Home » , » Masyarakat Resah, Fraksi Partai Nasional Aceh Soroti Perluasan Lahan Sawit.

Masyarakat Resah, Fraksi Partai Nasional Aceh Soroti Perluasan Lahan Sawit.

Written By Berita One on Sabtu, 14 Oktober 2017 | 05.36.00

BIREUEN,BERITA-ONE.COM-Perluasan lahan perkebunan sawit di kawasan Krueng Simpo, Kecamatan Juli,Kabupaten Bireuen semangkin merajarela.Menyebabkan air sungai berwarna kuning apabila musim hujan tiba,sedangkan pada hari hari biasa air sungai menjadi kering disebabkan air tersebut tersedot oleh  tanaman sawit dalam satu harinya satu batang memerlukan air 20 - 25 liter.

Marak perluasan Lahan sawit yang dilakukan oleh pengusaha dan Perusahaan tidak lagi pedoman kepada aturan UU yang berlaku,padahal untuk menanam sawit punya aturan tersendiri.tetapi para pengusaha dan perusahaan membandel tidak indahkan aturan itu. kadang kala mereka menanam tepat disamping aliran sungai tampa jarak sedikitpun.pada akhir tahun 2017 belum ada tindakan pelarangan serius dari Dinas terkait maupun pemerintah setempat untuk menanam sawit sesuai aturan yang berlaku.

maraknya perluasan lahan sawit yang semangkin hari terjadi membuat resah masyarakat.Fraksi partai Nasional Aceh (PNA),menyorot hal itu.

Fraksi Partai Nasional Aceh (PNA), DPRK Bireuen menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen.pada periode kepemimpinan Bupati H. Saifannur
S.sos agar dapat melakukan memoratorium serta penertiban terhadap perkebunan sawit. karena semua punya undang undang tidak se enak mereka saja.imbasnya akan terjadi musibah banjir kepada masyarakat.apabila musim hujan tiba, Karena kawasan hutan sudah mulai gundul.

Saran tersebut disampaikan, Muzakkir M Nur, neberapa waktu lalu di Gedung DPRK Bireuen dalam pendapat akhir Fraksi terhadap rancangan Qanun tentang Perubahan Anggaran Pendapat dan Belanja Kabupaten Bireuen tahun anggaran 2017.

Keringnya Air sungai krueng simpo yang juga salah satu lokasi pariwisata disebabkan penanaman lahan sawit yang semangkin marak dan tidak beraturan, membuat usaha masyarakat juga terancam tutup disebabkan tidak ada lagi masyarakat yang singah ketempat itu.dengan begitu ekonomi masyarakat terus terpuruk.

Selain itu Fraksi PNA juga meminta kepada Pemkab Bireuen agar dalam pembahasan dana Hibah, Otsus membuat kesepakatan serta pembahasan bersama dengan tim TAPD dan Banggar DPRK untuk mencari solusi pengelolaan  keuangan yang baik.( Hen )
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : WebMaster | Jun Manurung Copyright © 2011. Berita One - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group Proudly powered by Blogger