Header Ads

Direktur RSUD dr. Fauziah Bireuen,Gelar Sajadah Sebagai Alas Kaki Bukan Unsur Kesengajaan.

dr. Mukhtar, MARS,
BIREUEN ,BERITA-ONE.COM – Direktur RSUD dr. Fauziah Bireuen, dr. Mukhtar, MARS, senin (18 Des ) 2017.kembali mengklarifikasi terkait pemakaian sajadah sebagai alas kaki saat penyambutan Tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) di halaman rumah sakit , Kamis (14/12/2017).beberapa waktu lalu. Kepada beritaone Mukhtar, menyampaikan kejadian tersebut di luar dugaan kami, pihak manajemen rumah sakit. Artinya, tidak pernah dalam benak kami dalam penyambutan Tim Akreditasi itu, harus mengunakan sajadah sebagai alas kaki,meskipun sekarang terjadi diakui itu kesilapan dari panitia,oleh karena itu dia memohon maaf yang sebesar - besarnya pada masyarakat Bireuen dan kepada masyarakat Aceh pada umumnya. 

Direktur RSU dr.Fauziah Bireuen, kepada wartawan Beritaone minggu ( 17 des)2017 sangat menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut.mudah - mudahan kejadian yang sangat memalukan ini tidak terulang kembali kemasa yang akan datang. 

Direktur RSUD dr.Fauziah Bireuen juga menyebutkan bahwa (Tim KARS) juga tidak mau kita sambut secara berlebihan. Kain saja kita sangkut pada mereka, tidak mau. Hanya mereka pakai sebentar, kemudian dikembalikan lagi.

Jadi tidak ada unsur kesengajaan yang dibuat oleh pihak rumah sakit sajadah dijadikan sebagai alas kaki,kemungkinan besar itu merupakan kesilapan saja panitia. Kalau tujuannya pengelaran sajadah untuk mempengaruhi penilaian Tim KARS, "kata dirut Rsu dr.fauziah Bireuen, Mukhtar merasa itu tidak berpengaruh apa-apa. Sebab, penyambutan tersebut tidak tergolong dalam item penilaian. Dia sendiri mengaku, baru mengetahui ada kejadian pemakaian sajadah sebagai alas kaki saat penyambutan tim tersebut, keesokan harinya. Itupun, setelah diperlihatkan fotonya oleh salah seorang dokter. “Yang jelas,dikatakan Mukhtar kejadian ini tidak dapat dibenarkan dan sangat kami sesali. Karena itu, saya selaku Direktur RSUD dr. Fauziah Bireuen,sekali lagi memohon maaf beribu - maaf kepada masyarakat dan pihak terkait lainnya, atas insiden yang sama-sama tidak kita inginkan ini,” pinta Mukhtar dengan penuh penyesalan.dirinya juga berusaha untuk terus waspada setelah kejadian ini terjadi. ( Hen).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.