Home » , » Kuala Pawon Tertutup Pasir, 120 Hektar Tambak Terancam Punah

Kuala Pawon Tertutup Pasir, 120 Hektar Tambak Terancam Punah

Written By Berita One on Rabu, 11 Oktober 2017 | 16.51.00

BIREUEN,BERITA-ONE.COM – Masyarakat Pemukiman Ulee Kuta, Kecamatan Jangka, mengharapkan Pemerintah Kabupaten Bireuen menormalisasikan Kuala Pawon yang sudah tertutup pasir. Apabila tidak segera ditangani, 120 hektar tambak milik masyarakat terancam gagal panen(punah),

Seoerti diutarakan Ismuil dan Salahuddin yang didampingi sejumlah tokoh masyarakat Kemukiman Ulee Kuta, Kecamatan Jangka kepada Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen, Muhammad Nasir, SP, di Kuala Pawon, Rabu (11/10/2017).

Menurut tokoh masyarakat tersebut, Kuala Pawon yang terletak di antara Gampong Punjoet dan Gampong Alue Kuta, telah lima kali dikeruk, baik dibiayai ABPK, APBA maupun swadaya masyarakat setempat.

“Namun setelah dikeruk tidak lama bertahan, karena tidak ada pengaman bibir pantai, sehingga di saat air laut pasang ditutupi kembali oleh pasir,” jelasnya.

Karena itu, lanjut tokoh masyarakat,pihaknya sangat mengharapkan kepada pemerintah untuk segera  menangani pengerukan kuala agar sirkulasi antara air laut dengan air tawar lancar.

“Kalau tidak segera dilakukan normalisasi kuala ini, dikhawatirkan berdampak pada tambak masyarakat dan meluap air dari kuala ketika musim hujan. Karena persoalan ini  sudahm terjadi  bertahun-tahun,” ucap Ismuil salah seorang
tokoh masyarakat lainnya.

Kalak BPBD Kabupaten Bireuen, Muhammad Nasir, SP, kepada tokoh masyarakat berjanji akan melaporkan permohonan pengerukan Kuala Pawon tersebut kepada Bupati Bireuen, H. Saifannur, S.Sos.

Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen ini.muhammad nasir  mengungkapkan, untuk mengantisipasi dampak dari curah hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi terendamnya kawasan penduduk sekitar Kuala Pawon, harus disegerakan normalisasi atau pengerukan kuala  sebelum kasus ini terus bertambah besar dan membuat masyarakat terus resah.

“Namun  Kata Muhammad nasir SP. yang kita lakukan sifatnya sementara, bukan penanganan permanen. Paling-paling akan bertahan tiga sampai enam bulan setelah dikeruk. Dan jika air laut pasang, kuala ini akan tertutup kembali walaupun demikian pihaknya terus berupaya yang terbaik.

Menurut Muhammad Nasir, perhitungan secara non tehknis pengerukan mulut Kuala Pawon membutuhkan 105 jam efektif kerja alat eskavator. (Hen)
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : WebMaster | Jun Manurung Copyright © 2011. Berita One - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group Proudly powered by Blogger