Home » , , » Tanpa Pengawasan Pembangunan IPAL Terminal Terbengkalai Diduga Di Bayar 100 Persen

Tanpa Pengawasan Pembangunan IPAL Terminal Terbengkalai Diduga Di Bayar 100 Persen

Written By Berita One on Senin, 30 Oktober 2017 | 02.11.00

PALI,BERITA-ONE.COM - Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terletak di Terminal Pasar Inpres Pendopo Kelurahan Talang Ubi Timur Kecamatana Talang Ubi Kabupaten PALI yang dibangun pada tahun 2016 lalu, Bak hiasan semata alias Terbengkalai. Selain itu, juga merugikan pedagang kopi di areal tersebut.


Pasalnya, Pembangunan IPAL ditahun 2016 lalu tidak selesai dibangun dan terbengkalai tanpa titik terang dari Dinas terkait. Selain itu, dalam pemasangan pipa IPAL, bukan di tanam dalam tanah melainkan dipasang diatas tanah dan pula dipasang di tengah-tengah sereng jalan. Sehingga menutup saluran air yang menyebapkan warung pedagang ketika hujan turun airnya meluap kedalam warung - warung kayu diareal tersebut.


" Seharunya pemasangan Pipa IPAL ditanam kedalam tanah jangan diatas tanah seperti ini. tentunya pipa tersebut menghambat saluran air. Makanya setiap habis hujan, warung kita selalu kebanjiran. Jelas ini merugikan kami pedagang, " ujar salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya beberapa waktu lalu.


Selain itu, ia menambahkan, bahwa IPAL tersebut dibangun pada tahun 2016 lalu namun sampai sekarang belum selesai tidak tahu apa kendalanya, dan juga pipa IPAL sudah mengalami pecah - pecah. Entah sampai kapan warung kami kebanjiran. Apalagi ditahun 2017 ini belum ada tanda - tanda penyelesaian. Kalau tidak difungsikan, dan pengerjaannya tidak diteruskan. Tentunya pembangunan IPAL tidak bermanfaat, dan . Sepertinya didalam pembangunan IPAL ini hanya mengambil keuntungan saja, ujarnya.


Hal senada dikatan juga Aswawi Mansur pedagang kopi, " sangat menyayangkan bangunan ini yang terbengkalai lebih dari satu tahun yang dibangun oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) pada tahun 2016 lalu, dan Dalam pembangunan pipa IPAL, lebih tinggi penampungan dari pada sumber kotoran. sampai saat ini belum juga difungsikan dan pipanya mentok sampai keujung jalan, entah terputus disana atau seperti apa nantinya. yang pasti hingga akhir tahun ini belum juga difungsikan. Tentunya ini jelas merugikan masyarakat yang berdagang di areal sini. memang masyarakat sudah mengetahui adanya pembangunan IPAL, namun belum ada tindak lanjut dari pemerintah. entah diteruskan atau tidak, yang jelas kami rugi ", ujarnya.


Selain itu, Aswawi mengatakan, tentunya ini tidak sesuai dengan tahap perencanaannya dan jelas merugikan Uang Negara kalau terbengkalai dan tidak diteruskan. Apa lagi pembangunan sudah separuh jalan, dan kamipun tidak tahu apa kendala hingga pembangunan ini tidak selesai, dan kami berharap Pemerintah Kabupaten PALI khususnya Bapak Bupati segera mencarikan solusi dan mengatasi hal ini, karena kami telah dirugikan, terangnya.

Lurah Kelurahan Talang Ubi Timur Ernawati membenarkan adanya pembangunan IPAL yang dibangun pada tahun 2016 lalu oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim), namun tidak tahu apa kendalanya sehingga pembangunan IPAL tidak selesasi hingga sekarang.

" Ya. Memang benar IPAL tersebut dibangun pada tahun 2016 lalu oleh Dinas Perkim. Kegunaannya untuk menampung limbah - limbah pedagang Pasar maupun Terminal, khususnya untuk menampung kotoran limbah - limbah rumah masyarakat di wilayah Kelurahan Timur, pada dasarnya kegunaanya sangat bagus, namun saya tidak tahu apa kendalanya sehingga pengerjaannya tahu - tahu berhenti saja," katanya. 

Erna menambahkan, waktu lalu saya dengar kendalanya pada anggaran hingga pengerjaannya tidak selesai, namun saya tidak tahu pasti apa penyebabnya. Kita berharap semoga pembangunan bisa dilanjutkan kembali. Terkait keluhan pedagang, diharapkan langsung saja melapor ke kelurahan supaya, dapat ditindak lanjuti, jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Aria Darmawan, saat ditemui diruang kerjanya Senin (30/10/2017) mengatakan bahwa," Kita sudah panggil Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),dan Pejabat Pengadaan dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) tersebut. Dalam hal ini akan kita tindak lanjuti, karena bangunan tersebut sesuai dengan azas manfaatnya. Silakan datang lagi nanti, ujarnya singkat.(SH)
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : WebMaster | Jun Manurung Copyright © 2011. Berita One - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group Proudly powered by Blogger