan pembangunan,  penanaman tiang pancang (pondasi) trestle dan dermaga, kontraktor tidak dapat melaksanakan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis yang disyaratkan dalam rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) dalam kontrak.

Antara lain,  pemancangan tiang pancang tidak mampu mencapai kedalaman yang disyaratkan dalam kontrak, sehingga seluruh bagian Trestle panjang 50 meter dan lebar 6 meter (APBN TA-2010), Dermaga Fingger panjang 80 meter dan lebar 8 meter (APBN TA-2011), dan Dermaga/GT panjang 50 x 10 meter (APBD TA-2012) dalam kondisi goyang, sehingga kapal tidak bisa merapat untuk bersandar.
Perhitungan sementara kerugian keuangan negara diperkirakan mencapai kurang lebih senilai Rp58 milyar.

Tersangka dijerat  Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan penyidik telah memeriksa puluhan saksi, kata Kapuspenkum Kejagung. (SUR).
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : WebMaster | Jun Manurung Copyright © 2011. Berita One - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group Proudly powered by Blogger